04 June 2018

Sahur Hanya Minum Susu atau Sereal, Apa Akibatnya?

Sahur Hanya Minum Susu atau Sereal, Apa Akibatnya?

Halodoc, Jakarta – Makan saat dini hari memang bukan kebiasaan yang bisa dilakukan semua orang, apalagi saat puasa. Masih mengantuk dan belum lapar membuat sebagian orang memilih makan seadanya saja dengan alasan belum terlalu lapar dan tidak nafsu makan. Akibatnya, pilihan sahur dengan susu dan sereal dilakukan supaya asal perut terisi saja.

Pertimbangan kalau susu memiliki manfaat dan sumber energi pada tubuh dilakoni, sehingga minum susu saja sebagai sahur dibenarkan. Padahal menurut kesehatan, hanya mengonsumsi susu saja saat sahur tidak akan mencukupi kebutuhan energi tubuh harian.

Kurang lebih hanya ada 300 miligram kalsium dalam secangkir susu ukuran 250 mililiter. Padahal, kebutuhan kalsium orang dewasa mencapai 1000 magnesium per hari. Demikian juga dengan kandungan protein yang hanya 8 gram, sedangkan kebutuhan perharinya mencapai 56-65 gram. Minum susu saja juga bisa menimbulkan perut kembung. (Baca juga: 5 Kebiasaan Tak Sehat saat Puasa)

Walaupun kamu mengonsumsi susu dengan sereal, tetap saja kandungan nutrisi antara kombinasi keduanya juga tidak akan mencukupi kebutuhan nutrisi harianmu. Justru susu sebenarnya adalah pelengkap, kamu tetap butuh makanan lain sebagai penunjang kebutuhan nutrisimu.

Menganggap remeh terhadap asupan sahur justru berpeluang besar membuat puasamu batal karena perut kembung, perih, atau lapar yang tidak pada tempatnya. Gangguan pencernaan kerap menjadi penyebab seseorang tidak bisa menjalankan puasanya secara maksimal. Pemilihan menu sahur yang tidak tepat, misalnya sahur dengan susu dan sereal saja, cenderung membuat seseorang kekurangan energi. (Baca juga: 5 Manfaat Buah Blewah untuk Kesahatan)

Selain sahur, saat buka puasa juga disarankan untuk meminum susu. Namun tentunya, tidak langsung berbuka dengan susu, ya. Kamu bisa mengatur kapan waktu minum susu yang tepat. Baiknya setelah kamu berbuka dan makan makanan berat. Susu juga bisa diminum sebelum tidur, sehingga juga bisa memberikan manfaat tidur yang lelap dan nyenyak.

Selain pemilihan makanan yang salah, kualitas makanan juga perlu diperhatikan. Kecenderungan memanaskan makanan terlalu sering justru membuat makanan kehilangan nutrisinya atau malah basi, sehingga tidak enak lagi dikonsumsi dan malah bikin sakit perut. (Baca juga: 5 Tips Memanaskan Makanan untuk Sahur)

Makanan yang terlalu banyak lemak ternyata juga bisa membuat proses pencernaan terlalu lama, sehingga tidak baik untuk usus dan sistem pencernaan. Biasanya orang-orang memiliki kebiasaan untuk kembali tidur saat sahur. Mengonsumsi makanan yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna juga tidak disarankan saat sahur. Ada akibat di mana makanan berbalik arah, sehingga semakin sulit untuk dicerna.

Makanya perlu diperhatikan, setelah sahur jangan langsung tidur. Setidaknya duduk selama lebih kurang 30-45 menit, supaya makanan turun sempurna dan dicerna dengan baik. Membatasi minum kopi dan teh saat sahur juga bisa jadi pertimbangan. Sebab, kedua jenis minuman tersebut memang dapat memicu buang air kecil terus-menerus, sehingga tidak baik untuk dilakukan selama puasa.

Kalau kamu tetap ingin memasukkan teh ke dalam menu sahurmu, upayakan untuk menyeduh teh tidak terlalu kental supaya mengurangi buang air kecil. Sedangkan, kopi baiknya diminum setelah berbuka puasa saja.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai menu sahur yang baik dan direkomendasikan supaya tubuh tetap sehat dan fit sehingga puasa lebih maksimal, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.