Sebelum Cek Feses, Lakukan 4 Hal ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Sebelum Cek Feses, Lakukan 4 Hal ini

Halodoc, Jakarta - Cek feses adalah suatu rangkaian pemeriksaan pada feses untuk menentukan apabila seseorang mengalami penyakit tertentu yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Kotoran atau feses umumnya dianggap sebagai sampah yang harus segera dibersihkan.

Hasil buang air besar tersebut dapat memberikan informasi tentang penyakit yang terjadi pada orang tersebut. Selain itu, berbagai kondisi yang mungkin terjadi pada pengecekan terhadap feses, yaitu:

  • Alergi atau peradangan dalam tubuh, seperti bagian dari evaluasi alergi protein susu pada bayi.

  • Infeksi, seperti yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri, virus, atau parasit yang menyerang sistem pencernaan.

  • masalah pencernaan, seperti malabsorpsi gula, lemak, atau nutrisi tertentu.

  • Berdarah pada saluran pencernaan.

Alasan yang paling umum untuk menguji feses adalah untuk mengetahui apabila bakteri atau parasit telah menginfeksi usus. Banyak organisme mikroskopis yang hidup di usus diperlukan untuk pencernaan normal. Namun, jika usus terinfeksi oleh bakteri atau parasit berbahaya. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah seperti diare yang mengeluarkan darah. Di samping itu, mengetes tinja dapat membantu menemukan penyebabnya.

Baca Juga: Cek Feses Si Kecil di Rumah, Ketahui 3 Fakta Ini

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Cek Feses

Terdapat beberapa hal yang harus kamu lakukan dan juga yang tidak boleh dilakukan sebelum dilakukannya cek feses. Hal tersebut tergantung pada bentuk tes feses yang akan dijalani. Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu lakukan dan yang harus kamu hindari:

  1. Tanyakan pada doktermu mengenai beberapa obat yang kamu konsumsi. Terkadang beberapa obat dapat memengaruhi hasil pemeriksaan feses tersebut. Misalnya obat-obatan seperti antibiotik, antidiare, anti-parasit, obat maag, hingga obat antiinflamasi non-steroid.

  2. Hindari pemeriksaan feses jika mengalami menstruasi atau perdarahan aktif yang disebabkan oleh wasir.

  3. Jangan gunakan sampel tinja yang telah jatuh ke dasar kloset, terkena urine, atau peralatan kamar mandi lainnya.

  4. Beri tahu dokter apabila kamu baru saja bepergian ke luar negeri selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Baca Juga: Gangguan Kesehatan Ini Perlu Cek Feses di Rumah Sakit

Menguji Sampel Feses

Secara umum, hasil tes tinja biasanya dapat diketahui hasilnya dalam waktu 3 hingga 4 hari. Meskipun sering kali perlu waktu lebih lama untuk menentukan bahwa hal tersebut disebabkan oleh parasit. Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan dokter saat pemeriksaan feses:

1. Memeriksa Kotoran Darah

Dokter kamu mungkin akan memeriksa apakah tinja terdapat darah, yang dapat disebabkan oleh beberapa jenis diare menular, perdarahan dalam saluran pencernaan, dan kondisi lainnya. Namun, sebagian besar hal yang menyebabkan terdapat darah pada tinja bayi atau balita adalah dari robekan rektum, yang disebabkan oleh tekanan pada tinja yang keras. Hal ini cukup umum pada bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh konstipasi.

Tes darah pada tinja sering dilakukan dengan cepat di kantor untuk memberikan hasil segera. Pertama, tinja dioleskan pada sebuah kartu, kemudian beberapa tetes larutan ditempatkan pada kartu. Perubahan warna instan menunjukkan bahwa ada darah dalam tinja. Terkadang, tinja dikirim ke laboratorium untuk menguji darah, dan hasilnya akan dilaporkan dalam beberapa jam.

2. Menguji Feses untuk Ova dan Parasit

Kotoran dapat diuji untuk keberadaan parasit dan ovum jika seorang anak mengalami diare yang berkepanjangan atau gejala usus lainnya. Terkadang, dokter akan mengumpulkan dua atau lebih sampel tinja untuk berhasil mengidentifikasi parasit. Jika parasit terlihat saat diperiksa di bawah mikroskop, anak akan dirawat karena infestasi parasit.

Baca Juga: Inilah Kondisi Kesehatan yang Memerlukan Cek Feses

Itulah pembahasan tentang cek feses yang harus kamu ketahui. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal pengecekan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!