Pernah Diidap Lady Gaga, Kenali Bahaya Fibromyalgia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pernah Diidap Lady Gaga, Kenali Bahaya Fibromyalgia

Halodoc, Jakarta – Seorang penyanyi kelas dunia seperti Lady Gaga pasti memiliki kegiatan yang padat. Padatnya kegiatan berisiko memengaruhi kondisi kesehatan, terlebih jika sistem kekebalan tubuh sedang menurun. Fibromyalgia adalah kondisi yang pernah diidap oleh penyanyi ini.

Baca Juga: Bukan Hal Mudah, Bagaimana Menghadapi Fibromyalgia?

Fibromyalgia adalah gangguan yang ditandai oleh nyeri muskuloskeletal yang disertai kondisi kelelahan, masalah tidur, masalah ingatan, dan masalah suasana hati. Para peneliti percaya bahwa fibromyalgia memperkuat sensasi yang menyakitkan dengan memengaruhi cara otak memproses sinyal rasa sakit.

Gejala yang Ditimbulkan dari Fibromyalgia

Fibromyalgia dikaitkan dengan area nyeri tekan yang disebut titik pemicu atau titik tender.  Titik ini merupakan tempat di tubuh mengalami tekanan sedikit saja dapat menyebabkan rasa sakit. Saat ini, titik-titik ini jarang digunakan untuk mendiagnosis fibromyalgia. Sebagai gantinya, mereka digunakan sebagai cara bagi dokter untuk mempersempit daftar diagnosis yang dapat terjadi. 

Dokter menggunakan kombinasi gejala konsisten lainnya dan beberapa tes medis untuk membantu mereka menentukan penyebabnya. Rasa sakit yang disebabkan oleh titik-titik pemicu ini digambarkan sebagai sakit tumpul yang konsisten, sehingga mempengaruhi banyak area tubuh. Gejala-gejala yang timbul, yaitu:

  • Kelelahan;

  • Kesulitan tidur;

  • Tidur untuk waktu yang lama tanpa merasa cukup beristirahat;

  • Sakit kepala;

  • Depresi;

  • Kegelisahan;

  • Tidak mampu fokus atau kesulitan memperhatikan;

  • Sakit atau pegal di perut bagian bawah;

Gejala akibat otak dan saraf salah menafsirkan atau bereaksi berlebihan terhadap sinyal rasa sakit yang normal. Penyebabnya karena fibromyalgia membuat ketidakseimbangan kimiawi di otak.

Apakah Fibromyalgia Berbahaya?

Rasa sakit yang ditimbulkan oleh fibromyalgia menyebabkan penurunan kualitas hidup dan kecacatan. Meski tidak mematikan, fibromyalgia bersifat seumur hidup. Namun, komplikasi fibromyalgia adalah pengidapnya cenderung ingin bunuh diri akibat rasa sakit atau berisiko mengalami cedera karena sulit fokus. 

Baca Juga: Kenapa Wanita Lebih Berisiko Mengidap Fibromyalgia?

Dilansir dari EMedicineHealth, terdapat sebuah studi yang menemukan risiko kematian akibat bunuh diri sepuluh kali lebih tinggi pada pengidap fibromyalgia daripada populasi umum. Tingkat depresi pada pengidap fibromyalgia cenderung lebih tinggi daripada orang tanpa kondisi ini. Kalau kamu memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera bertemu dokter agar kondisinya segera ditangani.

Kalau kamu ingin periksa ke dokter, buat janji dulu melalui aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc, kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Adakah Obat-Obatan untuk Mengobati Fibromyalgia?

Sejauh ini belum ada obat-obatan khusus untuk mengobati fibromyalgia. Ada berbagai obat yang membantu mengendalikan gejala. Latihan, relaksasi, dan tindakan pengurangan stres juga membantu. Tujuan dari perawatan fibromyalgia untuk mengelola rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup. Jenis obat-obatan untuk mengurangi gejala fibromyalgia, yaitu:

  • Penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau acetaminophen. 

  • Antidepresan, seperti duloxetine dan milnacipran membantu mengobati kecemasan atau depresi yang terkait dengan fibromyalgia. Obat-obatan ini membantu meningkatkan kualitas tidur.

  • Obat anti kejang, seperti gabapentin yang dirancang untuk mengobati epilepsi ternyata membantu mengurangi gejala pada orang dengan fibromyalgia. 

Baca Juga: 7 Tips Pola Makan Bagi Pengidap Fibromyalgia

Fibromyalgia mungkin kondisi yang masih sangat asing di telinga kamu. Meski masih asing, kamu perlu mengenali tanda-tandanya karena bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Fibromyalgia.
Healthline. Diakses pada 2019. Fibromyalgia.
EMedicineHealth. Diakses pada 2019. Can a Person Die from Fibromyalgia?.