• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mau Menggunakan Softlens? Kenali Dulu Dampak yang Bisa Mengintai

Mau Menggunakan Softlens? Kenali Dulu Dampak yang Bisa Mengintai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Sebagian orang memilih menggunakan softlens (lensa kontak) ketimbang kacamata untuk mengatasi masalah penglihatan. Alasan yang paling umum, katanya lensa kontak bisa menunjang penampilan.

Akan tetapi, di balik keindahan pada mata yang diberikan softlens, ada dampak berbahaya bagi mata yang bisa mengintai. Nah, sebelum memutuskan untuk menggunakannya, tak ada salahnya melihat dampak yang bisa ditimbulkan softlens bagi mata.

Baca juga: Pakai Softlens Sembarangan, Waspada Konjungtivitis

  1. Mata Menjadi Kering

Mau tahu dampak soflens bagi mata yang terbilang umum? Faktanya, banyak orang yang mengidap mata kering karena menggunakan softlens dalam jangka waktu yang panjang. Kok bisa? Pengunaan softlens dalam jangka waktu lama bisa mengganggu lapisan air. Padahal, lapisan ini sebetulnya berfungsi untuk melindungi permukaan mata. Nah, hal inilah yang nantinya akan membuat mata terbakar atau berpasir.

  1. Mata Merah

Selain membuat mata menjadi kering, dampak pengunaan softlens yang terlalu lama juga bisa membuat mata merah. Sayangnya, beberapa orang terkadang menganggap remeh kondisi ini. Padahal, bila tak ditangani dengat tepat, masalah kecil ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang bergantung pada tipe konjungtivits yang diidap seseorang.

Misalnya, bakteri bisa masuk ke aliran darah dan meyerang jaringan tubuh dalam kasus konjungtivits infektif. Komplikasi tipe ini juga bisa menyebabkan infeksi teliga bagian tengan atau bahkan menginfeksi lapisan pelindung saraf tulang belakang otak. Ngeri, kan?

Selain itu, konjungtivitis juga bisa memicu terjadinya keratitis (peradangan pada kornea mata). Keratitis ini bisa membuat pengidapnya yang lebih sensitif terhadap cahaya. Bahkan, bisa menyebabkan kebutaan bila tukak muncul di kornea dan mengakibatkan kerusakan permanen.

Baca juga: 6 Cara Alami Atasi Sindrom Mata Kering

  1. Abrasi Kornea

Mau tahu bahaya softlens bagi mata? Ternyata, softlens yang kotor bisa menyebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Awas, kondisi ini bisa membuat pengidapnya merasakan sakit yang parah dan tidak nyaman. Itu belum seberapa, sebab bila tak ditangani dengan cepat, abrasi kornea ini bisa mengakibatkan turunnya kualitas penglihatan.

  1. Infeksi dan Ulkus Kornea

Selain tiga hal di atas, dampak pengunaan softlens yang keliru juga bisa memicu infeksi dan ulkus korea. Menurut Food and Drug Administration, kondisi ini bisa berkembang sangat cepat dan serius. Bahkan dalam kasus yang jarang terjadi, ulkus kornea (luka terbuka pada kornea akibat infeksi) ini bisa menyebabkan kebutaan. Tuh, seram kan?

Amati Gejala yang Bisa Muncul

Pengunaan softlens yang terlalu lama atau keliru memang bisa menimbulkan beragam keluhan. Lalu, apa saja sih gejala yang mungkin muncul? Nah, berikut penjelasan dari Food and Drug Administration (Contact Lens Risks) mengenai gejala dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika mengalami iritasi akibat lensa kontak.

Gejala yang mungkin timbul, seperti:

  • Timbulnya rasa tidak nyaman pada mata.

  • Produksi air mata berlebih.

  • Sensitivitas tidak biasa terhadap cahaya.

  • Merasa gatal, terbakar, atau berpasir.

  • Kemerahan yang tidak biasa pada mata.

  • Penglihatan kabur.

  • Pembengkakan.
  • Timbulnya rasa sakit.

Baca juga: 6 Cara Merawat Mata Saat Menggunakan Soflens

Bila mengalami gejala iritasi atau infeksi akibat pengunaan lensa kontak, ikuti beberapa langkah di bawah ini:

  • Jika mengalami gejala iritasi mata atau infeksi, segera lepaskan lensa kontak segera dan jangan menggunakannya kembali.

  • Segera hubungi atau temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Jangan membuang lensa kontak tersebut, simpan dalam tempatnya agar dokter bisa melihat kondisi lensa tersebut. Tujuannya untuk menentukan penyebab munculnya keluhan pada mata.

Hal yang perlu diingat, jangan memaksakan diri untuk menggunakan lensa kontak. Alternatifnya, kamu bisa kok menggunakan kacamata yang sesuai dengan kenyaman dan kondisi mata. Akan tetapi, bila memang tetap ingin memakai lensa kontak, cobalah tanyakan pada dokter mengenai lensa kontak yang tepat bagi kondisi matamu.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
 Food and Drug Administration. Diakses pada 2020. Contact Lens Risks.
NHS Choices. UK. Diakses pada 2020. Dry Eye Syndrome: Overview.
Web MD. Diakses pada 2020. What Is a Corneal Abrasion?