14 November 2018

Risiko yang Bisa Ditimbulkan oleh Hepatitis A

Risiko yang Bisa Ditimbulkan oleh Hepatitis A

Halodoc, Jakarta – Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini terutama menyebar ketika orang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksinasi) menelan makanan atau air yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi. Penyakit ini terkait erat dengan air yang tidak aman atau makanan, sanitasi yang tidak memadai, dan kebersihan pribadi yang buruk.

Tidak seperti hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang fatal. Akan tetapi, ada risiko lain yang ditimbulkannya, seperti dapat menyebabkan gejala yang melemahkan dan hepatitis fulminan (gagal hati akut) yang seringnya berakibat fatal.

Virus hepatitis A adalah salah satu penyebab tersering infeksi makanan. Epidemi yang terkait dengan makanan atau air yang terkontaminasi dapat meledak secara eksplosif, seperti epidemi di Shanghai pada tahun 1988 yang memengaruhi sekitar 300.000 orang.

Gejala Hepatitis A

Masa inkubasi hepatitis A biasanya 14—28 hari. Gejala hepatitis A bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Seperti, berupa demam, malaise, kehilangan nafsu makan, diare, mual, ketidaknyamanan perut, urine berwarna gelap, dan ikterus (kulit dan mata menjadi kuning).

Tidak semua orang yang terinfeksi akan memiliki semua gejala. Orang dewasa memiliki tanda dan gejala penyakit lebih sering daripada anak-anak. Tingkat keparahan penyakit dan hasil fatal lebih tinggi pada kelompok usia yang lebih tua. Anak-anak yang terinfeksi di bawah usia 6 tahun biasanya tidak mengalami gejala yang nyata di mana hanya 10 persen mengalami ikterus.

Di antara anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, infeksi biasanya menyebabkan gejala yang lebih parah, dengan ikterus terjadi pada lebih dari 70 persen kasus. Hepatitis A kadang-kadang kambuh. Orang yang baru sembuh jatuh sakit lagi dengan episode akut lainnya.

Siapa yang berisiko?

Siapa pun yang belum divaksinasi atau yang sebelumnya terinfeksi dapat terinfeksi virus hepatitis A. Di daerah di mana virus tersebar luas (endemisitas tinggi), sebagian besar infeksi hepatitis A terjadi pada anak usia dini. Faktor risiko di daerah endemisitas menengah dan tinggi meliputi:

  1. Sanitasi yang buruk

  2. Kekurangan air bersih

  3. Penggunaan Narkoba

  4. Tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi

  5. Menjadi pasangan seksual seseorang dengan infeksi hepatitis A akut

  6. Bepergian ke daerah endemisitas tinggi tanpa diimunisasi

Komplikasi Hepatitis A

Hepatitis A dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius yang mungkin terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Misalnya, beberapa orang mengalami pankreatitis. Ini berarti pankreas kelenjar yang membantu mencerna makanan dan mengontrol gula darah menjadi meradang.

Kamu mungkin harus berhenti makan selama beberapa hari untuk beristirahat. Jika berisiko mengalami dehidrasi, kamu perlu pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui infus. Guillain-Barre Syndrome (GBS) juga bisa dibawa oleh hepatitis A. GBS adalah gangguan di mana sistem kekebalan tubuhmu menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kelemahan otot dan bahkan kelumpuhan.

Tidak ada obat untuk GBS, tetapi perawatan tertentu yang diberikan di rumah sakit dapat mengurangi gejalanya dan membuatnya sembuh lebih cepat. Salah satunya adalah terapi imunoglobulin dosis tinggi. Pada terapi ini kamu diberi protein melalui infus untuk meningkatkan sistem kekebalan.

Sangat jarang, hepatitis A menyebabkan gagal hati. Ini kemungkinan besar terjadi pada orang yang sudah berumur dan sudah memiliki tipe lain dari penyakit hati atau mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai risiko yang bisa ditimbulkan oleh hepatitis A serta penyebaran dan pencegahannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: