Sembuh dari Balanitis, Dapatkah Kambuh Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sembuh dari Balanitis, Dapatkah Kambuh Kembali?

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami rasa gatal dan seperti terbakar pada penis? Hmm, bila pernah, rasanya kamu mesti harap-harap cemas. Sebab, mungkin saja keluhan tersebut menandai adanya penyakit balanitis. Masih asing dengan penyakit ini? 

Dalam dunia medis, balanitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada ujung kepala penis. Banyak kondisi yang bisa memicu terjadinya balanitis. Namun, sebagian besar kasusnya disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada kulit yang menutupi kepala penis yang tidak dikhitan.

Umumnya, penyakit ini dialami oleh anak-anak di bawah usia 4 tahun dan pria dewasa yang belum disunat. Akan tetapi, ada pula sebagian kasus lainnya yang dialami oleh pria yang telah disunat.

Pertanyaannya, benarkah balanitis yang sudah sembuh dapat kambuh kembali? 

Baca juga: Waspada, Ini 4 Komplikasi Akibat Balanitis

Bergantung dari Perilaku Pengidapnya

Berbicara penyebab balanitis sama halnya membicarakan banyak hal. Sebab, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan balanitis pada anak maupun orang dewasa. Pada dasarnya, balanitis disebabkan oleh adanya infeksi. Infeksi ini bisa melalui perilaku seksual yang kurang baik atau non-seksual. 

Untuk anak, biasanya balanitis karena kebersihan alat kelamin yang kurang terjaga, terutama pada laki-laki yang belum dikhitan. Setidaknya 1 dari 30 laki-laki yang belum dikhitan mengalami balanitis.

Kotoran yang disebut smegma biasanya terbentuk di bawah kulup pada ujung penis yang tidak dikhitan. Nah, hal inilah yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan balanitis. Di samping itu, penyebab balanitis lainnya dapat bisa berupa reaksi iritasi atau alergi dan kondisi lainnya, seperti adanya fimosis.

Balanitis pada anak juga bisa disebabkan iritasi karena sabun. Sebab, beberapa jenis sabun/disinfektan dan zat kimia yang dapat mengiritasi kulit penis.

Tak cuma itu saja, beberapa kondisi kesehatan juga bisa memicu terjadinya balanitis pada anak. Misalnya, keadaan yang membuat sistem imun rendah, seperti diabetes mellitus atau sedang menjalani kemoterapi.

Kembali ke pertanyaannya di atas, benarkah balanitis yang telah sembuh dapat kambuh kembali? Jawabannya simpel, mungkin saja bisa terjadi atau kambuh kembali. Misalnya, seseorang yang telah sembuh dari balanitis, tetapi masih melakukan perilaku seksual yang tidak baik, dirinya bisa saja terserang infeksi menular seksual, sehingga memicu terjadi balanitis. Selain itu, kebiasaan menggunakan jenis sabun yang mengandung zat kimia yang dapat mengiritasi kulit penis. 

Singkat kata, meski sudah sembuh dari balanitis, tetapi masih tetap “berdekatan” dengan faktor atau penyebabnya, kemungkinan besar balanitis bisa terjadi lagi. 

Nah, meski obat-obatan tak ampuh untuk mengatasi balanitis yang terjadi berulang, biasanya dokter akan menyarankan tindakan khitan. Kondisi ini merupakan penatalaksanaan yang umumnya dilakukan dalam kasus banalitas yang terjadi secara berulang. 

Baca juga: Alami 8 Kondisi Ini, Pria Harus Disunat

Cara Simpel Cegah Balanitis

Terdapat beragam upaya yang bisa kita coba untuk mencegah balanitis, antara lain: 

  • Bersihkan penis secara rutin dengan sabun (pastikan sabun cocok dengan kondisi kulit). Bila belum dikhitan, pastikan membersihkan kepala penis dan bilas dengan air. Lalu, keringkan kepala dan badan penis sebelum menggunakan celana dalam.
  • Kurangi berat badan bila mengalami obesitas.
  • Mengontrol kondisi diabetes dan penyakit kronis lain yang bisa memicu balanitis.
  • Bila menggunakan senyawa kimia berbahaya, cuci tangan terlebih dahulu sebelum buang air kecil.
  • Hindari perilaku seksual yang tidak sehat.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2019. Circumcision in Men.
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Balanitis?