Pneumonia Sebabkan Kematian pada Balita, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pneumonia Sebabkan Kematian pada Balita, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta -  Pneumonia adalah penyakit pernapasan yang sering terjadi dibandingkan jenis penyakit pernapasan lainnya. Pneumonia terjadi ketika alveolus yaitu kantong udara yang ada di paru-paru terisi oleh nanah atau cairan lain. Akibatnya, pengidap pneumonia kesulitan untuk mendapat asupan oksigen yang cukup.

Baca Juga: Begini Tes Umum untuk Deteksi Bakteri Pneumonia

Pneumonia umumnya ditandai gejala berupa demam, batuk, dan sesak napas. Pneumonia tidak memandang usia, kondisi ini diidap oleh siapa pun termasuk balita. Balita yang terkena pneumonia perlu mendapatkan perawatan karena penyakit ini sering berisiko menyebabkan kematian pada balita. Lantas, mengapa pneumonia rentan menyebabkan kematian pada bayi? Ini penjelasannya.

Alasan Pneumonia Rentan Sebabkan Kematian pada Balita

Ada banyak faktor yang menyebabkan pneumonia, seperti infeksi virus, bakteri, jamur atau parasit. Meski banyak faktor yang berperan, sebagian besar kasus pneumonia disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virusnya berupa adenovirus, rhinovirus, virus influenza (flu), virus pernapasan syncytial (RSV), dan virus parainfluenza.

Pneumonia dimulai ketika saluran pernapasan bagian atas seperti hidung dan tenggorokan mengalami infeksi. Infeksi umumnya dimulai 2 atau 3 hari setelah sakit tenggorokan terjadi. Setelah itu cairan, seperti sel darah putih dan virus mulai berkumpul di alveolus dan menghalangi jalan udara yang mulus. Kondisi ini tentu membuat paru-paru sulit untuk bekerja dengan baik.

Pada kasus balita, pneumonia sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Sistem kekebalan tubuh balita yang belum terbentuk sempurna sehingga infeksi dapat berkembang lebih cepat ketimbang pneumonia yang menyerang orang biasa. Gejala pada balita sering dimulai dengan demam tinggi secara tiba-tiba dan napas yang terengal-engal.

Bukan cuma infeksi bakteri, pneumonia pada balita bisa disebabkan oleh batuk rejan. Jenis ini  umumnya ditandai batuk yang lama, membiru karena kekurangan udara, atau membuat bunyi “teriakan” klasik ketika mencoba menarik napas. Apabila tidak segera ditangani, Si Kecil bisa kekurangan udara dan berisiko sebabkan kematian.

Baca Juga: Baru Usia 20 Hari, Radang Paru Sudah Mengincar Bayi Mungil Ini

Kalau ibu masih ingin tahu gejala-gejala khas pneumonia yang bisa dialami Si Kecil, bicara saja dengan dokter Halodoc. Bicara dengan dokter lebih nyaman dan dapat dilakukan kapan saja, di mana saja. Oleh karena itu, download Halodoc segera di smartphone kamu, ya!

Pencegahan Pneumonia pada Si Kecil

Pencegahan utama yang bisa dilakukan yaitu melakukan vaksinasi pada Si Kecil. Vaksinasi yang diberikan yakni Hib, DTaP, MMR, flu untuk balita yang setidaknya sudah mencapai 6 bulan. Vaksin cacar air dan vaksin pneumokokus dapat membantu mencegah pneumonia. Sebaiknya, bicarakan dengan dokter untuk mengetahui lebih dalam seputar vaksin yang wajib diberikan kepada Si Kecil.

Tips pencegahan lainnya adalah menjaga kebersihan Si Kecil maupun Ibu sendiri. Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum atau sesudah memegang Si Kecil untuk mencegah penyebaran kuman. Pada balita yang berusia lebih tua, orangtua wajib untuk mengajarkan Si Kecil kebiasaan mencuci tangan. Jangan lupa untuk membersihkan peralatan bayi maupun seluruh peralatan rumah yang rentan dihinggapi kuman.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat untuk Atasi Bakteri Pneumonia

Jadikan rumah sebagai area bebas rokok. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di sekitar asap rokok bahkan untuk paparan singkat tetap berisiko menyebabkan pneumonia, infeksi saluran pernapasan atas, asma, dan infeksi telinga

.