20 September 2018

Di Indonesia, Ini Alasan Tidak Boleh Minum Minol Sebelum 21 Tahun

tidak boleh minum alkohol sebelum 21 tahun

Halodoc, Jakarta – Tidak semua orang bisa mengonsumsi minuman beralkohol atau yang kadang disingkat dengan minol. Di berbagai negara, penjualan minol dibatasi hanya ke sejumlah kalangan tertentu saja, yaitu orang-orang yang sudah melewati batas usia tertentu. Di Indonesia sendiri, orang tidak boleh minum alkohol sebelum 21 tahun. Peraturan ini tentu saja dibuat bukan tanpa alasan. Nyatanya, mengonsumsi minol bisa memberi sejumlah dampak buruk untuk kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang belum mencapai usia dewasa sehingga dikhawatirkan bisa terkena bahaya minum alkohol.

Aturan Minum Minol di Indonesia

Tahukah kamu, minuman beralkohol atau minol sebenarnya tidak bisa diperjual-belikan dan dikonsumsi dengan bebas di Indonesia. Penjualan minol di Indonesia sudah dibatasi dan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) bernomor 20/M-DAG/PER/4/2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dalam Permendag yang berlaku efektif sejak 11 April 2014 tersebut, dinyatakan pula bahwa hanya konsumen yang telah berusia 21 tahun atau lebih yang boleh membeli minuman beralkohol golongan A (dengan kadar alkohol maksimal 5 persen) seperti bir, tetapi dengan menunjukkan kartu identitas (KTP) kepada petugas atau pramuniaga terlebih dahulu. Dengan kata lain, kamu memang tidak boleh minum alkohol sebelum 21 tahun.

Alasan Tidak Boleh Minum Minol Sebelum 21 Tahun

Pemerintah membuat peraturan tersebut sebenarnya demi kesehatan masyarakat. Di dalam minol, terdapat kandungan etanol, yaitu bahan psikoaktif yang bisa menurunkan kesadaran bila dikonsumsi. Selain itu, cara kerja minol sendiri pun mirip dengan obat antidepresan yang dapat menekan atau memperlambat kerja otak. Berbeda dengan orang dewasa, organ tubuh remaja di bawah usia 21 tahun masih belum bisa mencerna alkohol dengan baik. Dampak buruk minum alkohol bisa berlangsung dalam jangka pendek atau jangka panjang bagi remaja yang mengonsumsinya. Dampak jangka pendek yang bisa terjadi adalah berupa alergi alkohol atau keracunan alkohol, bahkan kematian. Sedangkan jangka panjang, anak mungkin saja menjadi seorang pecandu alkohol ketika dewasa nanti.

Selain itu, usia di bawah 21 tahun adalah usia di mana anak masih berada dalam masa pertumbuhan. Jadi, minum minol sejak usia dini berpotensi besar mengganggu, bahkan menghambat pertumbuhan anak-anak.

Bahaya Minum alkohol

Jangankan pada remaja yang belum dewasa, minuman alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan pun bisa menimbulkan efek samping yang buruk untuk orang dewasa. Berikut bahaya minum alkohol yang mungkin terjadi pada anak dibawah batasan umur minum minol:

1. Keracunan Alkohol

Keracunan alkohol adalah dampak yang akan terjadi bila anak-anak mengonsumsi minol dalam kadar yang tinggi. Ciri-ciri anak yang keracunan minum alkohol, antara lain mual, muntah, linglung, sulit bernapas, badannya menjadi dingin, kejang-kejang, dan hilang kesadaran. Tidak jarang juga keracunan alkohol dapat menyebabkan kematian.

2. Kerusakan Hati

Hati atau liver merupakan organ yang bertugas untuk membuang racun yang masuk ke dalam tubuh. Nah, alkohol termasuk salah satu racun yang mesti dibuang oleh hati. Jadi, apabila kamu minum minol secara berlebihan, maka hati pun terpaksa bekerja lebih keras. Hal ini bisa membuat hati mudah mengalami penyakit seperti hepatitis alkoholik atau peradangan hati. Bila hepatitis alkoholik dibiarkan dan kebiasaan minum minol masih berlanjut, maka hepatitis dapat berkembang menjadi sirosis, yaitu kerusakan hati permanen.

3. Gula Darah Rendah

Remaja yang belum berusia 21 tahun juga berisiko mengalami gula darah rendah bila minum minol. Pasalnya, alkohol yang masuk ke dalam tubuh anak-anak bisa menghalangi pelepasan glukosa ke dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah akan menurun secara drastis dan menyebabkan hipoglikemia.

4. Pertumbuhan Terhambat

Dampak buruk minum alkohol juga bisa menyebabkan perkembangan organ-organ vital di dalam tubuh anak-anak, seperti otak, hati, jantung, dan tulang menjadi terhambat. Hal ini terjadi karena cairan yang mengandung etanol tersebut bisa mengganggu keseimbangan hormon. Padahal, hormon sangat penting untuk mengatur berbagai fungsi tubuh anak, salah satunya menjaga kepadatan tulang.

Jadi, bagi kamu yang belum berusia 21 tahun sebaiknya tidak minum minol dulu ya, demi kesehatan dan tumbuh kembang kamu. Kalau kamu sakit dan butuh saran dokter, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: