Rambut Tumbuh Berlebih, Kenali Fakta Hirsutisme pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Rambut Tumbuh Berlebih, Kenali Fakta Hirsutisme pada Wanita

Halodoc, Jakarta – Hirsutisme adalah penyakit yang membuat wanita ditumbuhi rambut berlebih, di bagian yang biasanya rambut pria tumbuh, seperti bibir atas, dagu, cambang, dada, dan punggung.

Penyakit ini disebabkan karena faktor genetik, sehingga seseorang yang memiliki riwayat kondisi serupa, berpotensi lebih tinggi mengalami hirsutisme. Penyebab lainnya adalah faktor hormonal (tingginya kadar androgen), sindrom ovarium polikistik, dan efek samping konsumsi steroid secara berlebih.

Baca Juga: Ini 3 Penyebab Hirsutisme pada Wanita

Meski bukan kondisi serius, hirsutisme bisa menurunkan rasa percaya diri seorang wanita. Kabar baiknya, pertumbuhan rambut berlebih ini bisa diatasi dengan terapi. Lantas, apakah hirsutisme hanya ditandai dengan pertumbuhan rambut berlebih? Bagaimana cara mengatasi hirsutisme? Kenali fakta lengkap hirsutisme di sini.

Tanda dan Gejala Hirsutisme

Pada pengidap hirsutisme, rambut yang tumbuh cenderung tebal dan berwarna gelap. Tanda lainnya adalah produksi keringat yang berlebihan, jerawat, siklus menstruasi tidak teratur, dan ukuran payudara kecil.

Pada kasus yang parah, hirsutisme menyebabkan pertumbuhan rambut abnormal (terlalu cepat atau kebotakan), suara berat seperti pria, otot tubuh berkembang, perubahan gairah seksual, hingga masalah kesuburan.

Baca Juga: Wanita Berkumis Punya Kelainan Hormon?

Diagnosis dan Pengobatan Hirsutisme

Diagnosis hirsutisme diawali dengan menanyakan gejala dan riwayat konsumsi obat, serta pemeriksaan fisik pada area tubuh yang ditumbuhi rambut. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengukur kadar hormon androgen dalam tubuh pengidap.

Bila kadar hormon androgen tinggi, dokter melakukan USG atau CT scan untuk memeriksa kemungkinan adanya kista atau tumor pada indung telur dan kelenjar adrenal.

Setelah diagnosis ditetapkan, berikut penanganan hirsutisme yang bisa dijalani pengidap:

  • Konsumsi obat, hasilnya terlihat setelah digunakan selama enam bulan. Misalnya, obat antiandrogen dan pil KB.

  • Cukur rambut. Kamu bisa melakukannya di rumah, dengan prosedur yang mirip saat pria mencukur kumis atau jenggot.  Pastikan kamu menggunakan krim cukur sebelum memangkas rambut yang tumbuh.

  • Laser hair removal. Terapi ini menggunakan sinar laser yang mampu merusak folikel rambut dan mencegah pertumbuhannya kembali. Efek samping yang mungkin timbul adalah kulit menjadi kemerahan, sensasi terbakar, serta kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi) dan bengkak.

  • Terapi elektrolisis, bertujuan untuk menghilangkan rambut dengan arus listrik. Prosedur ini dilakukan dengan mengoleskan obat bius terlebih dahulu pada kulit untuk mengurangi nyeri. Dibutuhkan beberapa kali terapi hingga hasilnya terlihat.

  • Waxing. Prosedur yang bisa dilakukan di rumah, tapi lebih aman jika kamu melakukannya di salon atau klinik kecantikan. Waxing dilakukan dengan mengoleskan lilin panas pada rambut, kemudian dibiarkan mengeras sebelum rambut dicabut. Hasil yang didapat cenderung cepat, tapi berpotensi menimbulkan iritasi dan membuat kulit kemerahan.

  • Pakai zat depilator atau perontok rambut. Zat ini tersedia dalam bentuk krim, losion, atau gel yang bekerja dengan cara menghancurkan protein rambut agar rontok secara alami. Sebaiknya kamu berbicara pada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya, karena zat ini bisa menyebabkan alergi.

Baca Juga: Benarkah Cewek Berkumis Sering Dibilang Punya Napsu Besar, Ini Faktanya!

Itulah gejala hirsutisme yang perlu diwaspadai. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar hirsutisme, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!