24 February 2019

Sesuai Medis, Ini Cara Diagnosis Ensefalopati yang Tepat

Sesuai Medis, Ini Cara Diagnosis Ensefalopati yang Tepat

Halodoc, Jakarta - Ensefalopati, adalah sebutan untuk penyakit yang memengaruhi fungsi dan struktur otak manusia. Penyakit ini memiliki beberapa tipe, ada yang bersifat sementara namun ada yang permanen. Penyakit ini bisa muncul sejak lahir dan tidak menunjukkan perubahan seiring pertumbuhannya.

Diagnosis ensefalopati yang tepat perlu dilakukan agar dokter bisa segera memberikan rangkaian perawatan serta pengobatan yang tepat. Sebab, sebagaimana penyakit lainnya, penanganan ensefalopati sedini mungkin dan tepat membantu mengendalikan gejala dan mencegah kondisi pengidapnya semakin memburuk.

Gejala Ensefalopati

Orang yang mengidap penyakit ini mengalami beberapa perubahan kondisi mental. Misalnya kehilangan konsentrasi, gangguan koordinasi gerak, serta kehilangan kemampuan dalam mengatasi masalah atau mengambil keputusan. Sementara itu, dari segi fisik, ensefalopati dapat dikenali dengan gejala seperti berikut:

  • Bagian tubuh yang berkedut.

  • Mengalami kesulitan saat menelan atau berbicara.

  • Kelemahan otot pada salah satu anggota tubuh.

  • Kejang.

  • Penurunan kesadaran, mulai dari tampak mengantuk hingga koma.

Baca Juga: Bisakah Ensefalopati Disembuhkan?

Langkah Diagnosis Ensefalopati

Faktanya ensefalopati muncul karena bermacam penyebab. Namun, dokter akan menyatakan seorang pasien mengalami ensefalopati melalui gejala yang nampak. Untuk mencari penyebabnya, dokter menanyakan riwayat kesehatan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan tekanan darah. Untuk semakin memperjelas diagnosis ensefalopati, pengidap wajib melakukan serangkaian tes, antara lain:

  • Hitung darah lengkap, untuk mendeteksi adanya infeksi dan kekurangan darah.

  • Kultur kuman dari sampel darah atau cairan tubuh lainnya, guna mendeteksi infeksi.

  • Analisis gas darah untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah.

  • Tes kadar racun atau kadar obat dalam darah.

  • Tes zat kimia darah, untuk mengetahui kadar elektrolit, gula, serta zat sisa yang seharusnya diolah atau dibuang oleh hati dan ginjal.

  • Tes fungsi hati dan ginjal.

  • CT scan atau MRI, untuk mendeteksi kelainan struktur otak.

  • USG Doppler pembuluh darah leher, untuk mendeteksi gangguan aliran darah ke jaringan otak

  • Elektroensefalografi (EEG), untuk mendeteksi kelainan gelombang listrik otak.

Pengobatan Ensefalopati

Setelah penyebab ensefalopati ditemukan, maka pengobatannya dilakukan sesuai penyebabnya tersebut. Pengobatan yang dilakukan meliputi penggunaan obat-obatan untuk mengurangi gejala dan obat-obatan atau pembedahan untuk mengobati penyebab.

Selain itu, pengidap juga memerlukan suplemen nutrisi guna memperlambat proses kerusakan otak. Mengatur pola makan sedemikian rupa disarankan untuk mengobati penyebab seperti akibat ketidakseimbangan elektrolit. Dukungan oksigen diberikan pada otak yang tidak mendapatkan cukup oksigen.

Langkah Pencegahan Ensefalopati

Beberapa ensefalopati tak bisa dicegah, seperti ensefalopati yang muncul karena faktor genetika. Beberapa penyebab ensefalopati lain dapat dicegah dengan cara:

  • Menghindari zat-zat beracun, seperti narkoba.

  • Menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan.

  • Mengonsumsi makanan sehat.

  • Rutin periksa kesehatan ke dokter.

  • Melakukan pola diet khusus untuk pengidap penyakit ginjal.

Mencegah ensefalopati jenis lain dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana. Misalnya rajin berolahraga minimal seminggu tiga kali selama 30 menit, konsumsi makanan dan minuman sehat, serta jalani pola hidup sehat.

Baca Juga: Inilah 10 Penyakit yang Termasuk Kelainan Otak Ensefalopati

Jika kamu mengalami gejala ensefalopati, sebaiknya segera lakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan saja dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!