Pernah Dialami Winda Viska Saat Kehamilan Anak Kedua, Kenali Gejala Preeklamsia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
pernah-dialami-winda-viska-saat-kehamilan-anak-kedua-kenali-gejala-preeklamsia-halodoc

Halodoc, Jakarta – Setiap ibu tentunya berharap agar kehamilannya bisa berjalan dengan lancar. Namun, masalah kehamilan seringkali tidak dapat dihindari, seperti yang terjadi pada Winda Viska. Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini terpaksa harus melahirkan anak keduanya secara prematur lantaran mengalami preeklamsia saat hamil.

Sejak usia kehamilan tujuh bulan, tekanan darah Winda sudah melebihi batas aman, yaitu 140/110 mmHg. Tekanan darahnya terus meningkat sampai di usia kehamilan 8 bulan menjadi 180/120 mmHg. Akhirnya, dokter kandungan menyarankan Winda untuk segera melahirkan, meski usia bayi di dalam kandungannya baru 8 bulan.

Bertolak dari pengalamannya tersebut, Winda Viska pun menyarankan ibu-ibu hamil di luar sana untuk waspada terhadap preeklamsia yang bisa berbahaya bagi ibu dan janin. Menurut penyanyi yang juga terkenal dalam perannya sebagai Saschya di sinetron OB (Office Boy) ini, ibu sebaiknya berhati-hati bila tiba-tiba mengalami gejala darah tinggi saat usia kehamilan 7 bulan, karena itu adalah indikasi preeklamsia.

Dengan mengenali gejala-gejala preeklamsia, penanganan pun bisa segera dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Karena itu, yuk kenali gejala preeklamsia di sini.

Apa Itu Preeklamsia?

Preeklamsia adalah sebuah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ, seperti ginjal dan hati. Ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi, mengidap diabetes, mengalami obesitas, dan wanita yang hamil anak kembar berisiko lebih tinggi mengalami preeklamsia.

Jika ibu terlambat menyadarinya, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia yang bisa mengancam keselamatan ibu hamil dan janinnya.  Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui gejala-gejala preeklamsia.

Baca juga: Ketahui Risiko Preeklamsia Sejak Awal Kehamilan

Gejala Preeklamsia

Gejala preeklamsia biasanya muncul saat usia kehamilan memasuki trimester kedua atau sekitar minggu ke 24-26, sampai menjelang hari melahirkan. Gejala yang paling jelas menandakan preeklamsia adalah naiknya tekanan darah. Jika tekanan darah Ibu hamil mencapai 140/90 mmHg, ibu disarankan untuk segera menemui dokter kandungan. Apalagi bila dalam dua kali pemeriksaan rutin yang terpisah, nilai tekanan darah ibu ditemukan tinggi.

Itulah mengapa memeriksakan tekanan darah selama masa kehamilan sangat penting agar bisa mendeteksi komplikasi ini lebih dini. Untuk memudahkan ibu melakukan tes darah secara rutin, gunakan saja Lab Test yang ada di aplikasi Halodoc. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, petugas lab akan datang ke rumah untuk memeriksa tekanan darah ibu.

Baca juga: Serba-Serbi Mencegah Preeklamsia di Masa Kehamilan

Selain peningkatan tekanan darah, gejala preeklamsia lainnya, yaitu:

  • Berkurangnya volume urine

  • Gangguan fungsi hati

  • Sakit kepala berat

  • Mual dan muntah

  • Sesak napas akibat adanya cairan di paru-paru

  • Penglihatan menjadi kabur

  • Pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan tangan, wajah, atau tangan

  • Perut bagian atas terasa nyeri (biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan)

  • Menurunnya jumlah trombosit dalam dalam darah atau trombositopenia.

Pertumbuhan janin yang melambat juga bisa menjadi pertanda ibu hamil mengalami preeklamsia. Kondisi ini bisa terjadi, karena janin mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi akibat berkurangnya pasokan darah ke plasenta.

Baca juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Preeklamsia pada Ibu Hamil

Nah, itulah sejumlah gejala preeklamsia yang mesti ibu waspadai. Agar preeklamsia bisa segera terdeteksi dan ditangani, ibu hamil dianjurkan untuk memeriksakan kandungannya secara rutin setiap bulan. Jangan ragu untuk membicarakan ke dokter kandungan bila merasakan gejala-gejala yang tidak wajar selama masa kehamilan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. Halodoc sangat bermanfaat sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.