• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Gigi Bisa Picu Infeksi Otak, Benarkah?

Sakit Gigi Bisa Picu Infeksi Otak, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Infeksi otak biasanya disebabkan oleh adanya kuman, virus atau bakteri yang masuk ke dalam otak. Bukan hanya itu, ternyata penyakit berbahaya yang satu ini juga dapat disebabkan oleh faktor non-infeksi, seperti penyakit TBC, kanker, bahkan adanya masalah pada gigi. Berikut penjelasannya!

Baca juga: 3 Jenis Infeksi Otak yang Perlu Diketahui

Sakit Gigi Ternyata Bisa Picu Infeksi Otak

Infeksi otak dikenal dengan istilah meningitis. Berdasarkan dari penyebabnya, infeksi otak ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Meningitis Virus

Pada pengidap meningitis jenis ini, gejala yang muncul tergolong ringan, sehingga dapat pulih dengan sendirinya. Berbeda dengan jenis yang lainnya, meningitis karena virus dapat lebih mudah menyebar dibanding yang yang lainnya. Virus penyebab meningitis ini dapat menyebar melalui udara, saat pengidap bersin atau batuk, berbagi barang pribadi, atau menyentuh benda yang telah terkontaminasi air liur pengidap.

  • Meningitis Parasit

Pada pengidap meningitis jenis ini, penularan tidak dapat ditularkan melalui kontak langsung. Parasit Angiostrongylus cantonensis dan Baylisascaris procyonis umumnya terdapat pada kotoran, makanan, serta hewan seperti siput, ikan, dan unggas. Penularan akan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang berbahan dasar hewan tersebut atau melakukan aktivitas yang berpotensi tertular parasit, seperti berenang.

  • Meningitis Jamur

Kasus meningitis yang disebabkan oleh jamur masih jarang terjadi. Pengidap biasanya memiliki sistem imunitas tubuh yang rendah, seperti pada pengidap kanker dan AIDS. Jamur penyebab infeksi otak, seperti cryptococcus, blastomyces, histoplasma, dan coccidioides biasanya terdapat pada kotoran hewan, seperti burung dan kelelawar yang ditularkan melalui tanah atau debu yang terhirup oleh seseorang.

  • Meningitis Bakteri

Meningitis bakteri dapat dibedakan berdasarkan jenis bakteri penyebabnya, yaitu:

  • Listeria monocytogenes, yaitu bakteri umum terdapat pada makanan, seperti melon, keju, dan sayuran mentah. Jika seseorang tidak rajin membersihkan gigi, infeksi otak yang dipicu oleh sakit gigi bisa saja terjadi.

  • Haemophilus influenza, yaitu bakteri yang menyebabkan meningitis pada anak-anak. Tidak hanya itu, bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi pada darah, tenggorokan, kulit, dan sendi.

  • Staphylococcus aureus, yaitu bakteri yang umum ditemukan pada kulit dan saluran pernapasan.

  • Streptococcus pneumoniae, yaitu bakteri yang umum ditemukan pada hidung, sinus, dan saluran pernapasan.

  • Neisseria meningitidis, yaitu bakteri yang umum menyebar melalui air liur atau lendir saluran pernapasan.

Baca juga: Selain Meningitis, Ini Jenis Infeksi Otak yang Perlu Diketahui

Bukan hanya virus, parasit, jamur, dan bakteri, meningitis juga dapat dipicu oleh kondisi kesehatan yang dialami pengidap, seperti adanya cedera pada kepala, kanker, dan lupus. Tidak hanya itu, beberapa faktor juga memengaruhi terjadinya meningitis, di antaranya:

  • Ibu hamil yang terinfeksi bakteri Listeria.

  • Seseorang yang berusia di bawah 5 tahun dan seseorang di bawah 20 tahun.

  • Tinggal bersama-sama, seperti asrama.

  • Tidak melakukan vaksinasi.

Baca juga: 10 Penyebab Infeksi Otak Ensefalopati

Ketahui Langkah Pencegahannya

Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan cukup istirahat, hindari asap rokok, sering mencuci tangan dengan sabun, rajin berolahraga, menggunakan masker, serta tidak memakai barang pribadi secara bergantian. 

Tidak hanya itu, membersihkan gigi secara teratur untuk menghindari terjadinya abses pada gigi. Jika gejala pada pengidap abses gigi, seperti kejang, demam, leher kaku, hingga penurunan kesadaran tidak segera mendapat penanganan yang tepat, hal ini dapat berujung pada terjadinya infeksi otak. Jika kamu menemui gejalanya, jangan sungkan untuk mendiskusikannya dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Meningitis.
Medline Plus. Diakses pada 2019. Meningitis.