• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Punya Gigi Taring Besar, Apakah Perlu Potong Gigi?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Punya Gigi Taring Besar, Apakah Perlu Potong Gigi?

Punya Gigi Taring Besar, Apakah Perlu Potong Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 Desember 2021
Punya Gigi Taring Besar, Apakah Perlu Potong Gigi?

Gigi taring berfungsi untuk merobek makanan. Ketika ukurannya cukup besar, kondisi ini bisa menurunkan percaya diri dan membuat struktur gigi tidak seimbang. Dalam dunia medis, seseorang yang memiliki ukuran gigi lebih besar disebut sebagai makrodontia.”

Halodoc, Jakarta – Memiliki gigi taring dengan ukuran di atas rata-rata bisa saja membuat seseorang kurang percaya diri, terlebih saat tersenyum. Sebenarnya, memiliki ukuran gigi yang cukup besar adalah kondisi yang sangat langka. 

Sering kali, kondisi rahang yang berukuran kecillah yang membuat gigi seseorang bisa tampak lebih besar. Kalau dalam dunia medis, seseorang yang memiliki ukuran gigi lebih besar disebut sebagai makrodontia.

Melansir dari Healthline, kondisi ini dialami oleh 0,03-1,9 persen orang di seluruh dunia. Pengidap makrodontia umumnya memiliki satu atau dua gigi yang berukuran besar. Terkadang dua gigi tumbuh bersama sehingga membentuk gigi yang berukuran besar. Dalam kasus lain, gigi tunggal tumbuh besar secara tidak normal.

Seseorang yang mengidap makrodontia terkadang juga memiliki kelenjar pituitari yang lebih besar dari normal, dan mengalami pembesaran fitur di satu sisi wajah. Genetika, lingkungan, ras, dan masalah hormon dapat menyebabkan makrodontia. 

Lantas, apakah gigi taring yang berukuran besar perlu dipotong? Simak penjelasan berikut ini.

Apakah Taring Besar Perlu Dipotong?

Karena berbentuk runcing, gigi taring punya fungsi utama untuk merobek makanan. Salah satu hal unik yang dimiliki gigi taring adalah akarnya yang tunggal. Akar gigi runcing bahkan adalah akar terpanjang dari semua gigi.

Selain itu, gigi taring juga berfungsi untuk membentuk sudut mulut. Jika berukuran cukup besar, kondisi ini tentu dapat menyebabkan sejumlah masalah. Selain menurunkan estetika, ukuran gigi yang terlalu besar cenderung membuat struktur gigi tidak rata.

Nah, salah satu perawatan gigi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah recontouring gigi atau odontoplasty. Recontouring atau pembentukan kembali gigi adalah prosedur di mana sejumlah kecil email gigi dihilangkan untuk mengubah panjang, bentuk, atau permukaan gigi. Prosedur ini dilakukan dalam waktu singkat, tanpa rasa sakit dan hasilnya bisa langsung terlihat.

Tak hanya mampu mengubah ukuran gigi taring atau kondisi gigi berukuran besar lainnya, recontouring juga dapat meningkatkan kesehatan mulut dan gigi secara keseluruhan. Caranya dengan menghilangkan celah atau tumpang tindih di antara gigi di mana plak atau karang gigi dapat menumpuk.

Namun, recontouring tidak dianjurkan jika gigi mengalami keretakan yang besar atau fraktur yang dalam. Perlu diketahui bahwa recontouring bukanlah pengganti veneer atau bonding, tapi sering digunakan dalam kombinasi dengan prosedur ini.

Prosedur Recontouring Gigi

Ada beberapa langkah yang dilakukan oleh dokter gigi dalam melakukan recontouring, yaitu:

1. Pengujian awal

Pada tahap ini, dokter akan menentukan apakah kondisi gigi yang kamu alami cocok untuk dilakukan recontouring atau tidak. Dokter gigi perlu melakukan rontgen gigi untuk menentukan ukuran dan lokasi pulpa gigi. Jika lapisan email gigi terlalu tipis atau jika pulpa terletak terlalu dekat dengan permukaan gigi, recontouring mungkin tidak dianjurkan.

2. Tindakan recontouring

Prosedur recontouring tidak membutuhkan anestesi karena tindakan ini tidak bersinggungan dengan pulpa gigi. Pertama-tama, dokter akan menggunakan cakram pengamplasan atau bur berlian halus untuk menghilangkan sejumlah kecil email gigi. 

Kemudian, dokter gigi akan menggunakan potongan amplas untuk membentuk dan menghaluskan sisi-sisi gigi. Setelah dibentuk, dokter gigi akan menyelesaikan prosesnya dengan memoles gigi.

3. Hasil akhir

Nah, hasil akhir recontouring bisa kamu rasakan setelahnya. Perlu diketahui bahwa prosedur recontouring tidak digabungkan dengan prosedur kosmetik lainnya, seperti bonding atau penempatan veneer sehingga tidak memerlukan perawatan khusus atau tindak lanjut.

Jika kamu mengalami masalah gigi, segera kunjungi dokter gigi untuk mencari tahu akar masalahnya. Supaya mudah dan praktis, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc dan pilih rumah sakit atau klinik yang kamu inginkan. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi :
Healthline. Diakses pada 2021. Are My Teeth Too Big?.
Medicinet. Diakses pada 2021. Recontouring Teeth.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cavities/tooth decay.