30 November 2017

Sering Ketiduran, Hati-Hati Narkolepsi

Sering Ketiduran, Hati-Hati Narkolepsi

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu melihat orang yang selalu mengantuk dan tertidur sepanjang waktu? Atau kamu sendiri termasuk orang yang sering mengalaminya?

Jika kamu merasa mengantuk sepanjang hari karena tidak bisa tidur di malam sebelumnya, maka itu adalah hal yang wajar. Sebab saat tubuh kurang beristirahat, energi akan ikut menurun dan kondisi inilah yang memicu kamu merasa kantuk tanpa henti.

Namun beda cerita jika kamu telah cukup tidur, tapi tetap mengantuk dan selalu ingin tidur sepanjang hari. Bisa jadi itu adalah tanda kamu mengalami gangguan tidur, salah satunya narkolepsi. 

Dikutip dari WebMD, narkolepsi merupakan gangguan tidur yang terjadi karena adanya gangguan pada sistem saraf yang bertugas mengatur waktu tidur dan bangun seseorang. Artinya saraf yang satu ini tak lagi bekerja sesuai fungsi. Biasanya seseorang yang mengalami narkolepsi bisa merasa mengantuk saat siang hari. Dan yang paling parah, mereka bahkan bisa tiba-tiba tertidur meskipun sedang beraktivitas.

Sayangnya kondisi ini sering diabaikan dan dianggap tidak serius oleh pengidapnya. Kebanyakan hanya menduga bahwa rasa kantuk yang terjadi hanya karena kelelahan belaka. Padahal jika tidak ditanggapi dengan serius dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menggangu aktivitas dan juga mengacaukan sistem tubuh.

Gejala dan Penyebab Narkolepsi

Sejumlah ahli mengatakan bahwa salah satu faktor yang berhubungan dengan narkolepsi adalah kondisi biologis tubuh. Gejala serangan kantuk dan sering tiba-tiba tidur biasanya terjadi karena adanya penurunan zat hipokretin, yaitu zat pada otak yang berfungsi mengatur siklus tidur. Jika seseorang kekurangan zat ini, maka dia mungkin tak dapat mengontrol kapan dan di mana dia tertidur.

Menurut sejumlah ahli, narkolepsi biasanya bisa dikenali lewat empat gejala khas. Yaitu hipersomnia, lumpuh tidur, halusinasi hipnagogic dan katapleksi. Bagaimana cara mengenalinya?

  1. Hipersomnia

Hipersomnia adalah kondisi yang berbanding terbalik dengan insomnia. Jika insomnia membuat seseorang sulit tidur di malam hari, hipersomnia justru membuat ingin selalu tidur.

Rasa kantuk yang selalu datang, terutama di siang hari dan tak tertahankan adalah tanda dari hipersomnia. Namun gejala ini biasanya juga ditemukan pada gangguan tidur lainnya, tapi pada narkolepsi gejala akan terasa lebih berat.

  1. Lumpuh Tidur

Gejala ini dikenal dengan istilah ketindihan atau ereup-ereup. Hal ini terjadi karena menjelang bangun atau saat akan tidur, terjadi gangguan di seputar saraf. Biasanya hal yang terjadi adalah tercampurnya gelombang otak mimpi dengan keadaan terjaga. Artinya, seseorang mungkin berada di kondisi setengah sadar dan setengah mimpi.

  1. Halusinasi

Gejala ini adalah lanjutan dari lumpuh tidur. Saat seseorang berada dalam keadaan setengah sadar, muncul halusinasi hadirnya sosok tertentu di sekitar tempat tidur. Namun  kedua  gejala ini tidak melulu menandakan narkolepsi. Sebab bercampurnya gelombang otak terjaga juga bisa terjadi saat kamu sangat kelelahan atau kurang tidur.

  1. Katapleksi

Katapleksi adalah kelumpuhan yang dipicu oleh emosi yang kuat, seperti tertawa, sedih, bahagia dan menangis. Biasanya kelumpuhan ini bersifat sementara selama beberapa menit saja. Pengidapnya akan terlihat seperti orang yang pingsan atau tak sadarkan diri, namun sebenarnya dia masih sadar dengan sekitarnya.

Agar tidak salah menduga dan salah memberikan penanganan, pastikan kamu rutin melakukan pemeriksaan kondisi tubuh. Kenali apa saja yang tengah terjadi dan segera bicarakan pada dokter keluhan yang terjadi. Kamu juga bisa memnghubungi dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc bisa dihubungi selama 24 jam dalam sehari lewat Video/Voice Call dan Chat. Membeli produk kesehatan juga sangat mudah di Halodoc, pesanan pun akan diantar ke rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.