19 November 2018

Rentan Menyerang Ibu Hamil, Hati-hati Risiko Emboli

Rentan Menyerang Ibu Hamil, Hati-hati Risiko Emboli

Halodoc, Jakarta - Ada banyak hal dalam tubuh wanita yang akan berubah selama masa kehamilan. Perubahan hormon dan berbagai risiko penyakit yang mengintai, menjadi hal yang kerap membuat kehamilan menjadi masa-masa yang penuh tantangan. Salah satu risiko penyakit yang mengintai wanita selama kehamilan maupun saat melahirkan adalah emboli.

Terdapat dua jenis emboli yang risikonya lebih besar terjadi pada ibu hamil. Berikut di antaranya:

1. Emboli Paru

Emboli paru merupakan suatu kondisi yang terjadi saat pembuluh darah arteri pada paru-paru tersumbat secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan oleh pecahnya gumpalan darah beku pada pembuluh darah kaki, yang kemudian bergerak ke pembuluh arteri pada paru-paru dan menghalangi aliran darah. Kondisi ini bisa menjadi sangat serius, dan memiliki risiko lebih besar untuk terjadi pada ibu hamil.

Mengapa demikian? Karena saat hamil, wanita mengalami berbagai perubahan dalam tubuhnya, sebagai berikut:

  • Perubahan hormon dan komposisi darah dalam tubuh, yang memengaruhi pembekuan darah.

  • Berkurangnya aliran darah pada bagian kaki, akibat berat tubuh janin yang menekan pembuluh-pembuluh darah.

  • Terjadinya cedera pada pembuluh darah saat melahirkan normal atau dengan bantuan operasi.

Perlu diketahui pula bahwa wanita yang hamil pada usia di atas 35 tahun atau mengalami obesitas ketika hamil, memiliki risiko yang lebih besar lagi, akan terjadinya penggumpalan darah yang bisa memicu emboli paru. Namun, setelah melahirkan, risiko terjadinya emboli paru pun akan berkurang secara perlahan.

2. Emboli Cairan Amniotik

Emboli jenis ini terbilang cukup langka, tetapi jika terjadi dapat menimbulkan kondisi yang cukup serius. Emboli cairan amniotik merupakan kondisi ketika cairan amniotik (cairan yang mengelilingi janin dalam rahim), atau material lain yang berhubungan dengan janin, masuk ke dalam aliran darah sang ibu.

Kondisi ini kemungkinan besar terjadi saat proses melahirkan, atau sesaat setelahnya, dan bisa juga dipicu oleh trauma, benturan, atau kecelakaan yang terjadi selama kehamilan. Emboli cairan amniotik merupakan salah satu kondisi yang sulit untuk terdiagnosis, dan bisa berkembang secara tiba-tiba dengan cepat.

Berikut tanda dan gejala yang akan muncul ketika emboli cairan amniotik terjadi:

  • Sesak napas.

  • Terdapat cairan yang berlebihan pada paru-paru.

  • Kegagalan jantung untuk memompa darah.

  • Menurunnya tekanan darah secara mendadak.

  • Kedinginan.

  • Meningkatnya denyut jantung atau adanya gangguan pada ritme detak jantung.

  • Janin mengalami penurunan denyut jantung, atau kondisi detak jantung yang tidak normal.

  • Kejang-kejang.

  • Koma.

Emboli cairan amniotik umumnya terjadi karena beberapa faktor risiko berikut:

  • Usia. Ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun akan berisiko lebih besar mengalami emboli cairan amniotik.

  • Masalah pada plasenta. Jika terdapat keabnormalan pada plasenta, risiko terjadinya emboli cairan amniotik pun akan meningkat.

  • Kelahiran dengan operasi caesar, karena prosedur operasi ini juga bisa memecah penghalang fisik antara ibu dan janin.

  • Pre-eklampsia, yaitu suatu kondisi tingginya tekanan darah dan adanya kandungan protein yang berlebihan di dalam urine setelah minggu ke-20 kehamilan.

  • Polyhydramnios, yaitu suatu kondisi terlalu banyaknya cairan amniotik yang mengelilingi janin dalam rahim.

Itu lah sedikit penjelasan tentang emboli yang rentan menyerang ibu hamil. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: