6 Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
6 Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang

Halodoc, Jakarta - Masalah gigi berlubang sebenarnya bukan cuma dialami oleh anak-anak saja. Enggak percaya? Menurut data dari Kemenkes (2013), kira-kira sebanyak 25,9 persen penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut, termasuk gigi berlubang. Nah, pengidapnya dari segala kalangan, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Jangan main-main dengan gigi berlubang, karena masalah ini bisa menimbulkan nyeri atau sakit yang mungkin tidak tertahankan. Selain itu, dalam beberapa kasus gigi berlubang bisa mengakibatkan komplikasi, mulai dari infeksi gigi, abses gigi, sepsis, hingga gigi tanggal.

Lantas, bagaimana sih cara mengobati gigi berlubang?

  1. Filling atau Tambal Gigi

Tambal gigi merupakan tindakan yang umum dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Dokter akan membuat bagian gigi yang sudah rusak menggunakan bor khusus. Kemudian, dokter akan menambal gigi berlubang dengan bahan khusus, contohnya porselen, emas, perak, atau komposit.

2. Penggunaan Fluoride

Penggunaan fluoride umumnya dilakukan bila lubang di gigi masih sangat kecil, atau masih dalam taraf permulaan. Di sini dokter menggosok fluoride berjenis cair, busa, gel, atau pernis ke gigi selama beberapa menit. Kandungan fluoride dalam perawatan ini tentunya lebih banyak ketimbang pasta gigi biasa.

  1. Cahaya Neon

Melansir dari Cleveland Clinic, terdapat perawatan baru yang masih dalam perkembangan untuk mengatasi gigi berlubang. Contohnya, teknik eksperimental menggunakan cahaya neon. Teknik ini mampu mendeteksi perkembangan rongga gigi lebih jauh ketimbang cara tradisional (sinar-X atau pemeriksaan gigi).  

Dengan kata lain, apabila sinar X atau pemeriksaan gigi lainnya belum bisa mendeteksi rongga atau risiko pembusukan gigi, teknik baru ini sudah bisa mendeteksi terlebih dahulu. Pada beberapa kasus, ketika gigi berlubang dapat dideteksi lebih awal, proses pembusukan gigi dapat dihentikan atau ditangani.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak

4. Prosedur Crown

Apabila pembusukan gigi cukup parah hingga membuat gigi rapuh, maka kemungkinan dokter akan membuatkan crown (mahkota). Dokter akan memasang mahkota gigi palsu di atas gigi yang sudah rusak.

Nantinya, sebagian gigi yang rusak dikikis dan disisakan sebagai kecil sebagai tumpuan mahkota gigi palsu. Crown palsu ini bisa terbuat dari emas, porselen, resin, porselen fusi logam, ataupun bahan lainnya.

5. Perawatan Saluran Akar

Selain ketiga hal di atas, cara mengatasi gigi berlubang dapat melalui root canal atau perawatan saluran akar. Perawatan gigi berlubang yang satu ini dilakukan bila pembusukan sudah mencapai bagian dalam gigi (pulpa) atau saraf yang sudah mati.

Dokter akan membuang jaringan saraf, dan setiap daerah yang busuk. Setelah dibersihkan, dokter akan menambal atau memberikan crown agar gigi tak perlu dicabut.

6. Cabut Gigi

Hmm, kalau gigi sudah tidak bisa diselamatkan lagi, mau tidak mau harus dicabut. Gigi yang dicabut ini bisa meninggalkan ruang atau celah yang memungkinkan gigi lainnya bergeser. Untuk mengatasi hal ini, dokter menyarankan untuk membuat bridge atau gigi implan untuk menggantikan gigi yang dicabut.

Redakan Sakit Gigi Lewat Bahan Alami

Pada kebanyakan kasus sakit gigi, biasanya dokter tidak bisa melakukan pengobatan apa pun ketika gigi masih bermasalah atau sakit. Nah, setidaknya ada beberapa upaya yang dilakukan untuk meredakan sakit gigi karena berlubang, seperti:

1. Berkumur Air Garam

Berkumur air garam boleh dibilang menjadi ramuan turun temurun untuk mengatasi sakit gigi. Sebenarnya menurut para ahli, hingga kini efek kerja air garam sebagai obat pereda radang masih menjadi kontroversi. Boleh dibilang cara ini merupakan cerita turun-temurun atau informasi dari buku pengetahuan praktis.

Baca juga: Usia Ideal Anak Pergi ke Dokter Gigi

Namun, air garam mempunyai efek tersendiri. Berkurang air garam bisa mengurangi tegangan permukaan sehingga nyeri pada gigi atau gusi bisa berkurang. Hal yang perlu digarisbawahi, berkumur air garam tidak menghilangkan sumber penyakitnya.

2. Kunyah Bawang Merah Mentah

Cara yang satu ini juga tidak berbeda dengan kumur air garam karena merupakan cerita turun-temurun atau informasi dari buku pengetahuan praktis. Meskipun begitu, bawang merah memiliki sifat antiseptik dan antimikroba yang bisa mengendalikan rasa nyeri. Caranya dengan membunuh bakteri penyebab infeksi gigi.

Kita bisa mengunyah bawang merah mentah yang dibersihkan selama beberapa menit di sisi mulut gigi yang terasa nyeri. Bila tidak bisa mengunyahnya, maka letakkan irisan bawang merah mentah langsung di gigi yang terasa sakit.

Nah, andaikan sakit gigi akibat gigi berlubang tidak kunjung membaik, segeralah temui dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Cavities: Management and Treatment.
Healthline. Diakses pada 2019. Tooth Cavities