• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja Orang yang Berisiko Terserang Kanker Otak?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja Orang yang Berisiko Terserang Kanker Otak?

Siapa Saja Orang yang Berisiko Terserang Kanker Otak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 07 Desember 2021
Siapa Saja Orang yang Berisiko Terserang Kanker Otak?

“Orang yang memiliki riwayat keluarga tumor otak atau sering terpapar radiasi, berisiko terkena kanker otak. Jika memiliki faktor risiko, sebaiknya jangan abai dan lengah. Apalagi jika gejala kanker otak mulai muncul dalam tubuh.”

 

Halodoc, Jakarta - Kanker otak berawal dari tumor, massa, atau pertumbuhan sel abnormal di otak. Ada banyak jenis tumor otak, ia bisa bersifat non-kanker (jinak), dan beberapa tumor otak bersifat kanker (ganas). Tumor otak dapat dimulai di otak (tumor otak primer), atau kanker dapat dimulai di bagian lain tubuh dan kemudian menyebar ke otak (tumor otak sekunder atau metastasis).

Seberapa cepat tumor otak tumbuh bisa sangat bervariasi. Selain itu, tingkat pertumbuhan serta lokasi tumor otak akan menentukan bagaimana tumor itu akan memengaruhi fungsi sistem saraf. Ada juga beberapa orang yang lebih rentan terserang kanker otak, sehingga mereka perlu segera melakukan diagnosis saat gejala tak biasa muncul dan mengganggu kesehatan. 

Orang yang Berisiko Terserang Kanker Otak

Mereka yang mengalami tumor otak primer, penyebab tumor biasanya kurang jelas. Namun, sejauh ini dokter mencatat bahwa ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker otak, contohnya:

  • Sering terpapar radiasi. Orang yang telah terpapar jenis radiasi yang disebut radiasi pengion memiliki peningkatan risiko tumor otak. Contoh radiasi pengion termasuk terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker dan paparan radiasi yang disebabkan oleh bom atom.
  • Memiliki riwayat tumor otak dalam keluarga. Sebagian kecil tumor otak terjadi pada orang dengan riwayat keluarga tumor otak atau riwayat keluarga sindrom genetik yang meningkatkan risiko tumor otak.

Sementara itu, seperti yang disebutkan sebelumnya, kanker otak juga bisa terjadi pada mereka yang telah mengidap kanker di beberapa area tubuh lain. Apalagi jika kanker tersebut tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, kanker bisa menyebar ke otak dan kemudian menyebabkan kanker otak. 

Pada orang dewasa, kanker otak sekunder jauh lebih umum daripada kanker otak primer dan beberapa jenis kanker lain di tubuh yang bisa memicu kanker otak, antara lain: 

  • Kanker payudara.
  • Kanker usus besar.
  • Kanker ginjal.
  • Kanker paru-paru.
  • Melanoma.

Kenali Gejala Kanker Otak 

Tanda dan gejala kanker otak sangat bervariasi dan bergantung pada ukuran tumor otak, lokasi, dan kecepatan pertumbuhannya. Tanda dan gejala umum yang disebabkan oleh kanker otak antara lain: 

  • Perubahan pola sakit kepala.
  • Sakit kepala yang berangsur-angsur menjadi lebih sering dan lebih parah.
  • Mual atau muntah yang tidak bisa dijelaskan.
  • Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur atau penglihatan ganda.
  • Hilangnya sensasi atau gerakan bertahap di lengan atau tungkai.
  • Kesulitan dengan keseimbangan.
  • Kesulitan berbicara.
  • Kebingungan dalam urusan sehari-hari.
  • Kepribadian atau perilaku berubah.
  • Kejang, terutama pada seseorang yang tidak memiliki riwayat kejang.
  • Masalah pendengaran.

Jika kamu mengalami gejala tersebut, jangan tunda lagi untuk segera bertanya pada dokter di Halodoc. Dokter mungkin akan memberikan saran kesehatan yang bisa kamu lakukan untuk mengelola gejala. Jika gejala memburuk pun, dokter di Halodoc mungkin akan memintamu melakukan pemeriksaan di rumah sakit untuk melakukan diagnosis.

Pemeriksaan Diagnosis Kanker Otak

Jika kamu diminta melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, beberapa tes yang bisa dilakukan antara lain: 

  • Pemeriksaan neurologis untuk menentukan apakah tumor telah memengaruhi otak.
  • Tes pencitraan, seperti pemindaian CT, MRI, dan positron emission tomography (PET), untuk menemukan lokasi tumor.
  • Pungsi lumbal, yaitu prosedur yang mengumpulkan sampel kecil cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, untuk memeriksa sel kanker.
  • Biopsi otak, yang merupakan prosedur pembedahan di mana sejumlah kecil tumor diangkat untuk pengujian diagnostik dan untuk menentukan apakah tumor bersifat ganas atau tidak.

Bisakah Kanker Otak Dicegah?

Sebenarnya hingga kini belum diketahui metode pasti dan efektif untuk mencegah kanker otak. Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan risiko terserang penyakit ini. Contohnya:

  • Menerapkan pola makan bergizi seimbang.
  • Rutin berolahraga.
  • Istirahat yang cukup.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menghindari paparan bahan kimia, terutama yang mengandung zat karsinogenik (zat pemicu kanker).
  • Tidak merokok, atau menghindari asap rokok.
  • Menghindari paparan radiasi. 

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang kanker otak. Jika termasuk orang yang berisiko, apalagi sudah merasakan gejala, jangan tunda untuk mengunjungi dokter. Yuk download Halodoc sekarang juga! 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
Cancer Treatment Centers of America. Diakses pada 2021. Brain Cancer.
Healthline. Diakses pada 2021. Brain Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Brain Tumor.