Sakit Gigi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Sakit Gigi

Sakit gigi merupakan kondisi munculnya rasa nyeri pada sekitar gigi dan rahang, yang mempunyai tingkat keparahan yang bervariasi. Umumnya, nyeri saat sakit gigi bisa terasa ketika pengidap mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin, serta terjadi pada malam hari.

 

Faktor Risiko Sakit Gigi

Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami sakit gigi, antara lain:

  • Sering mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula.

  • Tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik dan jarang melakukan flossing.

  • Kondisi mulut kering.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Mengidap gangguan makan seperti anorexia atau bulimia.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

 

Penyebab Sakit Gigi

Kerusakan gigi adalah penyebab utama sakit gigi pada sebagian besar anak-anak dan orang dewasa. Bakteri yang hidup di mulutmu bertumbuh dengan baik dari gula atau sari dalam makanan yang dikonsumsi. Bakteri ini kemudian membentuk plak lengket yang menempel pada permukaan gigi. Asam yang diproduksi oleh bakteri dalam plak dapat mengikis lapisan putih keras di bagian luar gigi kamu (enamel) dan menciptakan rongga.

Penyebab lain sakit gigi, antara lain:

  • Akumulasi sisa-sisa makanan di antara gigi kamu, terutama bila gigi memiliki ruang di antara mereka.

  • Peradangan atau infeksi pada akar gigi atau di gusi.

  • Tiba-tiba mengalami patah gigi.

  • Abses periodontal.

  • Pembengkakan gusi akibat gigi tumbuh.

  • Sinusitis.

Baca juga: Karang Gigi Bisa Sebabkan Sakit Gigi, Benarkah?

 

Gejala Sakit Gigi

Sakit gigi dapat terjadi pada daerah rahang yang berdekatan dengan gigi yang terinfeksi dengan disertai rasa nyeri dan lunak jika diraba. Selain nyeri, gejala lain yang akan terasa yaitu:

  • Pusing.

  • Demam.

  • Bau busuk dari gigi yang terinfeksi.

  • Bengkak di sekitar gigi yang terkena infeksi.

 

Diagnosis Sakit Gigi

Untuk mendiagnosis sakit gigi, dokter gigi akan menanyakan riwayat medis kamu dan melakukan pemeriksaan fisik. Ia akan bertanya kapan rasa sakit mulai terjadi, seberapa parah rasa sakit, di mana rasa sakit itu terasa, dan apa yang membuat rasa sakit lebih buruk. Dokter gigi juga akan memeriksa mulut, gigi, gusi, rahang, lidah, dan tenggorokan. Sinar-X dan tes-tes lainnya juga bisa diambil, tergantung kecurigaan dokter tentang penyebab sakit gigi yang kamu alami.

 

Pengobatan Sakit Gigi

Temui dokter jika mengalami sakit gigi untuk mencari tahu penyebabnya dan kemudian obati secara tepat. Sebelum menemui dokter, ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengurangi rasa sakit gigi, yaitu:

  • Berkumur menggunakan air hangat.

  • Mengoleskan minyak cengkeh pada gigi yang sakit.

  • Membersihkan sela gigi dengan dental floss.

  • Mengoleskan obat antiseptic yang mengandung benzocaine pada gigi yang terasa sakit

  • Minum obat pereda nyeri yang bisa didapatkan di apotek.

  • Mengompres pipi dengan kompres dingin.

Dokter akan memberikan pengobatan berdasarkan penyebab sakit gigi. Berikut pengobatan sakit gigi yang bisa diberikan dokter:

  • Pengobatan kanal akar bila sakit gigi disebabkan oleh infeksi saraf.

  • Menambal lubang atau mencabut gigi untuk kasus gigi berlubang.

  • Pemberian antibiotik untuk meredakan pembengkakan pada rahang.

  • Bila penyebab sakit gigi adalah tambalan yang lepas atau patah, dokter akan mencabut tambalan, mengangkat bagian yang busuk, dan menambalnya kembali.

  • Pemberian obat penawar rasa sakit dan NSAID untuk meringankan gejala.

Baca juga: Tidak Harus Selalu Dicabut, Begini Obati Sakit Gigi

 

Pencegahan Sakit Gigi

Lakukan hal-hal berikut agar tidak terserang sakit gigi:

  • Bersihkan gigi dengan menggosok gigi setidaknya dua kali sehari.

  • Kurangi mengonsumsi makanan atau minuman yang kandungan gulanya tinggi.

  • Periksakan gigi ke dokter gigi secara teratur, yaitu setiap 6 bulan sekali.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini Tanda Harus Segera Periksa Gigi

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui dokter gigi apabila sakit gigi sudah berlangsung lebih dari satu atau dua hari, mengalami demam, dan muncul tanda-tanda infeksi seperti bengkak, gusi memerah, dan keluar cairan berbau busuk.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Toothaches: Causes, Treatments, and Prevention.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Toothache: First aid.

Diperbarui pada tanggal 19 September 2019.