• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Prosedur Pencabutan Kuku untuk Menangani Onychomicosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Prosedur Pencabutan Kuku untuk Menangani Onychomicosis

Prosedur Pencabutan Kuku untuk Menangani Onychomicosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Agustus 2020
Prosedur Pencabutan Kuku untuk Menangani Onychomicosis

Halodoc, Jakarta – Onychomicosis adalah nama medis untuk menyebut infeksi jamur pada kuku. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, dan pada umumnya bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, onychomicosis yang sudah parah dapat ditangani dengan prosedur pencabutan kuku. 

Di awal kemunculannya, onyhomicosis ditandai dengan bintik putih atau kuning pada ujung kuku. Lalu, secara perlahan, kuku akan berubah warna, menebal, dan ujungnya menjadi rapuh. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang mengganggu, selain perubahan pada kuku. 

Baca juga: Gangguan Kesehatan Bisa Dilihat dari Bentuk Kuku

Begini Prosedur Pencabutan Kuku untuk Onychomicosis

Prosedur pencabutan kuku adalah prosedur operasi, untuk mengatasi kuku yang mengalami masalah. Namun, jenis operasi yang dilakukan bisa berbeda-beda tergantung kondisi kuku. Terkait hal ini, dokter yang akan menentukan bagaimana prosedur operasi dilakukan, sesuai dengan kondisi.

Jadi, jika kamu mengalami gejala onychomicosis pada kuku, seperti yang telah dijelaskan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, agar bisa segera diperiksa dan ditangani. Selanjutnya, dokter akan menentukan bagaimana langkah penanganan yang perlu dilakukan, termasuk mempertimbangkan prosedur pencabutan kuku. 

Prosedur pencabutan kuku diawali dengan pembiusan terlebih dahulu. Lalu, kuku yang akan dicabut akan dipotong hingga ke dasarnya. Tergantung kondisi, pencabutan bisa dilakukan pada seluruh atau sebagian kuku. Pada beberapa kondisi, sebagian jaringan di sekitar kuku juga bisa diangkat. 

Setelah prosedur pencabutan kuku dilakukan, kuku akan tumbuh kembali, meski ukurannya lebih kecil dari sebelumnya. Untuk kuku jari tangan, butuh waktu sekitar setengah tahun untuk bisa tumbuh kembali, sedangkan untuk kuku jari kaki, dibutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun. 

Baca juga: Kuku Sering Patah, Mungkin 5 Hal Ini Penyebabnya

Namun, pada beberapa kondisi, jika dokter merasa perlu mencegah kuku tumbuh kembali, jaringan pertumbuhan kuku akan dibuang. Pembuangan jaringan pertumbuhan kuku ini dapat dilakukan dengan memberikan obat asam fenol. 

Pilihan Pengobatan Lain untuk Menangani Onychomicosis

Selain prosedur pencabutan kuku, ada beberapa pilihan pengobatan lain yang bisa dilakukan untuk menangani onychomicosis, yaitu:

1.Obat Pelapis Kuku

Pada kasus yang ringan, dokter dapat memberikan obat pelapis kuku bernama ciclopirox, yang berbentuk seperti kuteks. Obat ini digunakan dengan cara dioleskan pada permukaan kuku dan kulit di sekitarnya. Setiap 7 hari, lapisan kuku tersebut perlu dibersihkan dengan alkohol, lalu dilapisi lagi. 

2.Krim Kuku

Selain pelapis, ada juga krim kuku yang mengandung antijamur. Cara penggunaannya adalah dengan dioleskan pada kuku. Namun, sebelum dioleskan, pengidap perlu menipiskan kuku terlebih dahulu dengan losion khusus atau kikir kuku. Selain itu, kuku juga perlu direndam beberapa saat agar lunak. 

Baca juga: Dampak Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku untuk Kesehatan

3.Obat Antijamur Oral

DIbanding yang dioleskan pada kuku, obat antijamur oral atau yang diminum, bisa menyembuhkan infeksi lebih cepat. Contoh obatnya adalah terbinafine dan itraconazole. Soal dosis dan lama pengobatan akan ditentukan dokter, sesuai kondisi yang diidap. 

Itulah beberapa pilihan pengobatan lain untuk onychomicosis. Perlu diketahui bahwa pengobatan untuk jamur kuku dapat berlangsung lama, hingga berbulan-bulan. Bahkan, meski kondisi sudah membaik, infeksi tetap bisa terjadi lagi. 

Jika kondisi sudah cukup parah, prosedur pencabutan kuku bisa Jadi solusi. Dokter akan mengangkat kuku yang bermasalah, lalu mengoleskan obat antijamur langsung ke bagian bawah kuku yang terinfeksi. Namun, jika infeksi semakin parah, penghilangan kuku secara permanen bisa dilakukan. 

Referensi:
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2020. Nail Fungus.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Fungal Nail Infection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Nail Fungus.
WebMD. Diakses pada 2020. How to Handle Toenail Fungus.
Medscape. Diakses pada 2020. Nail Removal.
Healthline. Diakses pada 2020. Does Ingrown Toenail Surgery Hurt? Everything You Need to Know.