Selain Diare, Kenali 6 Gejala Necrotizing Enterocolitis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
gejala necrotizing enterocolitis, masalah pencernaan

Halodoc, Jakarta - Necrotizing enterocolitis (NEC) merupakan masalah pada pencernaan. Beberapa anak bisa saja memiliki masalah pada pencernaan selama dua minggu setelah kelahirannya. Namun, kondisi ini bisa saja terjadi setelah tiga bulan kelahirannya. Masalah pencernaan pada necrotizing enterocolitis (NEC), akan ditunjukkan dengan diare. Selain diare, ini gejala necrotizing enterocolitis (NEC) lainnya.

Baca juga: Berakibat Fatal, Ketahui Penyebab Necrotizing Enterocolitis

Necrotizing Enterocolitis (NEC), Penyakit pada Pencernaan

Necrotizing enterocolitis (NEC) atau yang biasa disebut dengan enterokolitis nekrotikans merupakan peradangan yang terjadi pada usus besar atau usus halus. Kondisi ini sangat berbahaya karena pengidapnya bisa saja kehilangan nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Necrotizing enterocolitis awalnya hanya memengaruhi lapisan dalam usus dan berkembang ke lapisan luar, sehingga membentuk lubang.

Jika seseorang mengidap kondisi ini, bakteri yang normalnya terdapat di dalam usus, akan keluar dari usus ke rongga perut (peritoneum) dan menimbulkan peritonitis. Peritonitis sendiri merupakan peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut (peritoneum), yang berfungsi melindungi organ di dalam rongga perut. Necrotizing enterocolitis umumnya menyerang bayi berusia dua minggu. Kondisi ini lebih rentan dialami bayi dengan kelahiran prematur.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Necrotizing Enterocolitis

Gejala umum pada pengidap necrotizing enterocolitis ditandai dengan diare. Gejala lain pada Si Kecil pengidap necrotizing enterocolitis, antara lain:

  1. Lemas.

  2. Demam.

  3. Muntah berwarna kehijauan.

  4. Tidak mau menyusu.

  5. Buang air besar berdarah.

  6. Perut yang membesar disertai perubahan warna.

Gejala yang timbul pada anak pengidap necrotizing enterocolitis akan tergantung pada seberapa parah kondisi ini terjadi.

Baca juga: Bayi Mengidap Necrotizing Enterocolitis, Orangtua Harus Apa?

Ini Penyebab Terjadinya Necrotizing Enterocolitis

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari kondisi ini. Namun, kekurangan oksigen saat persalinan yang sulit diduga menjadi salah satu faktornya. Jika terjadi kekurangan oksigen serta asupan darah, usus akan melemah dan mengakibatkan masuknya bakteri ke usus yang menyebabkan kerusakan pada jaringan usus.

Beberapa faktor risiko lain terjadinya kondisi ini adalah kelebihan sel darah merah dan adanya masalah pada sistem pencernaan. Bayi yang lahir prematur juga berisiko tinggi mengidap kondisi ini, karena sistem organ yang belum sempurna. Selain itu, pemberian susu formula pada bayi baru lahir juga jadi pemicu terjadinya kondisi ini.

Baca juga: Bayi Lahir Prematur Berisiko Alami Gangguan Kesehatan Ini

Ini Komplikasi pada Necrotizing Enterocolitis

Bayi pengidap necrotizing enterocolitis akan mengalami beberapa komplikasi serius, seperti:

  • Penyempitan usus.

  • Perforasi usus, yaitu terbentuknya lubang pada dinding lambung yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit.

  • Mengalami gangguan fungsi hati.

  • Mengalami sindrom usus pendek, yaitu kondisi ketika sebagian usus kecil atau usus besar telah diangkat atau tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh luasnya area yang mengalami peradangan, sehingga penyerapan nutrisi dari makanan dan minuman terganggu.

  • Sepsis, yaitu kondisi medis serius ketika terjadi peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi.

  • Peritonitis, yaitu peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut (peritoneum) yang berfungsi melindungi organ di dalam rongga perut.

Disarankan bagi para ibu untuk memberikan ASI pada bayi yang baru lahir untuk memberikan kekebalan pada bayi dalam melawan segala macam infeksi. Jika ada yang ingin ibu tanyakan seputar necrotizing enterocolitis pada Si Kecil, Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi ini, ibu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Jika ada yang tidak beres dengan kesehatan Si Kecil, dokter akan langsung meresepkan obat untuk Si Kecil. Tanpa perlu keluar rumah atau antri obat di apotik, pesanan ibu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!