• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Racun Antraks untuk Obati Kanker, Mitos atau Fakta?

Racun Antraks untuk Obati Kanker, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Racun Antraks untuk Obati Kanker, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta - Antraks adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat menular, dan ditularkan melalui binatang yang membawa bakteri tersebut, seperti hewan ternak. Manusia juga bisa ikut terinfeksi jika bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi. Risiko manusia terkena antraks semakin tinggi pada orang bekerja menangani antraks di laboratorium atau orang yang terpajan karena bioterorisme. 

Dilansir dari Medical News Today, para ilmuwan menguji metode yang menggunakan racun antraks untuk menyerang kanker kandung kemih. Pasalnya, metode ini berhasil dalam eksperimen yang menggunakan jaringan manusia dan hewan. Penggunaan racun antraks untuk obati kanker ini diharapkan bisa berfungsi untuk mengobati berbagai jenis kanker. Namun, seberapa ampuh?

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Inilah 3 Jenis Antraks yang Bisa Menyerang

Manfaat Racun Antraks untuk Mengobati Kanker

Tidak seperti racun bakteri lainnya, toksin antraks, yang mengikat reseptor di permukaan sel, harus dipotong oleh enzim “pengunyah” protein yang disebut protease sebelum bisa masuk dan membunuh sel kanker.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, Dr. Leppla dan rekan penulis studi Thomas Bugge, Ph.D., dari National Institute of Dental Craniofacial Research, seorang ahli protease permukaan sel, merekayasa bentuk modifikasi dari toksin antraks yang memerlukan aktivasi oleh protease permukaan sel tertentu, yang disebut MMPS dan uPA. Sel ini ditemukan pada tingkat yang jauh lebih tinggi pada tumor daripada di jaringan normal.

Ditemukan bahwa beberapa jaringan normal MMP dan uPA, yang dapat menyebabkan toksisitas pada jaringan sel kanker. Untuk meminimalkan risiko efek samping pada jaringan yang sehat, maka toksin generasi berikutnya direkayasa. Sehingga perlu kedua protease tersebut yang diaktifkan. 

Racun antraks, yang dibuat oleh bakteri Bacillus anthracis, terdiri dari tiga protein yang secara individual tidak beracun. Salah satu dari tiga protein, dikenal sebagai antigen pelindung (PA), biasanya mengikat dua reseptor permukaan sel, TEM8, dan CMG2.

Baik TEM8 dan CMG2 sudah terlibat dalam pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor, suatu proses yang dirangsang secara langsung dan tidak langsung oleh sinyal kimiawi yang dilepaskan tumor.

Baca juga: 5 Pemeriksaan untuk Mendeteksi Antraks

Menggunakan berbagai model tikus yang diubah secara genetik, tim NIH menunjukkan bahwa racun antraks yang direkayasa bekerja dengan mengikat reseptor CMG2 pada sel endotel di pembuluh darah yang memberi makan tumor, yaitu sel di jaringan hewan itu sendiri, dan bukan pada sel tumor itu sendiri. 

Menurut Dr. Leppla, racun antraks yang direkayasa membunuh pembuluh darah yang dibuat tumor oleh inang. Sedangkan pembuluh darah di berbagai jaringan yang normal tidak terpengaruh.

Pendekatan Racun Antraks untuk Target Kanker

Selama beberapa dekade, para ilmuwan sudah mengetahui bahwa sel kanker kandung kemih menghasilkan jumlah reseptor faktor pertumbuhan epidermal (EGFR) yang sangat tinggi. Peningkatan regulasi reseptor hormon pertumbuhan ini memberi target yang akan dibidik. 

Upaya sebelumnya untuk menargetkan EGFR untuk mengobati kanker kandung kemih tidak berhasil. Hal ini karena obat kanker mengandalkan EGFR untuk bekerja dengan benar dan menggunakan obat. Namun metode ini tidak selalu berfungsi normal. 

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Antraks Mematikan

Barulah para ilmuwan menggabungkan faktor pertumbuhan epidermal dengan toksin antraks yang bisa memasuki sel secara mandiri. Dengan kombinasi ini, metode secara efisien menargetkan dan menghilangkan sel tumor kandung kemih manusia, tikus, dan anjing.

Itulah yang perlu diketahui mengenai hubungan racun antraks dengan kanker. Jika kamu mengalami masalah kesehatan terkait penyakit yang dibahas di atas, segeralah hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan rekomendasi perawatan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cancer. Diakses pada 2021. Anthrax Toxin-Based Cancer Therapy Targets Tumor Blood Vessels
WebMD. Diakses pada 2021. What Is Anthrax?
Medical News Today. Diakses pada 2021. Using anthrax to fight cancer