Sering Pakai Gadget, Waspadai 2 Penyakit Mata Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sering Pakai Gadget, Waspadai 2 Penyakit Mata Ini

Halodoc, Jakarta - Pada era digital ini, semua orang umumnya akan terpaku pada gadget yang dimiliki. Kebiasaan tersebut justru dapat menyebabkan penyakit mata. Semua orang, termasuk anak-anak sudah menggunakan gadget setiap harinya dan mata akan terpaku pada layar gadget tersebut. Ternyata, terkena dampak dari cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gadget tersebut dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan mata.

Sekarang ini, tidak sedikit orang yang mengalami ketergantungan pada teknologi digital. Kecanduan pada teknologi digital ini menjadi masalah tersendiri. Padahal, perangkat digital menghasilkan cahaya berenergi tinggi dengan bentuk sinar biru yang dapat dengan mudah masuk ke mata semua orang, termasuk juga anak-anak.

Cahaya biru adalah cahaya gelombang pendek yang berbahaya, karena merupakan panjang gelombang energi tertinggi dari cahaya yang tampak. Hal tersebut dapat ditemukan di berbagai tempat, bahkan matahari juga memancarkan cahaya biru, sehingga langit dan lautan menjadi berwarna biru. Walau begitu, cahaya biru tersebut juga ditemukan pada barang elektronik buatan manusia, seperti gadget, TV, lampu neon, dan LED.

Baca Juga: 4 Penyakit Mata yang Bisa Dialami Pengidap Diabetes

Cahaya biru yang dipancarkan oleh gadget hanya sebagian kecil dari apa yang dipancarkan oleh matahari. Walau begitu, seseorang yang banyak menghabiskan waktu menatap gadget akan lebih lama terpapar cahaya tersebut. Selain itu, kedekatan layar dengan mata juga merupakan penyebab meningkatnya keprihatinan dokter mata terhadap kesehatan mata orang banyak.

Beberapa penyakit mata yang dapat terjadi pada seseorang yang kerap menatap gadget terlalu lama, adalah:

  1. Penyakit Mata Digital

Penyakit mata digital atau computer vision syndrome merupakan salah satu kondisi yang sering dihubungkan dengan seseorang yang ketergantungan pada gadget. Penyakit tersebut terjadi ketika merasakan ketidaknyamanan visual setelah menonton TV atau menggunakan gadget dalam waktu yang lama. Kamu mungkin akan merasakan sakit, berat, dan lelah, serta dibarengi dengan sakit kepala, mual, dan mata kering.

  1. Miopia

Penyakit mata lainnya yang dapat terjadi pada seseorang yang menatap terlalu lama pada layar gadget adalah miopia. Disebutkan bahwa seorang anak yang menghabiskan waktu tanpa menggunakan gadget, risiko untuk mengidap miopia akan lebih kecil dibanding yang kerap menatap gadget. Jika seseorang sudah terbiasa menggunakan gadget, risiko untuk mengidap miopia pun akan semakin besar.

Baca Juga: 7 Penyakit Tak Biasa pada Mata

Bahaya Cahaya Biru pada Anak-Anak

Cahaya biru yang keluar dari gadget dapat sangat membahayakan anak-anak. Hal tersebut dikarenakan ketergantungan gadget pada semua hal, bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk mengerjakan tugas sekolah dan kegiatan lainnya yang menunjang pendidikan.

Mata anak-anak yang sedang berkembang membuat paparan cahaya biru tersebut menjadi lebih berbahaya. Hal tersebut karena pigmen pelindung yang ada belum berkembang sepenuhnya, sehingga tidak dapat menyaring cahaya yang masuk.

Cara Pencegahan Penyakit Mata Akibat Gadget

Pancaran cahaya biru dari gadget dapat berbahaya, sehingga menyebabkan penyakit mata. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan mengurangi jumlah waktu menatap layar, guna mengurangi paparan cahaya tersebut. Selain itu, disebutkan juga bahwa paparan sebelum tidur di malam hari dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk tidur nyenyak.

Cara lainnya adalah menggunakan lensa yang dapat menyaring cahaya biru yang masuk. Cobalah untuk bertanya pada dokter mata tentang cara untuk melindungi mata anak ibu dari cahaya biru yang keluar dari gadget. Pencegahan dini sangat berguna agar mata tidak cepat rusak.

Baca Juga: Mata Merah, Jangan Biarkan Berlama-lama!

Itulah beberapa penyakit mata yang dapat terjadi pada seseorang yang kerap menatap layar gadget. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit mata karena gadget, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!