Si Kecil Terserang Cacing Kremi, Ibu Harus Apa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Si Kecil Terserang Cacing Kremi, Ibu Harus Apa?

Halodoc, Jakarta – Cacing kremi adalah infeksi usus yang disebabkan oleh cacing parasit kecil. Ini adalah infeksi umum yang menyerang jutaan orang setiap tahun, terutama anak-anak usia sekolah.

Jika anak mengidap infeksi cacing kremi, cobalah untuk tidak khawatir. Cacing kremi tidak menyebabkan bahaya (hanya gatal dan tidur gelisah) dan tidak butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.

Infeksi cacing kremi menular dan masuk ke dalam tubuh ketika orang menelan atau menghirup telur cacing kremi mikroskopik. Telur-telur ini dapat ditemukan pada tangan dan permukaan yang terkontaminasi, seperti seprai, handuk, pakaian (terutama pakaian dalam dan piama), toilet, perlengkapan kamar mandi, makanan, gelas minuman, peralatan makan, mainan, meja dapur, meja atau meja makan siang di sekolah, bahkan kotak pasir.

Baca juga: 6 Masalah Kesehatan Akibat Cacing Kremi

Telur masuk ke sistem pencernaan dan menetas di usus kecil. Dari usus kecil, larva cacing kremi pergi ke usus besar, tempat mereka hidup sebagai parasit (dengan kepala menempel pada dinding bagian dalam usus).

Sekitar 1 hingga 2 bulan kemudian, cacing kremi betina dewasa melakukan perjalanan dari usus besar ke daerah sekitar dubur. Di sana, mereka akan meletakkan telur cacing kremi baru yang dapat memicu gatal di sekitar anus.

Ketika seseorang menggaruk daerah yang gatal, maka telur cacing kremi mikroskopik berpindah ke jari-jarinya. Jari yang terkontaminasi kemudian dapat membawa telur cacing kremi ke mulut, di mana mereka kembali ke dalam tubuh atau tinggal di berbagai permukaan yang mereka dapat hidup selama 2 hingga 3 minggu.

Baca juga: Awas, Jangan Abaikan Jika Alami Perut Kiri Sakit

Jika kamu bertanya-tanya apakah hewan peliharaan keluarga dapat memberi anak infeksi cacing kremi, itu tidak bisa. Cacing kremi tidak berasal dari hewan.

Mengobati Infeksi Cacing Kremi

Jika anak mengidap infeksi cacing kremi, dokter akan merekomendasikan obat anti cacing yang dijual bebas atau resep. Obat diberikan dalam satu dosis dan diulang dalam 2 minggu. Dokter mungkin memutuskan untuk merawat seluruh keluarga, terutama jika anak pernah mengalami infeksi cacing kremi sebelumnya.

Meskipun obat dapat mengatasi infeksi cacing, tapi rasa gatal dapat berlanjut selama sekitar satu minggu. Jadi, dokter mungkin juga memberi anak krim atau obat lain untuk membantu menghentikan rasa gatal.

Mencuci tangan secara teratur dan membersihkan rumah tangga secara rutin (termasuk sering mengganti pakaian dalam, dan mencuci piama, handuk, serta linen tempat tidur) juga akan membantu mencegah penyebaran infeksi cacing kremi dalam keluarga.

Waspada Terhadap Tandanya

Tanda-tanda paling umum dari infeksi cacing kremi adalah gatal di sekitar dubur dan tidur gelisah. Gatal biasanya lebih buruk di malam hari karena cacing pindah ke daerah sekitar dubur untuk bertelur. Pada anak perempuan, infeksi cacing kremi dapat menyebar ke Miss V yang menyebabkan keputihan. Jika gatal-gatal menyebabkan kulit rusak, maka itu juga dapat menyebabkan infeksi kulit bakteri.

Jika anak mengalami infeksi cacing kremi, kamu dapat melihat cacing di daerah anus, terutama jika memeriksanya sekitar 2 atau 3 jam setelah anak tertidur. Orangtua juga mungkin melihat cacing di toilet setelah anak pergi ke kamar mandi.

Cacing kremi terlihat, seperti potongan-potongan kecil benang putih. Orangtua mungkin juga melihatnya di pakaian dalam anak pada pagi hari. Nyeri perut dan mual adalah gejala yang kurang umum, tetapi bisa terjadi jika ada banyak cacing kremi di usus.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cacing kremi serta pencegahan maupun perawatannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.