• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Ampuh Vaksin Mencegah Campak?

Seberapa Ampuh Vaksin Mencegah Campak?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Munculnya ruam kemerahan yang disertai dengan batuk dan demam bisa menjadi salah satu gejala penyakit campak. Penyakit campak adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, dan dapat menular dengan cepat. Tidak hanya pada orang dewasa, anak-anak pun rentan mengalami penyakit campak.

Baca juga: Ini 5 Mitos tentang Penyakit Campak pada Bayi

Memenuhi kebutuhan air putih dalam tubuh dan memperbanyak istirahat membantu mengatasi gejala yang disebabkan oleh penyakit campak. Jika tidak diatasi dengan baik, maka campak dapat sebabkan komplikasi, seperti radang telinga, paru-paru basah, dan radang otak. Namun, hal ini dapat dihindari dengan melakukan pencegahan yang tepat terhadap penyakit campak.

Lakukan Vaksin untuk Cegah Campak

Dilansir dari Healthline, penyakit campak disebabkan karena adanya infeksi virus paramyxovirus. Umumnya, virus campak menginfeksi bagian saluran pernapasan terlebih dahulu, kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain melalui aliran darah. Gejala yang dialami oleh pengidap campak selama 10-12 hari setelah seseorang terpapar virus campak.

Ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap campak, namun umumnya, pengidap campak mengalami ruam kemerahan yang muncul pada area leher dan wajah. Melansir Centers for Disease Control and Prevention, gejala dari penyakit campak bukan hanya ruam kemerahan, pengidap campak rentan mengalami demam, batuk, flu, hingga mata yang kemerahan dan berair.

Jangan sepelekan gejala campak yang dialami oleh anak. Kondisi campak dapat membahayakan anak-anak maupun bayi. Segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang dialami oleh anak. Penanganan lebih dini dapat menghindari komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit campak.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Campak pada Ibu Hamil

Meskipun berbahaya, penyakit ini dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Tentunya, manfaat melakukan vaksin menjadi salah satu tindakan untuk pencegahan terhadap suatu penyakit menular maupun penyakit yang berbahaya, salah satunya campak. Vaksin campak dapat diberikan pada anak-anak semenjak anak berusia 9 bulan.

Ada beberapa jenis vaksin untuk mencegah anak mengalami penyakit campak, seperti vaksin campak, vaksin MR, dan vaksin MMR. Lalu, seberapa ampuh penggunaan vaksin untuk mencegah penyakit campak?

Dengan memberikan anak vaksin campak sesuai dengan waktu dan usianya, ibu dapat memperkecil risiko anak tertular atau mengalami penyakit campak. Selain itu, jika anak terpapar penyakit campak, gejala yang muncul lebih ringan dibandingkan orang yang belum pernah menerima vaksin campak. Kondisi ini dapat diatasi dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Tidak hanya anak-anak atau bayi, melansir Centers for Disease Control and Prevention, orang dewasa juga dapat menerima vaksin campak untuk menunjang kesehatan, tentunya dengan saran dan anjuran dari dokter. Tanyakan pada dokter tentang penggunaan vaksin yang tepat, caranya mudah dengan aplikasi Halodoc saja. Tinggal download aplikasinya dan bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

Hentikan Penyebaran Virus Campak

Dilansir dari National Health Service UK, jika kamu sudah memiliki penyakit campak, lakukan beberapa cara agar dapat menghentikan penyebaran virus campak, yaitu:

  1. Hindari beraktivitas di luar ruangan, seperti pergi kerja atau sekolah, setelah kamu mengalami gejala dari penyakit campak, seperti munculnya ruam kemerahan pada tubuh.
  2. Hindari berinteraksi langsung dengan orang-orang yang sangat rentan terhadap penularan penyakit campak, seperti anak-anak, bayi, lansia, atau wanita yang sedang hamil.

Baca juga: Benarkah Obat-Obatan Herbal Bisa Redakan Gejala Campak?

Sebaiknya saat kamu mengidap penyakit campak, perbanyak mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Jika tubuh kamu kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, tentu akan berdampak pada kulit yang kering dan khawatir memperburuk ruam yang muncul.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Measles
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Measles
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About the Measles