Pola Hidup Sehat Cegah Acute Respiratory Distress Syndrome

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pola Hidup Sehat Cegah Acute Respiratory Distress Syndrome

Halodoc, Jakarta – Gagal napas dapat membuat panik karena berpotensi mengancam nyawa. Salah satu gangguan yang memicu gagal napas adalah acute respiratory distress syndrome. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai sindrom gagal napas akut, terjadi ketika cairan menumpuk di dalam paru-paru hingga memicu gagal napas. 

Baca Juga: Kenali Gejala dari Acute Respiratory Distress Syndrome

Kenali Gejala dan Penyebab Acute Respiratory Distress Syndrome

Kamu perlu mewaspadai gejala acute respiratory syndrome agar bisa mencegah risiko yang tidak diinginkan. Di antaranya adalah sesak napas, tekanan darah turun, kelelahan, banyak berkeringat, pusing, bibir dan kuku membiru, batuk kering, demam, denyut nadi cepat, hingga penurunan kesadaran.

Selain gaya hidup kurang sehat, acute respiratory distress syndrome disebabkan karena kondisi medis tertentu. Di antaranya adalah sepsis, pankreatitis, pneumonia berat, cedera kepala, luka bakar, overdosis, mendapat transfusi darah dalam jumlah banyak, tersedak muntahan, serta menghirup zat berbahaya seperti asap pekat atau uap kimia.

Baca Juga: Kecanduan Alkohol Sebabkan Acute Respiratory Distress Syndrome

Cegah Acute Respiratory Distress Syndrome dengan Gaya Hidup Sehat 

Risiko acute respiratory distress syndrome meningkat pada orang yang gemar minum alkohol, berusia lebih dari 65 tahun, merokok, dan mengidap penyakit paru-paru kronis. Maka itu, fokus utama dalam mencegah acute respiratory distress syndrome adalah dengan menghindari faktor risikonya. Berikut ini gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk mencegah acute respiratory distress syndrome:

1. Berhenti Merokok

Berhenti merokok bagi perokok aktif. Lakukan secara perlahan, mulai dari mengurangi jumlah rokok per hari. Kamu juga bisa mengganti kebiasaan merokok dengan aktivitas lain, misalnya mengalihkan keinginan merokok dengan konsumsi permen. Dalam usaha berhenti merokok, kamu perlu memberitahu orang sekitar agar menjadi pengingat. 

Jika kesulitan untuk berhenti merokok, kamu bisa meminta bantuan dengan dokter Halodoc via fitur Tanya Dokter. Untuk menggunakan aplikasi Halodoc, kamu perlu download di App Store atau Google Play.

2. Batasi Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol berlebih menjadi salah satu pemicu acute respiratory distress syndrome. Maka itu, kamu dianjurkan untuk mengurangi konsumsi alkohol. Caranya dengan rutin berolahraga, menerapkan pola tidur yang baik atau  mengalihkan keinginan minum alkohol (terutama saat stres) dengan kegiatan positif lain.

Jika masih sulit, bantuan medis diperlukan untuk mengatasi kecanduan alkohol. Di antaranya dengan detoksifikasi, konsumsi obat, serta konseling dan terapi perilaku.

3. Mendapat Vaksinasi

Vaksinasi bisa menjadi cara untuk mencegah infeksi acute respiratory distress syndrome. Misalnya, vaksinasi flu dan pneumonia. Vaksinasi flu bisa diberikan setiap tahun, sementara vaksinasi pneumonia diberikan setiap lima tahun sekali untuk mengurangi risiko infeksi paru-paru. Jika kamu berencana melakukan vaksinasi, segera membuat janji dengan dokter secara online di rumah sakit pilihan di sini.

Baca Juga: Ini Tes untuk Diagnosis Acute Respiratory Distress Syndrome

Kalau kamu punya keluhan mirip gejala acute respiratory distress syndrome, jangan ragu berbicara dengan dokter ahli untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat. Tanpa penanganan yang tepat, acute respiratory distress syndrome berpotensi menimbulkan komplikasi lebih serius, antara lain penggumpalan darah, kolaps paru-paru, infeksi, dan fibrosis paru.