30 August 2018

Seberapa Besar Kemungkinan Salah Menebak Jenis Kelamin Bayi saat di USG?

jenis kelamin bayi,kelamin bayi,usg kelamin bayi

Halodoc, Jakarta – Bisakah USG memberikan informasi keliru mengenai jenis kelamin bayi? Ternyata kekeliruan bisa saja terjadi. Sebenarnya, USG dilakukan untuk memeriksa struktur internal pada janin melalui gelombang suara frekuensi tinggi. Gelombang suara yang dipantulkan ini yang baru kemudian diterjemahkan ke dalam gambar dua atau bahkan tiga dimensi yang bisa dilihat secara kasar pada gambar di monitor.

Memang pemeriksaan USG ini bisa dibilang tidak 100 persen akurat, terutama saat pemeriksaan jenis kelamin bayi. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya seperti beberapa hal ini:

  1. Pemeriksaan Terlalu Dini

Waktu terbaik untuk menentukan jenis kelamin bayi adalah 18-20 minggu. Bila USG dilakukan sebelumnya, bisa jadi yang terlihat adalah tuberkulum genital bukan bagian luarnya. Sehingga sulit untuk menentukan jenis kelamin bayi. Soalnya, tuberkulum genital adalah bagian internal dan belum ada perbedaan yang jelas antara bayi perempuan atau laki-laki karena kelamin belum terbentuk dengan baik.

  1. Kondisi Peralatan

Tidak semua mesin USG memiliki kualitas baik. Bisa saja beberapa mesin USG sudah tua dan tidak mumpuni lagi. Sehingga, pemeriksaan tidak bisa memberikan pandangan yang terbaik mengenai pemeriksaan jenis kelamin bayi.

  1. Posisi Bayi

Posisi bayi yang sedemikian rupa membuat bayi menyembunyikan area kelaminnya tanpa sengaja. Bisa dengan terlalu telungkup, kedua kaki bersilang, posisi sungsang, tangan berada di dekat area kelamin, dan posisi-posisi menyulitkan lainnya untuk memeriksa jenis kelamin bayi.

  1. Berat Badan

Berat badan menjadi faktor penentu lainnya untuk mengetahui secara pasti jenis kelamin bayi. Kalau ibu mengalami lonjakan berat badan sampai merujuk pada obesitas, bisa jadi ini memberikan kesulitan untuk memindai atau pun memeriksa jenis kelamin bayi. Apalagi bila dikombinasikan dengan faktor lain yaitu posisi bayi yang menutupi area kelaminnya tanpa sengaja.

Makanya ketika setelah persalinan dan ternyata jenis kelamin bayi berbeda dari hasil pemeriksaan USG sebelumnya, tidak perlu kaget atau pun menyangka kalau jenis kelamin anak mengalami perubahan. Bisa jadi telah terjadi kesalahan pemeriksaan.

Untuk mengetahui jenis kelamin anak, biasanya ditandai dengan identifikasi Mr P atau pun skrotum. Sedangkan pada bayi perempuan ditandai dengan tiga garis pada area genital yang merupakan penanda labia.

Hal-hal yang Mempengaruhi Jenis Kelamin Bayi

Persentase kelahiran bayi dengan jenis kelamin perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Situasi ini pun terjadi di hampir semua belahan negara di dunia. Ada beberapa hal yang memengaruhi jenis kelamin bayi seperti:

Bayi Tabung

Bayi yang dikandung melalui teknik reproduksi buatan cenderung akan menghasilkan anak laki-laki. Hal tersebut bisa terjadi jika sel telur dan sperma dipertemukan, kemudian setelah menjadi embrio dipindahkan ke dalam rahim. Sedangkan proses bayi tabung akan melahirkan anak perempuan jika injeksi sperma langsung ke sel telur, baru kemudian dipindahkan ke dalam rahim.

Diet Ibu Hamil

Sebuah studi yang dikeluarkan oleh Proceedings of the Royal Society B menemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi kalori lebih banyak dan melakukan diet kalium memiliki kecenderungan untuk melahirkan anak laki-laki. Walaupun begitu, hasil penelitian ini masih diragukan. Dari segi kesehatan, ibu hamil pun dilarang untuk melakukan diet yang dapat membahayakan kesehatannya. Melahirkan bayi yang sehat terlepas dari apa pun jenis kelaminnya lebih disarankan.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai seberapa besar kemungkinan salah menebak jenis kelamin bayi saat USG, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: