Bentuk Tubuh Tentukan Risiko Diabetes, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bentuk Tubuh Tentukan Risiko Diabetes, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya pengidap diabetes secara global? Berdasarkan data dari Federasi Diabetes Internasional (2017), sekitar 425 juta dari total populasi dunia atau sekitar 8,8 persen orang dewasa berumur 20–79 tahun mengidap diabetes. Sangat banyak, bukan?

Jangan main-main dengan penyakit ini. Sebab, diabetes yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu sederet komplikasi. Mulai dari penyakit gagal ginjal kronis, kerusakan kulit karena infeksi, stroke, gangguan penglihatan, hingga penyakit jantung. Tuh, bikin resah kan?

Nah, menyoal diabetes ini, katanya bentuk tubuh bisa menentukan risiko seseorang untuk mengidap diabetes. Hmm, kira-kira apa alasannya ya? 

1. Lingkar Pinggang Besar Harus Waspada

Coba tebak, apa hubungannya bentuk tubuh seperti lingkar pinggang yang besar risiko diabetes? Ternyata, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam PloS Medicine, seseorang yang memiliki lingkar pinggang besar lebih berisiko untuk mengembangkan penyakit diabetes. Sebenarnya bukan diabetes saja sih, bentuk tubuh seperti ini juga berisiko mengidap penyakit kronis di kemudian hari. 

Baca juga: Ini Alasan Diabetes Jadi Penyakit Seumur Hidup

Bentuk tubuh dengan lingkar pinggang yang besar memang identik dengan obesitas. Akan tetapi, faktanya orang yang punya berat badan normal, tetapi lingkar pinggangnya besar juga berisiko mengembangkan penyakit dibandingkan dengan orang yang memiliki lingkar pinggang normal.

Lantas, kapan sih seseorang bisa dikatakan memiliki pinggang yang besar? Menurut ahli di American Heart Association National Heart serta Lung and Blood Institute, ukuran pinggang besar, yaitu 35 inci (88,9 sentimeter) untuk wanita, dan 40 inci (101,6 sentimeter) untuk pria. 

Kaum hawa yang memiliki lingkar pinggang besar rasanya mesti harap-harap cemas. Sebab, ukuran pinggang lebih memengaruhi wanita daripada pria untuk mengembangkan diabetes di kemudian hari. 

2. Perut Buncit Juga Berisiko

Banyak yang bilang kalau perut buncit tandanya sejahtera. Percaya dengan argumen miring tersebut? Faktanya, seseorang yang memiliki perut buncit memiliki risiko untuk mengembangkan penyakit tertentu. 

Hal yang mesti ditegaskan, perut buncit enggak cuma dialami oleh pengidap obesitas saja. Sebab, orang kurus juga bisa memiliki perut yang buncit. Nah, lemak perut di dalam perut inilah yang bisa memicu berbagai penyakit. Singkat kata, lemak jahat di dalam perut buncit berbahaya bagi kesehatan kita. 

Menurut ahli dari Harvard Health Publications - Harvard Medical School, lemak di perut ini bisa memengaruhi produksi lemak dari darah. Nah, kondisi ini secara langsung berhubungan dengan kenaikan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL). Enggak cuma itu saja, kondisi ini juga bisa menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menyebabkan resistensi insulin. 

Baca juga: 3 Cara Terbaik untuk Hilangkan Perut Buncit dalam 2 Minggu

Awas, resistensi insulin inilah yang menjadi cikal-bakal penyakit diabetes. Ketika insulin tak bekerja dengan normal, maka glukosa dalam darah akan meningkat dan tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh. 

3. Berat Badan Berlebih

Tunjuk tangan bagi kamu yang memiliki berat badan berlebih? Hmmm, cuma sekadar mengingatkan, ternyata obesitas bisa meningkatkan risiko diabetes, lho. Bahkan, obesitas menjadi faktor risiko nomor satu penyebab diabetes. Kok bisa?

Obesitas ini menyebabkan perubahan metabolisme tubuh karena lemak yang berlebih. Perubahan ini membuat jaringan lemak melepaskan molekul lemak ke dalam darah. Nah, kondisi ini nantinya bisa memengaruhi sel responsif insulin dan menyebabkan berkurangnya sensitivitas insulin. 

Baca juga: 10 Dampak Negatif Obesitas yang Harus Kamu Ketahui

Hayo jujur siapa yang bentuk tubuhnya seperti penjelas di atas? Bagi kamu yang memiliki bentuk tubuh seperti di atas, tak ada salahnya untuk menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan berat dan bentuk tubuh yang ideal demi terhindar dari berbagai penyakit. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019.Waist Size Alone May Predict Diabetes Risk.
Harvard Health Publications - Harvard Medical School. Diakses pada 2019. Abdominal fat and what to do about it.
Diabetes.co.uk. Diakses pada 2019. Diabetes and Obesity.