• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Shisha dengan Vape, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Shisha dengan Vape, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Shisha dengan Vape, Manakah yang Lebih Berbahaya?

“Shisha termasuk produk tembakau. Air dalam shisha tidak menyaring kandungan beracun dalam asap tembakau. Inilah yang membuat shisha sama berbahayanya dengan rokok tradisional dan vape. Sebaiknya hindari semua produk tembakau untuk menjaga kesehatan.”

Halodoc, Jakarta – Shisha merupakan metode merokok yang berasal dari Timur Tengah. Metodenya menggunakan semacam pipa air dengan ruang asap, mangkuk, pipa, dan selang. Tembakau yang dibuat khusus dipanaskan, dan asapnya melewati air, kemudian ditarik melalui selang karet ke corong. Perlu diketahui, shisha sama berbahayanya dengan vape ataupun rokok tradisional. Bahkan mungkin lebih berbahaya. 

Air dalam shisha tidak menyaring bahan-bahan beracun dalam asap tembakau. Perokok shisha sebenarnya dapat menghirup lebih banyak asap tembakau dibandingkan vape ataupun rokok yang dibakar. Hal ini karena banyaknya volume asap yang bisa dihirup dalam satu sesi merokok, yang dapat berlangsung selama 60 menit. 

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Mengisap Vape atau Rokok Tembakau?

Ketahui Kandungan Racun dalam Shisha

Ruang tembakau di shisha terdiri dari mangkuk berisi arang terbakar yang diletakkan di atas tembakau yang berisi rasa. Arang dipisahkan dari tembakau dengan aluminium foil berlubang. Saat arang memanaskan tembakau, maka terciptalah asap. Ketika pengguna menghisap selang shisha, asap ditarik melalui ruang air, kemudian berubah menjadi dingin sebelum dihirup ke paru-paru. 

Mungkin selama ini banyak yang salah paham, menganggap shisha tidak mengandung nikotin dan racun seperti pada rokok tradisional atau vape. Padahal, kandungan racun dan bahan kimia pemicu kanker yang ada dalam shisha tidak disaring oleh selama proses merokok. Asap shisha mengandung banyak bahan kimia berbahaya yang sama dalam asap rokok tradisional dan vape. 

Beberapa kandungan racun dalam shisha yaitu:

  • Karbon monoksida.
  • Tar.
  • Arsenik.
  • Kromium.
  • Kobalt.
  • Kadmium.
  • Nikel.
  • Formaldehida.
  • Asetaldehida.
  • Akrolein.
  • Polonium 210.

Beberapa produk tembakau shisha mengklaim bahwa produknya tidak mengandung tar, padahal itu tidak benar. Kandungan tar tetap ada saat dibakar, ataupun dipanaskan pada shisha. Perbedaan ini membuat banyak orang percaya bahwa toksisitas tar shisha mungkin lebih rendah dibandingkan rokok atau vape, padahal tidak begitu. 

Selain itu, arang yang digunakan untuk memanaskan tembakau mengandung karbon monoksida, logam, dan agen penyebab kanker lainnya. Contohnya hidrokarbon poliaromatik. Kandungan ini menambah tingkat bahaya lain bagi perokok shisha. 

Baca juga: Ini yang Terjadi Kalau Terlalu Sering Terpapar Asap Rokok

Masalah Kesehatan yang Ditimbulkan dari Shisha

Dalam jangka pendek, merokok shisha bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Sementara itu, dalam jangka panjang merokok shisha dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, penyakit jantung, dan paru-paru. 

Perokok shisha berisiko mengalami banyak penyakit yang sama dengan perokok tradisional dan vape, seperti:

  • Kanker mulut.
  • Kanker paru-paru.
  • Kanker perut.
  • Kanker kerongkongan.

Pengguna shisha juga berpotensi mengalami penurunan fungsi paru-paru dan penyakit jantung, dan dapat berdampak negatif pada kesuburan. Asap rokok shisha juga berbahaya. Jika kamu berada satu ruangan dengan orang yang sedang menggunakan shisha, kamu menghirup racun penyebab kanker seperti halnya asap rokok tradisional dan vape. 

Menggunakan shisha juga dapat menyebarkan penyakit. Karena biasanya merokok di lingkungan sosial, dengan beberapa orang berbagi pipa dan corong yang sama, sehingga berpotensi menularkan beberapa penyakit. Contoh penyakit yang mudah menular saat berbagai alat shisha yaitu herpes mulut, pilek, dan infeksi lainnya. 

Baca juga: Alasan Rokok Bisa Sebabkan Kanker

Shisha juga bersifat adiktif dan sama berbahayanya dengan rokok tradisional ataupun vape. Nah, kesimpulannya hal yang terbaik untuk kesehatan adalah menghindari semua produk tembakau. Karena tidak ada satupun yang bisa dianggap aman. Jangan menunda-nunda untuk berhenti merokok demi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Jika kamu mengalami masalah kesehatan akibat merokok, jangan tunda juga untuk segera menghubungi dokter di aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa cek kebutuhan suplemen yang diresepkan dokter di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What are the health risks of hookah smoking?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Is hookah smoking safer than smoking cigarettes?
Very Well Mind. Diakses pada 2021. Hookah Smoking and Its Risks