Pilihan Pengobatan untuk Atasi Gangguan Psikosomatis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pilihan Pengobatan untuk Atasi Gangguan Psikosomatis

Halodoc, Jakarta – Psikosomatik terjadi ketika kondisi psikis (seperti stres dan kecemasan) memengaruhi tubuh. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Penyebab utama gangguan psikosomatik pada anak berawal dari sikap dan hubungannya dengan orangtua. Kurangnya pengetahuan orangtua tentang gangguan mental bisa meningkatkan risiko psikosomatik pada anak.

Baca Juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Gejala fisik psikosomatik meliputi sakit perut, nyeri ulu hati, sakit punggung belakang, sakit kepala (termasuk migrain), napas cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), gemetar (tremor), dan berkeringat terus-menerus. Serangkaian gejala ini muncul akibat peningkatan aktivitas impuls atau rangsangan saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh.

Pilihan Pengobatan untuk Atasi Gangguan Psikosomatis

Pengobatan psikosomatis tidak hanya berfokus pada gejala fisik, tapi dilakukan menyeluruh. Termasuk dalam menangani faktor mental dan sosial penyebab penyakit fisik yang dialami. Selain mengatasi gejala fisik, pengidap psikosomatis perlu berbicara dengan psikiater agar mendapat diagnosis dari berbagai aspek, seperti durasi penyakit, tekanan lingkungan, dan kepribadian pengidap.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Psikis, Ini Bedanya Psikologi dan Psikiatri

Setiap keluhan fisik yang dialami ditangani sesuai dengan penyebabnya. Keluhan psikologis dibantu dengan konseling menyeluruh (didukung oleh psikoterapi), berupa terapi pola pikir dan perilaku untuk melatih respons seseorang terhadap situasi yang berat.

Hal ini bermanfaat untuk mengurangi gejala fisik yang dialami orang dengan gangguan psikosomatis. Lantas, apa saja pilihan pengobatan untuk mengatasi gangguan psikosomatis?

  • Konsumsi obat antidepresan atau penghilang rasa sakit non-narkotika. Penggunaan obat-obatan ini harus sesuai anjuran dokter.

  • Psikoterapi adalah terapi yang dilakukan untuk membantu pengidap melalui masa-masa sulit dan mempelajari cara untuk menyelesaikan masalah hidup. Terdapat beberapa jenis psikoterapi, antara lain terapi kognitif dan perilaku (CBT), psikoanalitik, psikodinamik, interpersonal, serta penerimaan dan komitmen.

  • Latihan relaksasi bertujuan untuk mengurangi stres yang bisa menimbulkan gejala fisik. Relaksasi tidak perlu rumit, yang terpenting adalah tepat sasaran untuk mengatasi stres yang dialami.  Kamu bisa melakukan latihan relaksasi di rumah dengan cara meditasi, latihan pernapasan, mendengarkan musik, dan yoga.

  • Teknik distraksi, merupakan metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian pengidap terhadap hal-hal pemicu rasa sakit (termasuk stres dan kecemasan).

  • Akupunktur, bertujuan untuk merangsang titik-titik tertentu pada tubuh dengan memasukkan jarum tipis ke dalam kulit. Selain membantu mengatasi psikosomatis, akupuntur dapat mengurangi sakit kepala (termasuk migrain), meredakan nyeri kronis, mengobati insomnia, mencegah penurunan kognitif, serta meningkatkan pemulihan pasca pengobatan kanker.

  • Hipnoterapi adalah jenis terapi yang menggunakan teknik hipnosis. Dengan teknik ini, pengidap akan mendapat rangsangan alam bawah sadar, sehingga mudah diarahkan karena kehilangan kekuatan untuk bereaksi.

Baca Juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Itulah pilihan pengobatan untuk mengatasi gangguan psikosomatis. Kalau kamu mencurigai penyakit yang dialami muncul akibat kondisi psikis, jangan ragu berbicara dengan dokter ahli. Kini, kamu bisa langsung membuat janji dengan psikolog atau psikiater tanpa harus antre di rumah sakit pilihan di sini. Kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab dengan fitur Tanya Dokter.