Inilah Gigitan Serangga yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Gigitan Serangga yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Semua orang pasti pernah mengalami digigit serangga, yang berakhir dengan kulit gatal, memerah, dan terkadang terjadi bengkak dan sakit. Kamu harus tahu beberapa jenis gigitan serangga tidak serius dan bisa sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Namun, ada pula gigitan serangga yang berbahaya dan menyebabkan penyakit serius dan berbahaya. Apa saja? 

  • Gigitan Nyamuk

Gigitan nyamuk menghasilkan benjolan kecil hingga besar, bundar, dan terkadang membengkak. Semakin kamu menggaruknya, benjolan semakin membengkak dan memerah serta timbul rasa gatal. Kamu bisa mendapatkan lebih dari satu gigitan di tempat yang sama, jadi benjolan yang muncul terjadi karena gigitan berkali-kali. 

Sayangnya, gigitan nyamuk termasuk gigitan serangga yang berbahaya, karena memicu terjadinya penyakit. Sebut saja demam berdarah, malaria, demam kuning, zika, dan ensefalitis. Penyakit-penyakit ini perlu penanganan serius, karena bisa berujung pada kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan. 

Baca juga: 4 Faktor Risiko yang Bisa Sebabkan Digigit Serangga

  • Gigitan Semut Api

Semut menggigit untuk upaya melindungi diri dari serangan musuh. Namun, gigitan semut tidak boleh kamu abaikan, terlebih jika yang menggigitmu adalah jenis semut api. Serangga berwarna merah ini menggigit dengan sangat agresif, menyisakan bekas dan rasa gatal. Bahkan, bekas gigitan pun bisa menjadi bengkak, memerah, dan berisi nanah. Pada beberapa orang, gigitan semut api bisa menyebabkan reaksi alergi parah yang berbahaya, menimbulkan bengkak, gatal, hingga sulit bernapas. 

Jika kamu mengalami gejala tersebut, segera tanyakan pada dokter bagaimana cara mudah mengatasinya. Kamu bisa menggunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc atau membuat janji langsung di rumah sakit yang paling dekat dengan rumahmu. 

  • Kutu Rumput

Suka bermain di rumput, waspada eksistensi kutu rumput, hewan kecil yang sulit tertangkap mata. Luka gigitannya akan menghilang dalam waktu kurang lebih tiga minggu. Sayangnya, jika bagian kepala kutu ini tertinggal di kulit, dampaknya bisa bertahan lebih lama. Pada beberapa orang, gigitan serangga yang berbahaya ini bisa menyebabkan terjadinya babesiosi dan penyakit Lyme yang terbilang serius. 

Baca juga: Bagaimana Cara Ampuh Mencegah Gigitan Serangga?

  • Horseflies

Kutu memang menjadi serangga yang gemar menggigit sebagai cara untuk mencari makan, karena beberapa jenisnya memang mengisap darah. Termasuk horseflies yang ditemukan di kandang kuda. Tidak sembarangan, gigitan horseflies memicu beberapa gejala, termasuk rasa gatal di bibir dan mata, sakit kepala, tubuh mudah lelah, ruam pada kulit, pembengkakan disertai perubahan warna menjadi merah dan merah muda, hingga munculnya mengi. 

  • Kutu Hewan

Gigitan serangga yang berbahaya berikutnya datang dari para hewan peliharaan, terlebih anjing dan kucing. Kamu memelihara salah satunya? Sering-sering dibersihkan, karena kutu hewan yang bersarang di tubuh hewan peliharaanmu dapat menggigitmu juga. Meski hanya menyisakan benjolan berwarna kemerahan dan gatal di kulit, kamu tidak boleh menggaruknya. 

Pasalnya, kutu hewan akan buang air besar saat menggigitmu, dan sensasi rasa gatal yang muncul akan memancing bakteri untuk masuk ke kulit dan menginfeksi jika kamu menggaruknya. Oleskan saja losion atau minyak pereda gatal untuk mengurangi rasa gatal yang muncul, sehingga infeksi tidak terjadi. 

Baca juga: 13 Reaksi Tubuh Akibat Digigit Serangga