• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Terserang Bronkitis?

Siapa Saja yang Berisiko Terserang Bronkitis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Siapa Saja yang Berisiko Terserang Bronkitis?

Halodoc, Jakarta – Jangan sepelekan batuk yang disertai dengan nyeri dada. Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda bronkitis. Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan utama. Jika tidak diatasi dengan baik, bronkitis nyatanya berisiko menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia.

Baca juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengidap Bronkitis

Penyebab utama bronkitis adalah virus yang dapat menyebabkan ISPA. Virus ini dapat mudah menular melalui percikan air liur ataupun paparan virus pada objek yang telah terpapar. Untuk itu, sangat penting menjaga kebersihan tangan dan selalu menggunakan masker saat kamu mengalami batuk agar kondisi ini tidak menular. Lalu, siapa saja yang rentan dengan penyakit ini? Yuk, simak ulasannya, di bawah ini!

Inilah yang Berisiko Alami Bronkitis

Bronkitis merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan utama atau bronkus. Fungsi utama bronkus adalah membawa udara menuju dan dari paru-paru. Ketika mengalami peradangan, inilah yang akan menyebabkan gejala bronkitis. 

Bronkitis sendiri memiliki dua jenis yang berbeda. Bronkitis akut yang sering dialami oleh anak-anak dibawah usia 5 tahun. Selain itu, ada bronkitis kronis yang umumnya dialami oleh orang dewasa berusia di atas 40 tahun. Selain itu, perbedaan dari jenis bronkitis ini ada pada waktu pulihnya. 

Bronkitis akut dapat pulih dengan sendirinya pada waktu 5–10 hari. Sementara itu, bronkitis kronis dapat berlangsung selama 2 bulan. Lalu, apa yang menyebabkan bronkitis dapat terjadi? Bronkitis dapat terjadi ketika mengalami paparan virus, bakteri, atau partikel iritan yang memicu peradangan pada saluran bronkus.

Seseorang yang menjadi perokok aktif maupun pasif sangat rentan mengalami bronkitis akut. Tidak hanya itu, pengidap asma dan alergi juga memiliki kondisi kesehatan yang sangat rentan terhadap penyakit ini. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan antara Bronkitis Akut dan Kronis

Sementara itu, bronkitis kronis dapat terjadi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan berulang. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan jaringan saluran napas. Meskipun perokok aktif juga berisiko alami kondisi ini, tetapi tidak semua perokok aktif mengalami bronkitis kronis.

Selain itu, seseorang yang mengalami bronkitis akut secara berulang sangat berisiko alami bronkitis kronis. Memiliki riwayat keluarga dengan bronkitis kronis juga menyebabkan seseorang rentan alami kondisi ini. Pengidap GERD juga rentan alami bronkitis kronis, akibat naiknya asam lambung yang dapat mengiritasi bagian tenggorokan.

Seseorang yang belum mendapatkan vaksin influenza atau pneumonia juga rentan mengalami kondisi ini. Untuk itu, kunjungi rumah sakit terdekat dan pastikan kamu mendapatkan vaksin yang tepat untuk mencegah bronkitis. 

Anak-anak di bawah usia 5 tahun dan lansia juga rentan alami bronkitis. Hal ini disebabkan sistem imun tubuh mereka yang rendah. Sebaiknya jangan lupa penuhi asupan nutrisi dan gizi yang baik bagi anak-anak serta lansia untuk meningkatkan imun tubuh secara optimal.

Kenali Gejala Bronkitis Sejak Dini

Batuk menjadi gejala umum dari bronkitis. Batuk yang dialami pun dapat berupa batuk kering atau berdahak. Umumnya, batuk berdahak akan mengeluarkan lendir yang berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai, seperti:

  1. Lemas;
  2. Demam;
  3. Sesak napas;
  4. Sakit tenggorokan;
  5. Sakit kepala;
  6. Hidung tersumbat;
  7. Badan terasa pegal.

Namun, jangan ragu gunakan Halodoc dan tanyakan langsung pada dokter, jika kamu mengalami batuk lebih dari 3 minggu yang menimbulkan nyeri pada dada. Selain itu, segera lakukan pemeriksaan ketika batuk yang kamu alami mengeluarkan darah. Batuk yang menyebabkan gangguan tidur, penurunan berat badan, hingga penurunan kesadaran memerlukan penanganan medis yang tepat.

Baca juga: Benarkah Bronkitis Bisa Sembuh Tanpa Diberikan Antibiotik?

Lakukan pencegahan bronkitis dengan menghindari rokok, menjaga kebersihan tangan, serta gunakan masker saat berada di tempat umum. Apalagi jika kamu sedang sakit atau memiliki imun tubuh yang lemah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bronchitis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Bronchitis.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Symptom and Treatment of Bronchitis.
Web MD. Diakses pada 2020. Bronchitis.