Pilihan Pengobatan Genitalia Ambigu pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
pilihan-pengobatan-genitalia-ambigu-pada-anak

Halodoc, Jakarta - Genitalia ambigu merupakan kondisi langka yang menyebabkan alat kelamin eksternal bayi tidak jelas. Pada bayi dengan genitalia ambigu, alat kelaminnya mungkin tidak berkembang sempurna atau bayi tersebut mungkin memiliki karakteristik dari kedua jenis kelamin. Organ kelamin eksternal mungkin tidak cocok dengan organ seks internal atau seks genetik. 

Genitalia ambigu bukanlah sebuah penyakit, tetapi termasuk pada gangguan perkembangan seks. Biasanya, genitalia ambigu bisa diketahui setelah bayi dilahirkan. Oleh karena itu, kamu dapat membicarakannya segera pada dokter spesialis untuk langkah selanjutnya.

Setelah kamu dan dokter memilih jenis kelamin untuk bayi, kamu dapat memilih untuk memulai perawatan genitalia ambigu. Tujuan pengobatan adalah kesejahteraan psikologis dan sosial jangka panjang, serta memungkinkan fungsi seksual dan kesuburan. Selain itu, pengobatan dapat dimulai tergantung pada situasi spesifik anak yang mengalaminya

Baca juga: Kenali Ambiguous Genitalia yang Menyerang Bayi

Genitalia ambigu jarang terjadi dan kompleks, sehingga membutuhkan tim ahli untuk mengatasinya. Tim tersebut mungkin termasuk dokter anak, ahli neonatologi, ahli urologi anak, ahli bedah umum anak, ahli endokrin, ahli genetika, dan psikologi atau pekerja sosial. 

1. Obat-obatan

Obat-obatan hormon dapat membantu memperbaiki atau mengimbangi ketidakseimbangan hormon. Contoh kasusnya adalah pada wanita yang mengalami sedikit pembesaran pada klitorisnya yang disebabkan oleh kasus hiperplasia adrenal kongenital yang minor hingga sedang. Pada kasus tersebut, penggunaan kadar hormon yang tepat dapat membantu mengatasinya.

Kamu juga bisa mendiskusikan mengenai hal ini dengan dokter di Halodoc. Komunikasi dengan mudah dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

2. Operasi

Pada anak-anak dengan genitalia ambigu, pembedahan dapat digunakan untuk mempertahankan fungsi seksual normal, dan membuat alat kelamin dengan tampil yang lebih khas.

Waktu operasi akan tergantung pada situasi spesifik anak. Beberapa dokter lebih memilih untuk menunda operasi yang dilakukan semata-mata karena alasan kosmetik sampai orang dengan genitalia ambigu cukup matang untuk berpartisipasi dalam keputusan tentang penugasan gender. 

Untuk anak perempuan dengan alat kelamin ambigu, organ seks dapat bekerja secara normal meskipun penampilan luar ambigu. Jika vagina seorang gadis tersembunyi di bawah kulitnya, operasi untuk merekonstruksi penis yang tidak lengkap dapat menormalkan penampilan dan memungkinkan ereksi. Pembedahan untuk memposisikan testis ke dalam skrotum mungkin diperlukan. 

Hasil operasi sering kali memuaskan, tetapi operasi berulang mungkin saja diperlukan. Selain itu, operasi ini juga bisa menyebabkan beberapa efek samping. Di antaranya adalah hasil kosmetik yang mengecewakan atau disfungsi seksual seperti gangguan kemampuan untuk mencapai orgasme. 

3. Perawatan yang Sedang Berlangsung

Anak-anak dengan alat kelamin ambigu membutuhkan perawatan medis yang berkelanjutan dan pemantauan untuk komplikasi, seperti skrining kanker. Perawatan ini bisa dilakukan oleh pengidapnya hingga ia dewasa. 

Baca juga: Awas, Pernah Keguguran Berisiko Kena Genitalia Ambigu

Faktor yang Dapat Menyebabkan Genitalia Ambigu

Riwayat keluarga mungkin memainkan peran dalam perkembangan genitalia ambigu, karena banyak kelainan perkembangan seks dihasilkan dari kelainan genetik yang dapat diwariskan. Selain faktor keturunan, beberapa faktor risiko yang mungkin dapat menyebabkan terjadinya genitalia ambigu adalah:

  • Kematian yang tidak dapat dijelaskan pada awal masa bayi

  • Infertilitas, tidak adanya periode menstruasi atau rambut wajah berlebihan pada wanita.

  • Kelainan genital.

  • Perkembangan fisik yang abnormal selama masa pubertas.

  • Hiperplasia adrenal kongenital, sekelompok kelainan genetik bawaan yang memengaruhi kelenjar adrenal.

Jika keluarga kamu memiliki riwayat faktor-faktor risiko ini, pertimbangkan untuk mencari saran medis sebelum mencoba untuk hamil. Kamu juga dapat memanfaatkan konseling genetik.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Ambiguous Genital