• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Photorefractive Keratectomy untuk Atasi Mata Presbiopi

Photorefractive Keratectomy untuk Atasi Mata Presbiopi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Photorefractive Keratectomy untuk Atasi Mata Presbiopi

Halodoc, Jakarta - Selain rabun dekat dan rabun jauh, apa kamu pernah mendengar penyakit pada mata bernama presbiopi? Kalau belum, apa kamu pernah kehilangan kemampuan untuk fokus ketika melihat objek pada jarak dekat? Hati-hati, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah presbiopi pada mata. 

Presbiopi terjadi ketika mata kehilangan kemampuan fokus secara bertahap, untuk melihat objek dari jarak dekat. Lantas, bagaimana cara mengatasi presbiopi? Selain itu, seperti apa gejala presbiopi yang umumnya dialami oleh pengidapnya? 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Presbiopi, Gangguan Mata Tua di Usia Lansia

Atasi dengan Photorefractive Keratectomy 

Cara mengatasi presbiopi salah satunya melalui photorefractive keratectomy (PRK). PRK ini bertujuan untuk memperbaiki ketajaman penglihatan yang dilakukan oleh dokter spesialis mata. Sama seperti LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis), PRK menggunakan laser untuk mengatasi gangguan refraksi pada mata. 

Namun, metode PRK dan LASIK berbeda. Pada prosedur PRK dokter ahli akan mengangkat bagian paling atas kornea (epitel kornea). Selanjutnya, dokter akan menggunakan laser untuk kembali membentuk lapisan kornea di bawahnya dan memperbaiki bentuk kornea yang abnormal. Sedangkan LASIK lain lagi prosedurnya. Di sini, dokter akan membuat sayatan kecil di epitel kornea tanpa mengangkatnya. 

Baca juga: Cari Tau Manfaat dan Resiko Lasik Mata

PRK bukan hanya ditujukan sebagai cara mengatasi presbiopi saja. Metode ini juga direkomendasikan pada mereka yang mengalami rabun jauh, rabun dekat, atau pula mata silinder

Meski memiliki manfaat, tapi PRK juga menyimpan beberapa risiko atau komplikasi. Menurut ahli di National Institutes of Health (NIH) - Medlineplus, komplikasi PRK bisa berupa: 

  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu (cahaya lain) terutama di malam hari.
  • Terbentuknya jaringan parut pada kornea.
  • kekeruhan kornea (corneal haze atau kabut kornea).
  • Infeksi kornea.

Nah, bagi kamu yang ingin melakukan pemeriksaan mata atau prosedur PRK, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Kenali Gejala Presbiopi

Menurut ahli di NIH, lensa mata akan berubah bentuk untuk fokus pada objek yang dekat. Kemampuan lensa untuk berubah bentuk ini disebabkan karena sifat lensa yang elastis. Sayangnya, elastisitas ini bakal menurun perlahan-lahan seiring bertambahnya usia. Imbasnya, mata akan kehilangan kemampuannya secara perlahan untuk fokus pada objek dekat. 

Pada kebanyakan kasus, pengidap presbiopi dialami oleh mereka yang berusia sekitar 45 tahun. Pengidapnya baru menyadari ketika membaca dan perlu memegang bahan bacaan tersebut lebih jauh dari matanya agar dapat fokus. Hal yang perlu ditegaskan, presbiopi adalah bagian alami dari proses penuaan dan memengaruhi semua orang. 

Baca Juga: Tidak Hanya Menyerang Orang Tua Rabun Jauh juga Dapat Dialami Oleh Anak

Lantas, seperti apa gejala presbiopi yang biasanya dialami pengidapnya? Terdapat beberapa gejala yang umumnya terjadi, antara lain: 

  • Kemampuan fokus menurun untuk melihat objek dekat.
  • Ketegangan pada mata.
  • Sakit kepala.
  • Membutuhkan lampu yang lebih terang saat membaca. 
  • Kebiasaan menyipitkan mata.
  • Sulit membaca huruf berukuran kecil.
  • Penglihatan kabur ketika membaca pada jarak normal 

Hati-hati, menurut ahli di NIH, presbiopi bisa memburuk dari waktu ke waktu, dan menyebabkan masalah dengan mengemudi, gaya hidup, atau pekerjaan. 

Nah, bagi kamu yang mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. What Is Photorefractive Keratectomy (PRK)?
Healthline. Diakses pada 2020. What’s the Difference Between PRK and LASIK?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Presbyopia.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Presbyopia