Rontgen Dada untuk Pemeriksaan Infeksi Saluran Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Rontgen Dada untuk Pemeriksaan Infeksi Saluran Pernapasan

Halodoc, Jakarta – Rontgen adalah tes pencitraan menggunakan radiasi dosis kecil untuk menghasilkan gambar-gambar organ, jaringan, dan tulang tubuh. Rontgen di bagian dada  membantu menemukan kelainan atau penyakit pada saluran pernapasan, pembuluh darah, tulang, jantung, dan paru-paru. Rontgen dada juga dapat menentukan apakah terdapat cairan atau udara di bagian paru-paru seseorang.

Baca Juga: 3 Jenis Latihan Pernapasan untuk Hilangkan Stres

Dokter dapat melakukan rontgen dada karena berbagai alasan, termasuk untuk menilai cedera akibat kecelakaan atau untuk memantau perkembangan penyakit, contohnya infeksi saluran pernapasan. Prosedur rontgen dada sangat mudah, cepat, dan efektif serta berguna untuk membantu dokter melihat beberapa organ yang paling vital.

Persiapan Rontgen Dada

Persiapan rontgen dada sangat simpel. Sebelum pemindaian, kamu harus melepas perhiasan, kacamata, tindikan badan, atau logam lain yang menempel pada tubuh. Beri tahu dokter jika kamu memiliki alat implan bedah, seperti katup jantung atau alat pacu jantung. Dokter mungkin memilih rontgen dada jika kamu memiliki implan logam ketimbang prosedur pemindaian lainnya.

Pemindaian lain, seperti MRI, dapat berisiko bagi orang yang memiliki logam di tubuhnya. Sebelum rontgen, kamu akan disuruh untuk membuka pakaian dari pinggang ke atas dan menggantinya menjadi pakaian rumah sakit.

Proses Rontgen Dada

Rontgen dilakukan di dalam ruangan khusus dengan kamera yang terpasang pada lengan logam besar dan dapat digerakkan. Kamu akan diminta berdiri di samping plat yang berisi film sinar-X atau sensor khusus untuk merekam gambar pada komputer. Kamu juga akan diminta mengenakan celemek timah untuk menutupi alat kelamin. Ini karena, sperma pria dan telur wanita bisa rusak akibat pancaran radiasi.

Teknisi sinar-X akan memberitahu cara berdiri dan akan merekam tampilan depan dan samping dada. Saat gambar diambil, kamu harus menahan napas agar dada  tetap diam. Sebab, jika kamu bergerak sedikit saja, gambar mungkin bisa menjadi buram. Saat radiasi melewati tubuh dan ke plat, bahan yang lebih padat, seperti tulang dan otot-otot jantung akan tampak berwarna putih. Pengambilan gambar rontgen dada biasanya memakan waktu sekitar 20 menit.

Baca Juga: Ini Gejala Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang Perlu Diwaspadai

Apakah Ada Risiko Komplikasi yang Terkait dengan Rontgen Dada?

Risiko radiasi lebih sedikit kemungkinannya ketimbang manfaat diagnosis yang didapat dari rontgen dada. Radiasi yang dihasilkan rontgen dada juga masih tergolong kecil dan tentunya aman.

Namun, dokter tidak merekomendasikan rontgen jika dalam kondisi hamil atau diduga hamil. Sebab, radiasi dapat membahayakan bayi yang belum lahir dan berisiko cacat lahir atau keguguran. Jika kamu curiga mengalami kehamilan, sebaiknya beritahu dokter terlebih dahulu.

Bagaimana Hasil dari Rontgen Dada?

Laboratorium biasanya mencetak gambar dari rontgen dada pada lembaran film yang besar. Jika dilihat dengan latar belakang yang terang, dokter dapat mencari berbagai masalah, termasuk infeksi saluran pernapasan. Pada saluran pernapasan, dokter mungkin akan fokus untuk melihat  corakan, kondisi paru-paru dan jalan napas. Seorang ahli radiologi juga memeriksa gambar-gambar dan memberikan interpretasi pada dokter. Dokter akan mendiskusikan hasil rontgen dengan pengidap pada pertemuan selanjutnya.

Baca Juga: 4 Penyakit Pernapasan yang Perlu Diwaspadai

Itulah penjelasan terkait dengan prosedur rontgen dada. Apabila kamu memiliki keluhan seputar infeksi pernapasan, jangan ragu untuk bertanya ke dokter Halodoc. Gunakan fitur  Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!