Antraks

Pengertian Antraks

Anthrax merupakan penyakit infeksi yang ditularkan dari binatang yang membawa bakteri Bacillus anthracis. Anthrax dapat menimbulkan bermacam-macam gejala dan serangan –bisa pada kulit, saluran pencernaan, dan pernapasan.

 

Gejala Antraks

Pada kebanyakan kasus anthrax, gejala akan terlihat kurang lebih 7 hari setelah pengidap terpapar bakteri. Namun apabila penularan melalui udara, maka gejala biasanya baru akan terlihat beberapa minggu setelah spora bakteri terhirup.

Gejala anthraks dibedakan berdasarkan cara penularannya, yaitu:

  • Anthraks Kulit

Pada anthrax jenis ini, bakteri menginfeksi tubuh pengidap melalui luka sayatan atau luka lainnya di kulit. Anthrax kulit merupakan jenis yang paling sering terjadi, dan paling ringan. Dengan pengobatan yang benar, jarang sekali menyebabkan kematian. Gejalanya berupa benjolan gatal seperti gigitan serangga pada daerah yang terinfeksi. Benjolan ini kemudian menjadi borok yang tidak nyeri, dengan bagian tengah berwarna hitam. Selain itu, dapat terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di dekat lokasi luka.

  • Anthraks Inhalasi

Anthrax jenis ini berkembang saat pengidap menghirup spora anthrax. Anthrax inhalasi merupakan jenis paling mematikan. Gejala awal anthrax jenis ini menyerupai gejala penyakit flu, seperti demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan lelah. Lalu muncul rasa tidak nyaman pada dada, napas menjadi pendek, mual, batuk darah, nyeri saat menelan, demam tinggi, kesulitan bernapas, syok, serta terjadi meningitis.

  • Anthraks Gastrointestinal

Bakteri anthrax masuk ke dalam tubuh pengidap melalui konsumsi hewan yang terinfeksi anthrax, yang tidak dimasak sampai matang. Gejala anthrax gastrointestinal adalah mual dan muntah, nyeri perut, sakit kepala, nafsu makan menurun, demam, diare parah dengan kotoran bercampur darah, radang tenggorokan dan kesulitan menelan, serta pembengkakan leher.

  • Anthraks Injeksi

Biasanya bakteri masuk ke tubuh melalui injeksi obat-obatan terlarang. Jenis ini merupakan cara penularan paling baru yang ditemukan. Gejalanya berupa kemerahan pada lokasi suntikan, pembengkakan hebat, syok, kegagalan multi organ, dan meningitis.

 

Penyebab Antraks

Spora anthrax dihasilkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang terdapat di tanah. Spora ini dapat hidup tidak aktif tanpa inang selama beberapa tahun. Hewan ternak seperti kambing, biri-biri, sapi, atau kuda umumnya menjadi inang spora anthrax. Dan kebanyakan manusia tertular anthrax dari kulit atau daging hewan yang terinfeksi anthrax.

Anthrax tidak ditularkan antara satu orang ke orang lainnya. Maka dari itu, seseorang yang melakukan kontak dengan pengidap anthrax tidak perlu diimunisasi ataupun diobati. Namun, seseorang perlu waspada apabila berada di wilayah penyebaran anthrax yang sama dengan pengidap, ataupun terpapar oleh sumber infeksi (hewan ternak, dan hewan permainan) yang sama.

 

Faktor Risiko Antraks

Ada banyak faktor risiko untuk anthrax, yaitu :

  • Orang yang mengolah produk hewan
  • Dokter hewan yang bekerja dengan binatang yang terinfeksi
  • Peternak yang bekerja dengan binatang terinfeksi
  • Pelancong yang mengunjungi daerah berisiko tinggi
  • Pekerja laboratorium yang bekerja dengan anthrax
  • Tukang pos, anggota militer, dan relawan.
  • Yang terpapar selama kejadian teror biologis yang melibatkan spora anthrax
  • Memakan daging mentah dari binatang yang terinfeksi

 

Diagnosis Antraks

Dalam mendiagnosa anthrax, pemeriksaan awal adalah untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit-penyakit lainnya yang memiliki gejala serupa, misalnya flu atau pneumonia dengan gejala yang mirip anthrax inhalasi. Setelah itu, dapat dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemeriksaan patologi. Cairan dari luka yang dicurigai atau sampel jaringan kulit pada daerah yang terinfeksi akan diambil untuk diperiksa.
  • Pemeriksaan darah. Memeriksa ada-tidaknya bakteri anthrax dalam darah pengidap.
  • Fungsi lumbal (spinal tap). Pengambilan sampel cairan otak dari area tulang belakang pengidap untuk diperiksa lebih lanjut, guna mengonfirmasi diagnosis meningitis yang disebabkan oleh anthrax.
  • Pemeriksaan kotoran. Kotoran pengidap diperiksa untuk memastikan diagnosa anthrax gastrointestinal.
  • Pemindaian. Foto rontgen atau CT-scan dada, dilakukan pada pengidap yang dicurigai mengidap anthrax inhalasi.

 

Pencegahan Antraks

Untuk mencegah tertular anthrax, mereka yang sehari-hari bekerja dengan hewan atau produk hewan sebaiknya rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap kali selesai bekerja. Selain itu, selama bekerja, penting untuk selalu menggunakan alat pelindung diri yang lengkap berupa masker, goggle (semacam kacamata pelindung), sarung tangan, dan apron.

 

Pengobatan Antraks

Pengobatan anthrax adalah dengan menggunakan antibiotik. Jenis antibiotik dan lama pemberian antibiotiknya tergantung dari gejala yang dialami oleh pengidap. Namun, secara umum, antibiotik yang umumnya digunakan adalah doksisiklin atau golongan kuinolon (seperti, siprofloksasin dan levofloksasin). Jika terjadi kondisi sesak napas yang berat atau syok, perawatan di ruang rawat intensif perlu dilakukan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat akan mengunjungi daerah yang berisiko tinggi terkena penyakit anthrax, ataupun memiliki tanda-tanda dari gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, diskusikan dengan dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.