27 February 2018

Rajin Tensi Bisa Pantau Kondisi Ginjal

Rajin Tensi Bisa Pantau Kondisi Ginjal

Halodoc, Jakarta – Kepingin ginjal tetap sehat? Gampang kok caranya. Kamu hanya perlu memantau tekanan darah secara rutin. Lho, kok bisa? Nah, ternyata memeriksa kondisi ginjal juga bisa dilakukan lewat cara itu, sebab ginjal erat hubungannya dengan tekanan darah.

Ketika kamu mengidap tekanan darah tinggi, fungsi ginjal kamu akan terganggu. Bahkan, enggak menutup kemungkinan akan menimbulkan penyakit. Kata ahli, hipertensi merupakan salah satu penyebab penyakit ginjal kronik (PGK). Berdasarkan data Indonesian Renal Registry, hipertensi menyumbang 35 persen penyebab PGK paling tinggi dibandingkan dengan faktor lain.

Nah, kamu harus waspada dengan penyakit ini, sebab PGK enggak bisa disembuhkan, melainkan hanya bisa diperlambat perkembangannya. Pengidap penyakit ini enggak pernah bisa kembali normal, mereka harus menjalani pengobatan seumur hidupnya. Ngeri, kan? Makanya, kamu harus rajin memeriksa kondisi ginjal, salah satunya rutin melakukan tensi.

Kenapa Hipertensi Memengaruhi Ginjal?

Umumnya, banyak orang mengira kalau tekanan darah tinggi cuma akrab dengan penyakit jantung saja. Padahal, hipertensi ini juga bisa merusak pembuluh darah di ginjal. Di dalam ginjal sendiri terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang fungsinya sebagai penyaring guna mengeluarkan produk sisa darah.

Nah, kalau pembuluh darah di ginjal ini rusak, alhasil ada kemungkinan aliran darah berhenti membuang limbah dan cairan ekstra dari tubuh. Inilah biang keladinya. Sebab, bila ekstra cairan di dalam pembuluh darah meningkat, maka bisa meningkatkan tekanan darah. Kamu harus tahu, ini adalah siklus berbahaya.

Sayangnya, orang yang pengidap penyakit ginjal karena hipertensi, seringkali tidak merasakan gejala apa-apa. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan darah dan urine, barulah diketahui kondisi ginjal sudah parah, bahkan gagal ginjal.

Kenali Gejala Hipertensi dan Penyakit Ginjal

Menurut penelitian dalam American Heart Association, kini makin banyak saja orang sehat yang mengidap hipertensi tanpa menyadarinya. Nah, para ahli menyebut keadaan ini sebagai hipertensi bertopeng. Sesuai namanya, saat seseorang diperiksa hasil tekanan darahnya oleh dokter, ia mungkin memiliki tekanan darah yang stabil. Namun, di lain waktu tekanan darahnya bisa meroket, misalnya pada malam hari. Menariknya, risiko hipertensi yang enggak terdeteksi ini sering dialami oleh orang-orang muda, terutama pria.

Kebanyakan tekanan darah tinggi juga enggak memiliki gejala. Namun, dalam beberapa kasus hipertensi ini bisa menyebabkan sakit kepala. Nah, penyakit ginjal pun seperti itu, enggak memiliki gejala pada tahap awal.

Jadi, seseorang bisa saja telah mengalami pembengkakan yang disebut edema. Hal ini terjadi saat ginjal tidak dapat menyingkirkan cairan ekstra dan garam. Edema ini bisa terjadi di kaki, pergelangan kaki, dan kadang di tangan atau wajah.

Lalu, setelah fungsi ginjal sudah menurun, barulah gejala-gejalanya akan timbul, contohnya mual, muntah, kesulitan berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, masalah tidur, gatal atau mati rasa, kulit kering, atau sesak napas. Enggak cuma itu saja, terkadang fungsi ginjal yang sudah terganggu juga bisa membuat turunnya berat badan, kulit menjadi gelap, sakit dada, dan peningkatan atau penurunan frekuensi buang air kecil.

Faktor Risiko

Sebenarnya, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik. Contohnya diabetes, hipertensi, dan infeksi ginjal parah. Kata para ahli, penyakit ginjal erat kaitannya dengan gaya hidup. Misalnya, pola makan, stres, dan kebiasaan mengonsumsi minuman yang enggak baik buat ginjal, seperti alkohol atau jamu yang kualitasnya tidak baik (tidak jelas).

Nah, selain memeriksa kondisi ginjal lewat tensi, penyakit ini juga bisa dicegah atau diperlambat perkembangannya dengan perubahan gaya hidup, pengobatan, dan pengendalian faktor risiko. Contohnya pengendalian gula darah dan tekanan darah.

Nah, sudah tahu kan cara mudah untuk memeriksa kondisi ginjal. Yuk, rutin mengukur tensi agar kesehatan ginjal kamu tetap terjaga. Kamu bisa lho menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah ini. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!