Pola Hidup Sehat untuk Atasi Bakteri Pneumonia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pola Hidup Sehat untuk Atasi Bakteri Pneumonia

Halodoc, Jakarta –  Bakteri pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri tertentu. Yang paling umum adalah Streptococcus (pneumococcus), tetapi bakteri lain juga dapat menyebabkannya. 

Jika kamu masih muda dan pada dasarnya sehat, bakteri ini dapat hidup di tenggorokan tanpa menimbulkan masalah. Namun, jika pertahanan tubuh ataupun sistem kekebalan tubuh menjadi lemah karena suatu alasan, bakteri dapat turun ke paru-paru. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Bakteri Pneumonia

Ketika ini terjadi, kantung udara di paru-paru akan terinfeksi dan meradang, terisi dengan cairan dan menyebabkan pneumonia. Seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena bakteri pneumonia jika:

  1. Berusia 65 tahun atau lebih;

  2. Memiliki kondisi lain seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung;

  3. Sedang masa pemulihan dari operasi;

  4. Tidak mendapatkan makanan dengan benar atau mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup; dan

  5. Memiliki kondisi lain yang melemahkan pertahanan tubuh seperti merokok, minum terlalu banyak alkohol ataupun mengalami pneumonia virus.

Sejatinya pola hidup sehat dapat membatasi pergerakan bakteri pneumonia dan ini bisa kamu lakukan dengan cara:

Baca juga: Ini Bedanya Edema Paru dan Pneumonia

  1. Cuci tangan secara teratur, terutama setelah pergi ke kamar mandi dan sebelum m;akan;

  2. Makan dengan benar, dengan banyak buah dan sayuran;

  3. Olahraga; 

  4. Tidur yang cukup;

  5. Berhenti merokok; dan

  6. Jauhi orang sakit sebisa mungkin.

Buat kamu yang sedang mengalami pneumonia, mungkin akan meresepkan antibiotik. Sangat penting bagi kamu untuk meminum secara teratur dan sesuai dengan waktunya. Kalau tidak, bakteri itu mungkin tidak semuanya mati dan kamu bisa sakit lagi. Dokter mungkin juga menyarankan obat untuk rasa sakit dan demam.

Hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk memulihkan diri menjadi lebih baik:

  • Banyaklah beristirahat;

  • Minumlah banyak cairan (yang akan membantu melonggarkan paru-paru, sehingga memudahkan kamu untuk bisa batuk);

  • Gunakan pelembab udara atau mandi air hangat;

  • Jangan merokok; dan

  • Tetap di rumah sampai demam turun dan kamu tidak batuk lagi.

Mengonsumsi makanan yang bervariasi dan kaya akan pilihan makanan utuh dapat membantu tubuh pulih, dan asupan cairan yang cukup sangat penting. Air, teh herbal, sup, dan kaldu adalah cara mudah untuk meningkatkan asupan cairan sambil pulih dari pneumonia.

Dibutuhkan waktu untuk mulai merasa sakit setelah terkena bakteri ini. Jangka waktu ini disebut masa inkubasi, dan itu tergantung pada banyak hal.  Sebagian besar jenis pneumonia sembuh dalam satu atau dua minggu, meskipun batuk dapat bertahan selama beberapa minggu lebih. Dalam kasus yang parah, mungkin perlu waktu lebih lama untuk pulih sepenuhnya.

Baca juga: Waspada, Pneumonia Membuat Orang Sulit Bernapas

Kecenderungan orang yang terkena pneumonia akan merasa lebih baik di ruangan dengan pelembap udara, yang dapat meningkatkan kelembapan di udara dan menenangkan paru-paru yang teriritasi. Jika kamu memperlakukan tubuh dengan benar, itu akan memperbaiki dirinya sendiri dan akan segera kembali normal.

Perlu diketahui, pengidap pneumonia bakteri memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke atau kematian, dibandingkan dengan pasien yang didiagnosis dengan pneumonia virus. 

Ini dikarenakan pneumonia bakteri menyebabkan lebih banyak peradangan di arteri (faktor risiko penyakit jantung). Bakteri dan virus menginfeksi tubuh dengan berbagai cara. Virus masuk ke dalam sel dan menyebabkan kerusakan, sedangkan bakteri tetap berada di luar sel dan melepaskan racun ke dalam aliran darah. Mekanisme yang terakhir menyebabkan lebih banyak peradangan dalam darah, yang dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan-lapisan arteri.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pola hidup sehat untuk atasi bakteri pneumonia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.