• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pneumonia pada Virus Corona Bisa Mematikan, Ini Alasannya

Pneumonia pada Virus Corona Bisa Mematikan, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Hingga kini, angka pengidap virus corona yang menjadi penyebab COVID-19 di dunia, salah satunya juga termasuk di Indonesia masih terus mengalami peningkatan. Angka yang terus meningkat ini tentunya membuat khawatir, terlebih lagi karena COVID-19 sudah menjadi pandemi global. Salah satu komplikasi yang paling berbahaya dari COVID-19 adalah pneumonia.

Pneumonia terjadi ketika kantung-kantung udara di dalam paru-paru mengalami peradangan. Pneumonia berat yang tidak segera ditangani dengan tepat bisa berakibat fatal. Untuk itu, perlu diketahui tentang pneumonia pada pengidap COVID-19. Ini ulasannya.

Baca juga: Waspada Bahaya Silent Carrier, Pengidap Corona Tanpa Gejala

Alasan Pneumonia pada Virus Corona Bisa Mematikan

Penyakit pneumonia sebenarnya tidak selalu langsung berkembang menjadi parah. Pada banyak kasus, pengidap COVID-19 hanya mengalami pneumonia ringan dan masih melakukan setidaknya kegiatan sehari-hari. Menurut Nikita Desai, M.D., dokter paru dan perawatan kritis di Cleveland Clinic, dalam hal ini, kondisi tersebut dianggap sebagai pneumonia berjalan. Pada umumnya, pneumonia menimbulkan gejala batuk, sesak napas, demam, malaise, nyeri dada, dan peningkatan produksi dahak.

Namun, dalam banyak kasus pneumonia parah, seseorang harus dirawat di rumah sakit dan memerlukan penggunaan ventilator. Jika tidak segera ditangani pneumonia berat bisa menyebabkan kematian. Melansir dari Consumer Report Organization, ketika infeksi pernafasan akibat virus corona cukup parah, kondisi tersebut dapat merusak paru-paru dan membuat pengidap rentan mengalami infeksi sekunder, yakni pneumonia bakteri. 

Selain itu, orang-orang yang paling berisiko dari pneumonia serius adalah lansia dan orang yang mengidap penyakit serius, seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. 

Baca Juga: Tak Pandang Usia, Kaum Muda Juga Bisa Terinfeksi Virus Corona

Penting untuk dicatat juga bahwa pneumonia bukan satu-satunya komplikasi COVID-19 yang berpotensi parah. Sepsis, kerusakan organ, dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) juga bisa ditimbulkan oleh COVID-19. 

Apa yang Harus Dilakukan Saat Memiliki Gejala COVID-19 atau Pneumonia?

Gejala utama COVID-19 adalah demam, batuk, dan sesak napas. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kamu harus menghubungi tenaga kesehatan apabila mengembangkan gejala-gejala ini untuk mengetahui apakah kamu perlu perawatan medis atau hanya isolasi di rumah saja. Pasalnya, banyak orang yang mungkin tidak perlu dirawat di klinik atau rumah sakit untuk COVID-19 atau pneumonia ringan.

Bagi kamu yang tidak perlu dirawat di rumah sakit, kamu tetap harus tinggal di rumah, banyak istirahat, dan tetap terhidrasi. Cobalah untuk menghindari orang lain di rumah dan terus melakukan praktik kebersihan yang baik seperti mencuci tangan dan menutupi batuk dengan benar, agar tidak menulari orang lain.

Apakah Pneumonia Akibat Virus Corona Bisa Diobati?

Meskipun COVID-19 adalah virus, orang yang mengidap pneumonia berat kemungkinan akan diberi antibiotik. Di luar itu, belum tersedia perawatan yang efektif melawan virus. Mereka yang dirawat di rumah sakit untuk COVID-19 akan menerima perawatan suportif, seperti pemasangan oksigen. 

Baca Juga: Kapan Vaksin Corona akan Tersedia?

Langkah Pencegahan Virus Corona 

Kunci utama pencegahan dari COVID-19 adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh semaksimal mungkin. Pastikan untuk makan-makanan yang sehat, cukup beristirahat, dan rajin berolahraga. Lakukan physical distancing dan rajin mencuci tangan untuk mencegah penularan virus COVID-19. Kalau kamu punya pertanyaan lain mengenai virus corona, kamu bisa bicara dengan dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Consumer Reports Organization. Diakses pada 2020. Understanding Pneumonia, a Dangerous Coronavirus Complication.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Coronavirus.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Should Know About the 2019 Coronavirus and COVID-19.