Risiko Operasi pada Hematoma Subdural Bisa Fatal?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
hematoma subdural, jenis trauma kepala

Halodoc, Jakarta - Cedera kepala merupakan salah satu konsekuensi yang umum terjadi saat berolahraga. Selain itu, cedera kepala juga dapat terjadi karena kecelakaan saat berkendara. Tahukah kamu jika trauma kepala dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius? Hematoma subdural merupakan salah satu jenis trauma kepala berat yang harus diwaspadai.

Baca juga: Benturan Keras Bisa Sebabkan Hematoma Subdural?

Hematoma subdural, atau yang lebih akrab disapa dengan pendarahan otak merupakan kondisi yang terjadi ketika terjadi pendarahan di antara dua lapisan otak, yaitu lapisan arachnoid dan lapisan dura. Jika volume darah yang keluar sangat banyak, akan terjadi peningkatan tekanan pada otak, sehingga risiko terjadinya kerusakan jaringan otak yang membahayakan nyawa bisa saja terjadi.

Hematoma subdural merupakan perdarahan di dalam otak yang terjadi karena hantaman atau benturan yang cukup keras pada kepala, sehingga otak bergetar dan terbentur dinding tengkorang. Apakah operasi yang dilakukan guna mengatasi hematoma subdural dapat berakibat fatal?

Operasi pada Hematoma Subdural Bisa Berakibat Fatal, Benarkah?

Penanganan yang dilakukan pada pengidap hematoma subdural akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi, lokasi terjadinya, serta anggota tubuh mana yang terkena dampaknya. Terkadang prosedur operasi diperlukan, jika hematoma sudah meluas pada jaringan disekitarnya. Tindakan operasi akan dilakukan dengan membuka tulang tengkorak dan mengeluarkan darah yang terdapat di dalam otak.

Prosedur operasi yang dilakukan disebut dengan kraniotomi, yaitu proses pembedahan otak yang dilakukan dengan membuka tulang tengkorak guna memperbaiki gangguan yang terjadi. Operasi ini merupakan operasi besar, sehingga sebelum melakukannya, kamu perlu mengetahui informasi apapun seputar kraniotomi.

Baca juga: Beda Epidural Hematoma dan Subdural Hematoma

Kraniotomi merupakan operasi besar yang memiliki risiko komplikasi yang bisa saja terjadi, beberapa di antaranya:

  • Infeksi.

  • Pendarahan.

  • Pembengkakan pada otak.

  • Kejang-kejang.

  • Tekanan darah yang tidak stabil.

  • Kelemahan pada otot.

  • Kehilangan kesadaran.

Kamu juga bisa saja mengalami beberapa hal, seperti kesulitan berbicara, menurunnya kemampuan penglihatan, demam dan menggigil, serta keluarnya nanah pada area operasi. Jika hal ini terjadi, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejala yang Muncul pada Pengidap Hematoma Subdural

Gejala yang muncul akan tergantung pada seberapa parah cedera yang dialami, seberapa besar cedera, serta lokasi terjadinya. Gejala bisa saja muncul beberapa minggu setelah terjadinya cedera. Jika diketahui terdapat tekanan pada otak, gejala akan meliputi:

  • Muntah-muntah.

  • Penurunan tingkat kesadaran.

  • Sakit kepala.

  • Amnesia.

  • Kejang-kejang.

  • Kesulitan berjalan.

  • Mengalami perubahan kepribadian.

  • Bicara melantur.

Pada kasus yang parah, gejala yang dapat muncul meliputi stroke, tumor, demensia, atau masalah lain pada otak. Untuk itu, segera temui dokter jika kamu baru saja mengalami cedera pada kepala, terutama jika cedera mengakibatkan pendarahan luar yang ditandai dengan pendarahan terbuka pada kepala.

Baca juga: 10 Jenis Hematoma, Kumpulan Darah Abnormal di Luar Pembuluh Darah

Jika Hematoma Subdural Dibiarkan, Apa yang Akan Terjadi?

Komplikasi bisa saja terjadi sesaat setelah terjadinya cedera, atau setelah prosedur penanganan dilakukan. Komplikasi yang terjadi meliputi:

  • Herniasi otak, yaitu kondisi yang terjadi ketika jaringan otak dan cairan otak (cerebrospinal fluid) bergeser dari posisi normalnya. Hal tersebut dapat menyebabkan koma, bahkan kehilangan nyawa.

  • Mati rasa atau kelemahan otot yang bersifat permanen.

Tingkat keparahan komplikasi akan tergantung pada keparahan cedera yang dialami. Bahkan, komplikasi dapat meningkat jika kamu sebelumnya sudah mengidap masalah kesehatan atau cedera pada kepala.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Subdural Hematoma. 
Healthline. Diakses pada 2019. Subdural Hematoma.