Pertolongan Pertama saat Digigit Serangga

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pertolongan Pertama saat Digigit Serangga

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan reaksi terhadap gigitan dan sengatan serangga umumnya ringan dengan gejala kulit kemerahan, gatal, menyengat, atau pembengkakan ringan. Bagaimana pertolongan pertama saat digigit serangga?

Cuci area yang digigit dengan sabun lalu basuh dengan air, kompres dengan air dingin untuk membantu mengurangi peradangan, selain itu mengoleskan minyak angin juga bisa mengurangi peradangan dan gatal. Ingin tahu lebih detail pertolongan pertama saat digigit serangga, baca lebih lanjut di sini!

Apa Tanda Bahaya dari Digigit Serangga?

Biasanya, tanda dan gejala gigitan atau sengatan hilang dalam satu atau dua hari. Jika kamu  khawatir akan kemungkinan terjadi komplikasi, bisa tanyakan langsung ke HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. 

Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan di mana saja. Apalagi kalau kamu mengalami gejala-gejala seperti:

  1. Kesulitan bernapas.

  2. Pembengkakan pada bibir, kelopak mata, atau tenggorokan.

  3. Pusing, pingsan, atau kebingungan.

  4. Detak jantung cepat.

  5. Mual, kram, atau muntah.

Pada beberapa orang tertentu atau jenis serangga yang beracun, gigitan atau sengatan dapat menimbulkan reaksi pada seluruh tubuh, seperti:

  • Bentol-bentol dan gatal diseluruh tubuh (urtikaria).

  • Bengkak pada wajah dan bibir (angioedema).

  • Kelemahan tubuh sampai kelumpuhan.

  • Demam.

  • Gejala sistem pencernaan, contohnya mual, muntah, diare.

  • Pusing.

  • Pingsan.

Reaksi Anafilaktik (syok Anafilaktik), yaitu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa. Gejala-gejala reaksi anafilaktik, yaitu ruam dan gatal seluruh tubuh, pembengkakan tenggorokan, sesak nafas, jantung berdebar, tekanan darah menurun, gelisah, keringat dingin, mual muntah, hingga kesadaran menurun. Reaksi ini terjadi beberapa detik sampai beberapa menit setelah digigit atau disengat serangga. Racun yang dikeluarkan serangga dan masuk kedalam tubuh sebagai alergen (zat perangsang reaksi alergi). Jika tidak ditangani dengan cepat, reaksi ini dapat menimbulkan kematian.

Baca juga: 5 Fakta Semut Charlie dan Cara Mudah Penanganannya

Bagaimana Meringankan Ketidaknyamanan?

Ada banyak saran untuk meredakan ketidaknyamanan akibat reaksi alergi terhadap gigitan nyamuk. Penanganan gigitan serangga yang menimbulkan reaksi lokal, yaitu membasuh area yang digigit atau disengat dengan air dan sabun, kemudian kompres dingin pada daerah yang digigit atau disengat. Kompres dingin ini dapat mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. 

Apabila terdapat lepuhan pada kulit, jangan memecahkan lepuhan tersebut. Beberapa obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang ringan, bentol kecil kemerahan yang gatal, yaitu campuran menthol atau camphor berbentuk lotion atau gel dapat membantu mengurangi gejala.

Bila terdapat lepuhan kulit yang panas, nyeri, dapat digunakan salep kortikosteroid untuk mengurangi reaksi alergi yang ditimbulkan. Obat-obatan minum, seperti golongan antihistamin (difenhidramin, ctm, dan cetirizine) dapat membantu mengurangi gatal. 

Apabila tergigit atau tersengat serangga beracun yang berbahaya, seperti yang dijelaskan diatas, langkah pertama yang dilakukan adalah cabut sengat yang menempel pada kulit dengan cepat, cuci dengan air mengalir dan sabun, kompres dingin pada area yang tersengat. Apabila lokasi yang tersengat adalah tangan atau kaki, angkat tangan atau kaki yang tersengat.

Salep yang mengandung kortikosteroid dapat membantu meringankan gejala lokal yang terjadi. Namun, apabila tersengat dibagian wajah, leher, atau terdapat gejala-gejala seluruh tubuh sebaiknya langsung ke rumah sakit.

Jika mengalami gejala reaksi alergi hebat atau reaksi anafilaktik, sebaiknya langsung dibawa ke unit gawat darurat(UGD). Selama perjalanan ke rumah sakit, jika pengidap muntah atau penurunan kesadaran jangan diberi makan. Penanganan cepat tim dokter di UGD berupa pemberian oksigen, pemasangan jalur infus, dan penyuntikan obat epinefrin yang telah diencerkan. Pemberian obat ini tidak dapat dilakukan sendiri dirumah karena efek samping yang berbahaya.

Baca juga: 6 Jenis Gigitan Serangga yang Perlu Diketahui

Cara terbaik untuk mencegah gigitan nyamuk adalah dengan menghindari gigitan. Sesederhana kedengarannya, ini bisa menjadi tantangan nyata, terutama selama musim panas atau di iklim hangat. Karenanya, batasi beraktivitas di tempat-tempat di mana serangga berkumpul. Jaga lingkungan dan rumah tetap bersih supaya kamu tidak terpapar serangga yang mengganggu.

Singkirkan genangan air di sekitar pekarangan karena akan menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan serangga. Biarkan rumput dan semak-semak dipangkas agar tidak memiliki tempat hewan-hewan kecil tersebut bermukim. Pastikan semua jendela memiliki kasa dan semuanya dalam kondisi baik.

Bila diperlukan aplikasikan lotion antiserangga berbahan alami seperti serai, supaya kamu bisa beraktivitas dengan nyaman meski berada di tempat yang berisiko. Ketika pergi keluar, usahakan kulit tertutup sebanyak mungkin dan hindari warna-warna cerah yang akan menarik perhatian nyamuk. 

Intinya adalah tidak ada cara untuk menjamin bahwa kamu tidak akan pernah merasakan gigitan serangga. Namun, dengan mengetahui tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat dapat membantu kamu mengatasi masalah gigitan serangga bilamana ini terjadi padamu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Insect Bites and stings: first aid.
Mega Catch. Diakses pada 2019. The Mosquito Bite Survival Guide.