Si Kecil Suka Marah-Marah? Ini 5 Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Si Kecil Suka Marah-Marah? Ini 5 Tips Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Yakin cuma orang dewasa saja yang bisa marah? Hmm, jangan salah, anak kecil pun juga bisa marah lho. Ya, mau bagaimana lagi, namanya juga anak-anak. Kenyataannya, banyak kok anak kecil yang sering mengekspresikan emosi negatif tersebut. 

Umumnya anak-anak mengekspresikan emosi marah dengan cara menjerit, marah-marah, bahkan mengamuk. Hal ini wajar kok, sebab meski Si Kecil paham bahwa berperilaku baik merupakan hal yang disukai orang-orang disekitarnya, tetapi pemahaman itu enggak disertai dengan kematangan. 

Meski mereka sudah mengalami perkembangan emosi dan kognitif yang baik, tetapi kemampuan verbal untuk mengekspresikan diri pada usia mereka relatif belum matang. 

Nah, hal yang perlu diperhatikan ketika anak gemar marah-marah. Hmm, yang satu ini jangan dianggap sepele. Sebab, sifat marah-marah ini bisa membuatnya terjebak dalam kemarahan destruktif alias kemarah yang tidak sehat. Ada kemungkinan anak-anak yang suka marah-marah, termasuk anak yang sensitif secara psikologi. 

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi anak yang suka marah-marah?

Baca juga: Bukan Cepat Tua, Marah Bisa Sebabkan Serangan Jantung

1. Ajari Anak Anda Tentang Perasaan

Anak-anak lebih mungkin menjadi pemarah atau suka marah-marah ketika mereka tidak memahami perasaannya atau tidak dapat mengungkapkannya. Nah, cara mengatasi anak yang suka marah-marah bisa dengan mengajari dirinya mengenai perasaan.

Contohnya, seorang anak yang tidak bisa mengatakan, "Aku marah," mungkin mencoba untuk menunjukkan emosinya kepada kita dengan cara memukul. Oleh sebab itu, cobalah ajari Si Kecil untuk mengidentifikasi dan memberi label perasaan.Mulailah ajari anak-anak dengan kata-kata “marah, sedih, bahagia, atau takut”. Seiring berjalannya waktu, Si Kecil bisa melabeli emosinya sendiri. 

2. Disiplinkan dengan Cara Khusus

Selain mengenalkan emosi, cara mengatasi anak yang suka marah-marah juga bisa dengan mendisiplinkan dirinya dengan cara khusus. Hati-hati, mendisiplinkan anak sensitif seperti sifat pemarah dengan keras, justru malah membuatnya makin tertekan. 

Namun, bukan berarti anak yang suka marah-marah tak boleh disiplinkan. Ibu bisa kok membantu menangani emosinya dengan cara khusus. Misalnya, melatih pernapasan saat marah atau mengingatkan atau berkomunikasi dengannya dengan kalimat yang diplomatis.

  1. Buat Termometer Kemarahan

Membuat termometer kemarahan bisa dijadikan cara untuk mengatasi anak yang suka marah-marah. Termometer kemarahan ini bisa membantu anak untuk mengenali tanda ketika kemarahan mereka meningkat.  

Caranya mudah kok, gambarlah sebuah termometer besar di atas kertas. Lalu, isilah termometer dengan angka 0 sampai 10 (bawah ke atas). Jelaskan bahwa nol berarti "tidak ada kemarahan sama sekali." Angka 5 berarti "jumlah kemarahan yang sedang," dan 10 berarti "kemarahan yang paling banyak."

Baca juga: Ini Cara Meluapkan Marah secara Sehat, Tanpa Harus Banting Barang

Bicaralah mengenai perasaan tubuhnya ketika dia sedang marah. Dia mungkin merasa wajahnya menjadi panas ketika dia level dua dan dia mungkin mengepalkan tangannya ketika dia level tujuh.

Ketika anak-anak belajar mengenali tanda-tanda kemarahan, hal ini bisa membantu mereka untuk memahami perlunya istirahat. Tujuannya jelas, agar kemarahan mereka meledak pada tingkat 10.

4. Buat Rencana untuk Membantu Anak Tenang

Ajari Si Kecil apa yang harus dilakukan ketika mereka mulai merasa marah. Alih-alih melempar mainan atau barang lain ketika mereka frustrasi atau kesal, ajari mereka strategi yang lebih sehat yang untuk membantu meredakan kemarahan. Contohnya, ajak mereka ke kamar selama beberapa menit untuk menenangkan diri ketika kemarahannya mulai memuncak.

5. Ajari Teknik Mengelola Kemarahan 

Dengan mengajari anger management techniques atau teknik mengelola kemarahan, ibu bisa membantu anak untuk mengatasi kemarahannya. Contohnya, kenalkan teknik pernapasan yang bisa membuat tubuh lebih tenang. Misalnya, ambil napas dalam-dalam untuk menenangkan pikiran mereka. Masih banyak cara lainnya yang bisa ibu ajarkan pada anak untuk mengelola kemarahannya.

Ingat, anak-anak yang suka marah-marah butuh bantuan kita untuk mengendalikan amarahnya. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa  kapan dan di mana saja bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2019. The Highly Sensitive Child. 
Parents. Diakses pada 2019. Toddlers & Preschoolers. Development. Behavioral Development. How to Help Your Highly Sensitive Child. 
Verywell Family. Diakses pada 2019. 7 Ways to Help an Angry Child.