Permen dan Coklat Buat Gigi Anak Berlubang?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Permen dan Coklat Buat Gigi Anak Berlubang?

Halodoc, Jakarta – Saat masih kecil, kamu mungkin cenderung menyukai makanan-makanan manis dibandingkan makanan asin atau gurih. Ya, bukan mitos kalau anak-anak yang gemar mengonsumsi makanan manis, seperti permen atau coklat, rentan mengalami gigi berlubang. Gigi berlubang terjadi ketika enamel gigi, yaitu permukaan luar gigi yang keras mengalami kerusakan. Lantas, mengapa coklat dan permen mampu membuat gigi Si Kecil berlubang? Sebaiknya orangtua menyimak ulasan berikut ini, ya.

Baca Juga: Ketahui 7 Penyebab Gigi Tonggos pada Anak

Alasan Coklat dan Permen Menyebabkan Gigi Anak Berlubang

Sebenarnya, permen dan coklat tidak bisa langsung merusak bagian enamel gigi. Gigi berlubang muncul akibat makanan yang mengandung karbohidrat (gula dan pati) tertinggal di gigi yang kemudian bercampur dengan bakteri mulut. Selain permen dan coklat, makanan atau minuman seperti susu, soda, kismis, kue, jus buah, sereal, dan roti bisa bercampur dengan bakteri jika tertinggal di dalam gigi.

Bakteri yang biasanya hidup di mulut mengubah makanan ini membuat asam. Kombinasi bakteri, makanan, asam, dan air liur membentuk zat yang disebut plak yang menempel pada gigi. Seiring waktu, asam yang dibuat oleh bakteri menggerogoti email gigi, sehingga menyebabkan gigi berlubang

Tanda Si Kecil Mengalami Gigi Berlubang

Gigi berlubang pada anak tidak terjadi secara tiba-tiba namun melalui proses pembusukan gigi yang kemudian menimbulkan kondisi gigi berlubang. Namun, proses pembusukan gigi ini bisa berbeda-beda setiap anak. Berikut penjelasan umumnya, yaitu:

  • Bintik-bintik putih mulai terbentuk pada gigi yang terkena. Bintik-bintik ini menandakan enamel mulai rusak dan biasanya menimbulkan sensitivitas dini pada gigi.

  • Rongga awal berwarna coklat muda muncul di gigi.

  • Semakin lama, rongga menjadi lebih dalam dan warna coklat gelap berubah menjadi hitam.

Baca Juga: Adakah Pengaruh Kesehatan Gigi pada Kecerdasan Anak?

Gejala kerusakan gigi dan gigi berlubang bervariasi dari anak ke anak. Rongga tidak selalu menimbulkan gejala. Terkadang anak-anak tidak tahu bahwa mereka mengalami gigi berlubang sampai dokter gigi menemukannya saat pemeriksaan gigi. Ada pun sejumlah gejala yang dirasakan anak-anak, seperti rasa sakit di daerah sekitar gigi dan sensitif terhadap makanan tertentu, seperti permen dan minuman panas atau dingin.

Apabila Si Kecil mengalami nyeri gigi atau sensitif terhadap makanan, periksakan ke dokter gigi agar segera diobati. Rasa tidak nyaman tersebut berisiko menurunkan nafsu makannya. Sebelum periksa, ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dulu di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc.

Pencegahan Gigi Berlubang pada Anak

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, ibu dapat membantu mencegah kerusakan gigi pada Si Kecil dengan langkah-langkah sederhana ini, yaitu:

  • Mulai ajari kebiasaan menyikat gigi pada Si Kecil segera setelah gigi pertamanya muncul. Sikat gigi, lidah, dan gusi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. 

  • Untuk anak-anak di bawah 3 tahun, gunakan sedikit pasta gigi, kira-kira seukuran sebutir beras. Mulai usia 3 tahun, Si Kecil dapat menggunakan pasta gigi seukuran kacang polong.

  • Floss (benang) gigi anak setiap hari setelah Ia menginjak usia 2 tahun.

  • Pastikan Si Kecil untuk konsumsi makanan yang seimbang. Batasi camilan yang lengket dan tinggi gula, seperti keripik, permen, kue, dan cokelat.

  • Cegah pemindahan bakteri dari mulut ibu kepada Si Kecil dengan tidak berbagi peralatan makan. 

  • Jika Si Kecil masih menyusu dengan botol pada waktu tidur, cukup masukkan air ke dalamnya. Jus atau cairan yang mengandung gula yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

  • Jadwalkan pembersihan dan pemeriksaan gigi rutin untuk Si Kecil setidaknya setiap 6 bulan.

Baca Juga: Gigi Anak Berlubang, Ini Penanganan yang Tepat

Lakukan tips-tips di atas kalau ibu tidak mau Si Kecil mengalami gigi berlubang. Selain gigi berlubang, berbagai masalah gigi dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya hingga bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu, penting untuk Ibu dan Si Kecil agar selalu menjaga kebersihan gigi.

Referensi:
John Hopkins. Diakses pada 2019. Tooth Decay (Caries or Cavities) in Children.
Wisconsin Dental Association. Diakses pada 2019. Preventing Cavities in Children.