Sering Buang Air Kecil Tanda Gangguan Diabetes?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sering Buang Air Kecil Tanda Gangguan Diabetes?

Halodoc, Jakarta – Selain penyakit jantung dan kanker, diabetes termasuk penyakit mematikan di dunia. Diabetes mengacu pada sekelompok penyakit yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula darah (glukosa). Glukosa adalah sumber energi penting bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan tubuh kita. Meski penting, jumlah glukosa yang berlebihan bisa mendatangkan masalah kesehatan serius, yaitu diabetes. 

Baca Juga: Bentuk Tubuh Tentukan Risiko Diabetes, Benarkah?

Penyebab diabetes dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Diabetes terbagi atas dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 (insipidus) dan diabetes tipe 2 (mellitus). Selain penyebabnya berbeda, kedua jenis diabetes tersebut juga menimbulkan gejala yang berbeda-beda. 

Benarkah Sering Buang Air Kecil Termasuk Tanda Diabetes?

Gejala diabetes bervariasi tergantung pada seberapa banyak kadar glukosa meningkat. Pada seseorang yang mengidap prediabetes atau diabetes tipe 2 mungkin tidak mengalami gejala pada tahap awal. Sedangkan, gejala diabetes tipe 1 datang dengan cepat dan lebih parah. Salah satu gejala umum yang dialami oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2 adalah sering buang air kecil. 

Alasannya, ginjal tidak mampu menyaring seluruh gula darah akibat jumlahnya yang terlalu banyak. Namun, harus ada sebagian gula yang keluar bersama urine agar tidak membahayakan tubuh. Akibatnya, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring dan mengeluarkan kelebihan gula melalui urine. Situasi tersebut otomatis membuat tubuh untuk mengirimkan sinyal haus ke otak agar minum lebih banyak untuk mengencerkan urine. Ketika seseorang terlalu banyak atau terlalu sering minum, maka ia juga sering buang air kecil.

Baca Juga: Nonton Drama Korea Bikin Diabetes, Ini Alasannya

Nah, sebaiknya ketahui tanda dan gejala umum dari diabetes lainnya, yaitu:

Sering merasa haus;

  • Rasa lapar yang luar biasa;
  • Penurunan berat badan;
  • Urine mengandung keton, yaitu produk yang dihasilkan dari kerusakan otot dan lemak akibat tidak ada cukup insulin yang tersedia;
  • Kelelahan;
  • Lekas marah;
  • Penglihatan kabur;
  • Luka sulit sembuh;
  • Sering mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau kulit dan infeksi vagina.

Kalau kamu mengalami beberapa gejala di atas dan curiga mengidap diabetes, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Kalau kamu  berencana untuk memeriksakan diri ke dokter, kamu bisa membuat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc sebelum mengunjungi rumah sakit

Langkah Pencegahan Diabetes 

Kunci pencegahan diabetes adalah menerapkan gaya hidup sehat. Jadi, coba terapkan gaya hidup sehat, sebagai berikut:

  • Konsumsi makanan sehat. Pilih makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Perbanyak serat seperti, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. 
  • Lebih aktif. Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sehari, contohnya berjalan cepat, bersepeda atau berenang.
  • Miliki berat badan sehat. Seseorang yang punya berat badan berlebih, turunkan berat badan menjadi lebih sehat. Tanyakan dokter atau ahli gizi tentang cara menurunkan berat badan yang sehat. Bagi individu yang memiliki berat badan normal, usahakan untuk terus mempertahankannya. 

Baca Juga: Orang Asia Lebih Rentan Alami Diabetes, Benarkah?

Untuk menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat, fokuslah pada kebiasaan makan sehat dan olahraga secara rutin. 

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Diabetes.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diabetes.