Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Ulkus Duodenum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Ulkus Duodenum

Halodoc, Jakarta – Ulkus duodenum alias duodenal ulcer merupakan penyakit yang terjadi karena luka terbuka yang timbul di dinding usus 12 jari. Munculnya luka pada bagian awal usus halus ini bisa menyebabkan nyeri ulu hati hingga muntah darah. Kondisi ini sering diidentikkan dengan gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebiasaan merokok, stres, atau mengonsumsi makanan tidak sehat. Ternyata, penyakit itu sama sekali tidak disebabkan oleh hal tersebut. 

Penyakit ulkus duodenum umumnya disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, yaitu obat pereda nyeri jenis antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Jenis obat ini bisa memicu efek samping jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Selain penggunaan obat, penyakit ulkus duodenum juga bisa terjadi akibat adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori. Meski tidak berhubungan dengan gaya hidup, tetapi pengidap penyakit ini disarankan untuk melakukan pola hidup sehat. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar pola hidup sehat untuk pengidap ulkus duodenum berikut! 

Baca juga: Stres Bisa Sebabkan Munculnya Penyakit Ulkus

Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Ulkus Duodenum 

Meski tidak disebabkan oleh kebiasaan merokok, makanan pedas, maupun stres, tetapi ketiga hal itu nyatanya bisa memperparah kondisi. Kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa menyebabkan luka menjadi sulit untuk disembuhkan. Maka dari itu, mengubah pola hidup bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi penyakit ulkus duodenum. 

Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala, salah satunya adalah nyeri ulu hati yang muncul sesekali. Rasa nyeri biasanya akan semakin terasa saat perut sedang kosong. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan gejala seperti perut kembung, lemas, mual dan muntah, sensasi terbakar pada ulu hati, menurunnya nafsu makan, hingga kesulitan bernapas. 

Baca juga: 5 Tes untuk Mendeteksi Kondisi Ulkus Duodenum

Ulkus duodenum adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala yang muncul disertai dengan muntah darah, buang air besar berdarah atau perubahan warna feses menjadi hitam pekat, serta penurunan berat badan yang terjadi secara drastis. 

Ada beberapa kondisi yang disebut bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit ini, salah satunya adalah usia. Ulkus duodenum disebut lebih berisiko dan cenderung lebih sulit sembuh pada orang yang berusia di atas 70 tahun. Riwayat penyakit juga berpengaruh, orang yang pernah mengidap ulkus duodenum sebelumnya, atau mengidap tukak lambung memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit ini. 

Perubahan pola hidup menjadi salah satu cara untuk mencegah penyakit ini semakin buruk. Pengidap penyakit ini disarankan untuk rutin melakukan aktivitas fisik, membatasi konsumsi alkohol, menghindari kebiasaan merokok, serta tidak mengonsumsi makanan yang bisa memicu gejala, misalnya makanan pedas, makanan asam, kopi, dan cokelat. Biasakan juga untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun dengan frekuensi lebih sering. 

Perubahan lain yang bisa dilakukan pengidap penyakit ulkus duodenum adalah menurunkan berat badan jika berlebih, berhenti merokok, dan hindari kebiasaan makan yang salah. Jangan makan dalam waktu yang terlalu dekat dengan waktu tidur. Untuk menghindari gejala penyakit ini muncul, hindari asupan makanan setidaknya tiga jam sebelum tidur. Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami gejala menyerupai tanda penyakit ini. 

Baca juga: 3 Pilihan Pengobatan untuk Pengidap Ulkus Duodenum

Atau kamu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk bertanya seputar penyakit ulkus duodenum kepada dokter terpercaya. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terbaik. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!