• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pernah Digigit atau Dicakar Kucing, Waspadai Cat Scratch Disease
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pernah Digigit atau Dicakar Kucing, Waspadai Cat Scratch Disease

Pernah Digigit atau Dicakar Kucing, Waspadai Cat Scratch Disease

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 23 Juli 2020
Pernah Digigit atau Dicakar Kucing, Waspadai Cat Scratch Disease

Halodoc, Jakarta - Kucing adalah salah satu hewan yang banyak dipilih orang untuk dipelihara di rumah. Sifatnya yang manja dan lucu menjadi pilihan bagi banyak orang untuk menghilangkan rasa sepi. Meski begitu, binatang lucu ini ternyata juga dapat menyebabkan beberapa penyakit. Salah satu gangguan yang dapat disebabkan kucing adalah cat scratch disease.

Seseorang dapat mengidap penyakit ini disebabkan oleh cakaran kucing yang langsung menyentuh kulit. Selain cakaran, gigitan dan jilatan kucing juga menyebabkan penyakit tersebut. Saat mengalaminya, kamu dapat merasakan demam hingga sakit kepala. Berikut pembahasan lebih lengkapnya!

Baca juga: Cat Scratch Disease dapat Sembuh Sendiri Tanpa Diobati?

Apa Itu Cat Scratch Disease?

Cat scratch disease adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri B. henselae. Penyakit ini dapat menyebar saat kucing yang telah terinfeksi lalu mencakar hingga menghancurkan permukaan kulit. Selain itu, kamu juga dapat mengidap penyakit ini saat kucing tersebut menjilati luka yang terbuka pada kulit.

Infeksi ringan dapat terjadi pada lokasi goresan atau gigitan sekitar 3-14 hari sesudahnya. Area yang terinfeksi mungkin tampak bengkak dan merah dengan timbulnya lesi serta bernanah. Seseorang yang mengidap cat scratch disease juga dapat mengalami demam, sakit kepala, nafsu makan yang buruk, hingga kelelahan. Kelenjar getah bening yang berdekatan dengan goresan atau gigitan juga dapat bengkak dan timbul rasa nyeri.

Faktor Risiko Cat Scratch Disease

Siapa pun yang memiliki dan bahkan berinteraksi dengan kucing memiliki risiko untuk terserang penyakit ini. Disebutkan bahwa cat scratch disease paling banyak terjadi pada anak-anak dengan usia di antara 5 hingga 9 tahun. Selain itu, laki-laki lebih rentan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit karena penyakit ini, meskipun wanita lebih sering mendapat diagnosis dari gangguan ini.

Seseorang memiliki risiko lebih besar untuk mengalami sakit yang parah akibat demam kucing saat sistem kekebalan tubuhnya lemah. Beberapa orang yang dapat dikategorikan memiliki sistem imun yang lemah adalah:

  • Ibu hamil.
  • Seseorang yang mengidap kanker.
  • Mengalami diabetes.
  • Terserang HIV atau AIDS.
  • Mendapatkan organ yang ditransplantasi.

Lalu, jika kamu memiliki pertanyaan terkait cat scratch disease atau penyakit lain yang dapat disebabkan oleh kucing, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya. Kamu juga dapat bertanya cara menjaga agar kucing tidak menularkan penyakit tersebut dengan fitur Chat atau Voice/Video Call dari Halodoc. Download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Prosedur Diagnosis Cat Scratch Disease yang Perlu Diketahui

Pencegahan Cat Scratch Disease

Setiap orang dapat mencegah terjadinya penyakit akibat cakaran kucing dengan menghindari kontak dengan binatang berbulu tersebut. Jika kamu memiliki kucing, hindari permainan yang dapat menyebabkan kamu tercakar atau tergigit. Selain itu, kamu juga bisa rutin memotongnya untuk meminimalkan dampak cakaran.

Dengan mencuci tangan setelah bermain dengan kucing juga dapat mencegah penyakit tersebut. Jangan biarkan kucing kamu menjilat atau menggaruk mata, mulut, atau luka pada kulit. Selain itu, kamu dan juga hewan peliharaanmu juga harus menghindari kucing liar karena memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi penyebab dari penyebaran bakteri dari penyakit tersebut.

Baca juga: Vaksinasi pada Kucing Bisa Mencegah Cat Scratch Disease

Pastikan untuk menyimpan kucing di dalam ruangan dan berikan obat antikutu untuk mengurangi risiko tertular bakteri B. henselae. Biasakan untuk memeriksa kutu kucing dengan sisir kutu dan bersihkan area rumah dengan lebih sering menyedot debu. Sesekali, kamu boleh memanggil ahli pengendalian hama agar kutu-kutu tersebut benar-benar hilang.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Cat-Scratch Disease.
Healthline. Diakses pada 2020. Cat Scratch Fever.