• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ribuan Babi Terjangkit Kolera, Amankah Dikonsumsi?

Ribuan Babi Terjangkit Kolera, Amankah Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ribuan Babi Terjangkit Kolera, Amankah Dikonsumsi?

“Babi adalah salah satu hewan ternak yang rentan terkena penyakit. Salah satu gangguan yang dapat terjadi dan mematikan adalah kolera. Namun, banyak orang yang bertanya tentang keamanan dagingnya saat dikonsumsi.”

Halodoc, Jakarta- Sebanyak 1.985 ekor ternak babi di Sumatera Utara terjangkit virus Hog Cholera atau kolera babi. Berdasarkan laporan pemerintah setempat, penyebaran virus terjadi di tujuh kabupaten. Tapanuli Utara, Dairi, dan Humbang Hasundutan, menempati tingkat penularan paling tinggi. 

Akibatnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara menyiapkan sekitar 10.000 vaksin. Selain vaksin, penyediaan desinfektan dan pelaksanaan karantina juga dilakukan. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah virus menjangkiti hewan ternak yang masih sehat. 

Padahal, hewan ternak ini termasuk salah satu sumber makanan yang paling banyak dikonsumsi manusia. Hal yang ditakutkan, infeksi virus ini dapat menyebabkan kematian bagi hewan ternak, lalu bagaimana saat dimakan manusia? Adakah dampak buruk yang dapat terjadi setelah mengonsumsi daging dari hewan ternak yang terserang kolera? Baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Flu Babi Disebabkan oleh Hewan? Cari Tahu Dulu Fakta Ini

Apa Itu Hog Cholera? 

Hog Cholera adalah penyakit virus babi yang serius dan dapat menimbulkan masalah yang fatal pada hewan tersebut. Penyakit yang disebut juga kolera babi ini memiliki nama lain demam babi klasik. Ternak yang terjangkit virus ini, dapat menulari ternak lainnya yang sehat. Selain menular, penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada ternak karena merusak sistem kekebalan tubuh ternak.

Virus ini ditularkan dari babi yang telah terinfeksi melalui agen pembawanya, seperti kendaraan yang memindahkan hewan tersebut dan seseorang yang sering berpindah-pindah dari satu peternakan ke peternakan lainnya. Selain itu, penyakit ini dapat menyerang babi tanpa mengenal usia dan dapat terjadi baik dari kontak langsung maupun kontak tidak langsung.

Meskipun ternak babi sudah pulih atau sembuh dari penyakit tersebut, penularan akan terus terjadi kepada ternak lain yang belum divaksin. Namun, jangan khawatir karena penularan virus kolera ini tidak akan terjadi pada manusia. Penularan hanya akan terjadi pada ternak jenis babi.

Amankah Dagingnya untuk Dikonsumsi?

Faktanya, penularan virus kolera babi hanya terjadi pada babi dan belum terbukti jika manusia dapat tertular. Oleh sebab itu, daging ternak yang terjangkit virus ini tetap aman untuk dikonsumsi. Namun, kamu harus memperhatikan bagaimana proses penyajiannya. 

Meskipun dagingnya aman untuk dikonsumsi, daging yang tidak dimasak dengan baik tentu dapat menimbulkan berbagai macam gejala medis, seperti diare atau muntah-muntah. Hal ini umumnya disebabkan oleh daging yang dihinggapi berbagai kuman, atau bakteri salmonella. 

Maka dari itu, pastikan untuk selalu memasak daging sampai benar-benar matang untuk menjamin bahwa bakteri dan kuman penyebab berbagai penyakit hilang. Dengan begitu, segala dampak buruk yang dapat terjadi akibat mengonsumsi daging yang telah terinfeksi virus kolera babi dapat dihindari.

Baca juga: Selain Vaksin, Ini 3 Cara Mencegah Flu Babi

Ketahui Gejala Hog Cholera

Gejala yang ditimbulkan akibat penularan virus ini sebenarnya bersifat tidak spesifik. Babi yang terjangkit penyakit kolera babi umumnya akan mengalami berbagai gejala, seperti:

  • Demam (41 derajat Celcius).
  • Muntah-muntah.
  • Konstipasi yang diikuti oleh diare.
  • Sianosis kulit.
  • Batuk-batuk ataksia.
  • Anoreksia, letargi leukopenia yang parah. 
  • Pembesaran atau pembengkakan kelenjar getah bening. 
  • Multifokal hiperemia atau luka hemoragik pada kulit.
  • Konjungtivitis.
  • paresis dan kejang-kejang.

Jika kamu memiliki peternakan babi, sebaiknya lebih waspada terhadap gejala yang telah disebutkan. Apabila ada hewan yang menunjukkan gejala tersebut, ada baiknya segera dipisahkan. Setelah itu, segera lakukan penanganan untuk menurunkan risiko penularan dan kematian terhadap ternak babi lainnya.

Sementara itu, babi yang telah dewasa terbilang lebih kuat untuk bertahan hidup saat terserang infeksi dari virus ini jika dibandingkan dengan babi yang masih berusia muda. Hal ini karena sistem imunitasnya yang lebih kuat dan stabil, sehingga dampak buruk yang dapat timbul bisa diredam.

Baca juga: Dapatkah Flu Babi Menyerang Hewan Peliharaan?

Pengawasan dan pengendalian dari penyakit kolera babi ini perlu dilakukan dengan vaksinasi. Tindakan cepat juga perlu dilakukan untuk memberantas ternak yang sudah terjangkit, serta menerapkan pencegahan agar babi tidak terpapar. Selalu pastikan untuk memasak daging babi dengan benar sebelum dikonsumsi agar virus pada daging dapat dipastikan sudah hilang.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait segala penyakit yang berisiko terjadi akibat mengonsumsi daging babi, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjawabnya. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam berinteraksi dengan ahli medis bisa dilakukan dengan penggunaan smartphone. Nikmati kemudahannya sekarang juga!

Referensi: 
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Key Facts about Swine Influenza (Swine Flu) in Pigs.
Britannica. Diakses pada 2021. Hog cholera.