Si Kecil Pakai Pasta Gigi Berlebihan, Ini Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
pasta gigi tertelan

Halodoc, Jakarta - Pasta gigi atau yang lebih akrab disapa odol di Indonesia merupakan bahan pembersih gigi yang digunakan tiap kali menyikat gigi. Pasta gigi sendiri diracik dengan menggunakan bahan-bahan kimia, seperti perasa, pewarna, kalsium, detergen, fluoride, dan triclosan. Bahan-bahan kimia tersebut tentu tidaklah aman jika dipakai secara berlebihan, apalagi untuk Si Kecil.

 

Baca juga: 5 Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang

 

Si Kecil Pakai Pasta Gigi Berlebihan, Adakah Dampaknya Bagi Kesehatan?

 

Kandungan fluoride pada pasta gigi memiliki banyak manfaat, yaitu melapisi struktur gigi serta menjaga kekuatan gigi, sehingga tahan terhadap proses pembusukan. Selain itu, unsur kimia pada fluoride dapat membantu mengeraskan enamel gigi, sehingga gigi tidak mudah berlubang. Meski demikian, jika kandungan yang satu ini sering tertelan ketika Si Kecil menyikat gigi, berikut ini dampak yang akan dirasakan:

 

1. Terhambatnya Penyerapan Kalsium

 

Pasta gigi anak memang terasa manis, sehingga mereka kerap kali menelannya. Namun, terlalu sering menelan pasta gigi yang mengandung fluoride dapat menyebabkan terhambatnya proses penyerapan kalsium dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, Si Kecil bisa saja mengalami gangguan sistem saraf, gangguan sistem imunitas tubuh, kerapuhan tulang, penurunan IQ, serta pertumbuhan tubuh yang terhambat. 

 

2. Masuknya Racun ke Dalam Tubuh

 

Fluoride merupakan bahan kimia pada pasta gigi yang memiliki efek racun kimia yang berbahaya bagi tubuh. Karena hal tersebut, kandungan fluoride pada pasta gigi selalu dibatasi. Jika bahan kimia yang satu ini sering tertelan dan masuk ke dalam tubuh, tubuh bisa saja keracunan dan menimbulkan sejumlah gejala, seperti sakit kepala, mual dan muntah, bahkan kehilangan kesadaran.

 

Baca juga: 4 Cara Mengobati Sakit Gigi Secara Alami

 

3. Menyebabkan Munculnya Bintik Kuning pada Gigi

 

Ketika fluoride sering tertelan, maka akan menimbulkan sejumlah gejala. Biasanya, gejala ditimbulkan dengan adanya noda kecoklatan atau bintik-bintik kuning yang menyebar pada permukaan gigi. Hal tersebut terjadi karena pembentukan enamel gigi yang tidak sempurna. Pembentukan yang tidak sempurna ini dapat memicu kerusakan akibat terjebaknya sisa-sisa makanan pada area tersebut, sehingga bakteri dan kuman menumpuk. Hal tersebutlah yang menjadi awal mula dari karang gigi.

 

4. Mengalami Kelainan Tulang dan Gigi

 

Ketika Si Kecil memakai pasta gigi yang berlebihan, kelebihan fluoride ini akan menyebabkan kelainan pada gigi dan tulang. Pasalnya, fluoride yang masuk ke dalam tubuh setengahnya akan disimpan di dalam tulang dan akan terus bertambah seiring berjalannya usia. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, kelainan tulang bisa saja terjadi.

 

Baca juga: Adakah Pengaruh Kesehatan Gigi pada Kecerdasan Anak?

 

Apakah Pasta Gigi Berfluoride Aman untuk Si Kecil?

 

Pemakaian pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong disarankan untuk anak-anak berusia 3–6 tahun. Dengan ukuran yang kecil, masih sangat aman jika bahan tersebut tertelan ketika Si Kecil sedang menyikat gigi. Jangan biarkan Si Kecil mengoleskan pasta gigi sendiri atau menyikat gigi tanpa pengawasan orangtua. Hal tersebut dikarenakan, anak-anak di bawah usia 6 tahun lebih cenderung menelan pasta gigi karena refleks menelan mereka masih belum berkembang sepenuhnya.

Untuk itu, diperlukan pengawasan penuh ketika Si Kecil sedang menyikat gigi agar terhindar dari dampak yang berbahaya. Dalam hal ini, ibu bisa bertanya langsung dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc mengenai teknis menyikat gigi yang baik dilakukan bagi Si Kecil. Ibu juga bisa langsung diskusikan jika Si Kecil mempunyai sejumlah keluhan tentang kesehatan pada gigi.

 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Fluoride.
Healthline. Diakses pada 2019. Should You Be Worried About Fluoride Toothpaste?