Alami 8 Kondisi Ini, Pria Harus Disunat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
penyakit yang mengharuskan disunat, harus disunat

Halodoc, Jakarta - Sunat merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan tujuan membuang kulit penis bagian luar yang menutupi kepala penis. Hal ini umum dilakukan oleh laki-laki di belahan dunia manapun dengan alasan kesehatan. Secara umum, prosedur sunat akan memberikan keuntungan, seperti:

  • Mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

  • Membersihkan penis menjadi lebih mudah.

  • Mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan.

  • Mengurangi risiko terjadinya infeksi menular seksual.

Baca juga: 5 Fakta Mengenai Sunat yang Perlu Diketahui

Tak hanya sampai disitu, prosedur pembedahan yang satu ini bahkan harus dilakukan jika seorang pria mengidap penyakit yang mengharuskan untuk disunat. Berikut ini 8 penyakit yang dimaksud:

  1. Balanitis, yaitu peradangan yang terjadi pada kepala penis. Pengidap balanitis akan mengalami pembengkakan dan rasa nyeri pada kepala penis. Hal ini lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

  2. Fimosis, yaitu kelainan yang dialami oleh pria yang belum disunat. Pengidap akan mengalami penyempitan pada kulup penis, sehingga tidak dapat ditarik ke belakang melewati kepala penis.

  3. Kondiloma akuminata, yaitu penyakit kulit kelamin yang biasanya terjadi karena infeksi menular seksual. Penyakit yang satu ini biasanya terjadi di sekeliling vagina, penis, atau dubur.

  4. Parafimosis, yaitu kondisi yang terjadi ketika kulup penis tidak dapat ditarik hingga ke kepala penis. Hal tersebut akan menyebabkan bengkaknya kulup penis, karena peredaran darah pada penis tidak lancar.

  5. Epispadia, yaitu kelainan yang terjadi ketika lubang saluran kencing tidak terletak di ujung penis, melainkan di sisi atas penis. Hal ini terjadi karena pembentukan organ genital yang tidak sempurna ketika memasuki minggu ke-5 kehamilan.

  6. Karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker kulit yang menyerang sel skuamosa, yaitu sel yang membentuk lapisan tengah dan luar kulit. Penyakit ini akan ditandai dengan munculnya benjolan atau bercak kemerahan pada kulit.

  7. Palmatus penis, yaitu kondisi yang lebih dikenal dengan penis berselaput. Kondisi ini biasanya terjadi setelah melakukan prosedur sunat atau operasi lainnya pada penis. Selain itu, palmatus penis juga dapat terjadi karena adanya pemotongan berlebihan kulit pada penis.

  8. Megalouretra, yaitu kondisi yang terjadi saat adanya pelebaran non-obstruktif uretra yang biasanya terjadi karena adanya perkembangan abnormal dalam janin.

Baca juga: Ini Perbedaan Pria Disunat dan Tidak dari Segi Kesehatan

Sunat yang dilakukan tidak akan memengaruhi kesuburan atau mengurangi kenikmatan seksual pria. Namun, ada beberapa orang yang harus berhati-hati ketika ingin menjalani prosedur ini, yaitu bayi dengan kelahiran prematur, pria dengan kelainan bentuk penis, pria dengan penis yang berukuran kecil, seseorang dengan kelainan berjenis kelamin ganda, dan seseorang dengan gangguan pembekuan darah. 

Baca juga: Kenali Manfaat Sunat dari Sisi Kesehatan

Jika mengalami serangkaian hal tersebut, lebih baik diskusikan terlebih dulu dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc sebelum melakukan prosedur sunat. Sunat akan memiliki serangkaian risiko yang akan dialami, seperti nyeri penis, iritasi pada kepala penis, meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada lubang buang air kecil, perdarahan, cedera pada penis, berkurangnya sensitivitas pada kepala penis, serta pengerasan kulit akibat luka.

Meskipun prosedur sunat cukup jarang menyebabkan komplikasi, tetapi orang-orang yang disebutkan di atas memiliki indikasi untuk mengalami serangkaian risiko pasca pembedahan. Jadi, diskusikan terlebih dulu apa yang diperbolehkan dan tidak, agar risiko yang diterima tidak membahayakan kesehatanmu.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Circumcision. 
NCBI. Diakses pada 2019. Medical Aspects of Male Circumcision.