Sistem Endokrin Alami Gangguan, Ini Dua Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sistem Endokrin Alami Gangguan, Ini Dua Penyebabnya

Halodoc, Jakarta - Selain terdiri dari air (hampir sepertiga tubuh manusia), kira-kira apa lagi yang ada dalam tubuh kita? Bagi kamu yang menjawab senyawa kimia, tepat sekali. Tubuh kita mengandung puluhan unsur kimia. Lalu, siapa yang mengatur kinerja senyawa kimia tersebut?

Nah, disinilah peran sistem kelenjar endokrin. Sistem endokrin ini merupakan salah satu sistem utama tubuh yang mengoordinasikan senyawa-senyawa kimia tersebut. Sistem ini menghasilkan hormon yang membantu tubuh untuk mengatur pernapasan, nafsu makan, pertumbuhan, hingga keseimbangan cairan tubuh. 

Singkat kata, sistem ini berdampak hampir pada seluruh organ, bahkan sel tubuh kita. Tuh, tidak main-main bukan perannya? 

Kira-kira apa jadinya bila sistem kelenjar endokrin mengalami gangguan? Pastinya akan timbul sederet masalah atau keluhan yang dialami oleh pengidapnya. Gangguan endokrin sendiri merupakan penyakit yang terkait dengan kelenjar endokrin. 

Nah, pertanyaan utamanya, kondisi apa sih yang menyebabkan gangguan pada sistem endokrin? 

Baca juga: Ketahui Gejala Gangguan Sistem Endokrin

Ketidakseimbangan Hormon hingga Kolesterol Tinggi

Biang keladi dari gangguan sistem endokrin setidaknya bisa dibagi menjadi dua penyebab atau kategori. Pertama, ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini bisa membuat kelenjar endokrin menghasilkan hormon endokrin yang terlalu banyak atau sedikit. 

Kedua, pembentukan luka. Pembentukan luka (trauma) di sini contoh kecilnya, seperti bintil atau tumor pada sistem endokrin. Kondisi ini bisa memengaruhi kadar hormon endokrin. 

Akan tetapi, selain kedua hal di atas, ada pula faktor lainnya yang bisa meningkatkan terjadinya gangguan sistem endokrin. Misalnya: 

  • Sedentary lifestyle, atau tidak aktif secara fisik.

  • Mengidap penyakit  gangguan autoimun.

  • Infeksi.

  • Riwayat keluarga dengan gangguan endokrin.

  • Pola makan yang keliru, tidak bergizi seimbang.

  • Kehamilan (pada kasus seperti hipotiroidisme).

  • Operasi, trauma, infeksi, ataupun cedera serius yang baru saja terjadi.

  • Meningkatnya kadar kolesterol.

Nah, andaikan memiliki riwayat faktor risiko di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Penyebabnya sudah, bagaimana dengan gejalanya? 

Munculnya Berbagai Keluhan dan Gejalanya

Ketika seseorang mengidap gangguan sistem endokrin, maka tubuhnya akan mengalami berbagai keluhan kesehatan. Nah, keluhan ini nantinya akan menimbulkan sederet gejala. 

Singat kata, gejala dari gangguan sistem endokrin berkaitan dengan bagian spesifik dari sistem endokrin yang terpengaruh. Berikut contohnya: 

Diabetes

Diabetes merupakan gangguan sistem endokrin yang terbilang umum. Gejalanya bisa meliputi: 

  • Haus atau lapar yang berlebih.

  • Kelelahan.

  • Sering buang air kecil.

  • Mual dan muntah.

  • Kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak disertai alasan.

  • Perubahan pada penglihatan.

Baca juga: Waspada, Ini 6 Komplikasi Gangguan Sistem Endokrin

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan kondisi yang ditandai dengan kelenjar tiroid yang overaktif. Gejala umum dari hipertiroidisme meliputi:

  • Diare.

  • Kesulitan tidur.

  • Kelelahan.

  • Goiter.

  • Intoleransi terhadap panas.

  • Mudah marah dan perubahan mood.

  • Detak jantung yang cepat (takikardia).

  • Tremor.

  • Penurunan berat badan tanpa penyebab.

  • Kelemahan.

Hal yang perlu digarisbawahi, gangguan sistem endokrin tak hanya menyebabkan kedua hal di atas. Masih ada kondisi lainnya, seperti hipotiroidisme, Hashimoto’s thyroiditis, penyakit Graves, hingga sindrom Cushing. 

Lantas, apa jadinya bila gangguan sistem endokrin dibiarkan begitu saja? 

Segera Atasi, Komplikasi Taruhannya

Jangan sekali-kali meremehkan gangguan sistem endokrin. Alasannya simpel, gangguan sistem endokrin yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu berbagai komplikasi. Contohnya: 

  • Koma, pada kasus hipotiroidisme.

  • Depresi (pada banyak kondisi tiroid).

  • Kegelisahan atau insomnia (pada banyak kondisi tiroid).

  • Kualitas hidup yang menurun.

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung.

  • Kerusakan atau gagal pada organ tubuh. 

  • Kerusakan saraf.

Tuh, bikin ngeri kan? Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila dirimu mengalami gangguan sistem endokrin. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Endocrine Disorders: Types, Causes, Symptoms, and Treatments.
WebMD. Diakses pada 2019.The Endocrine System and Glands of the Human Body.