Sleep Apnea Sebabkan SVT, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sleep Apnea Sebabkan SVT, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Sudah tidak asing bukan dengan gangguan tidur bernama sleep apnea? Kondisi ini bisa membuat pengidapnya terbangun karena tersedak saat tidur. Kok bisa? Alasannya pengidap sleep apnea memiliki masalah pada sistem pernapasan yang terjadi saat tidur. Kondisi inilah yang membuat pengidapnya  terbangun singkat tanpa terjaga. 

Lantas, apa hubungannya sleep apnea dengan takikardia supraventrikular (supraventricular tachycardia/SVT)? SVT sendiri merupakan kondisi ketika jantung berdetak begitu cepat. SVT ini terjadi saat jantung berdetak 140–250 kali per menit. Padahal, detak jantung normal hanya berkisar 60–100 kali per menit. Artinya, jantung pengidap supraventricular tachycardia berdetak dua kali lebih cepat. 

Pertanyaannya, benarkah sleep apnea bisa menyebabkan SVT? 

Baca juga: Tidur Telentang Sebabkan Obstructive Sleep Apnea

Gangguan Jantung karena Napas Terhenti

Sebenarnya, sleep apnea masuk ke dalam dari banyaknya fakor risiko yang bisa memicu terjadinya SVT. Obstructive sleep apnea (salah satu bentuk sleep apnea), juga sering dikaitkan dengan berbagai aritmia jantung (gangguan yang terjadi pada irama jantung). Akan tetapi, apa yang membuat sleep apnea SVT dapat memicu SVT belum diketahui pasti. 

Hal yang perlu digarisbawahi, gangguan tidur atau kualitas tidur yang buruk sering kali memicu beragam masalah kesehatan, salah satunya gangguan jantung. 

Sleep apnea sendiri merupakan gangguan tidur yang menyebabkan masalah pada pernapasan yang terjadi saat tidur. Di kondisi ini, saluran udara terhambat karena dinding tenggorokan mengendur dan menyempit.

Dalam kondisi normal, otot-otot tenggorokan dapat mengendur dan melemas ketika kita tertidur. Kondisi ini tidak mengganggu pernapasan. Akan tetapi, pada pengidap sleep apnea, otot-otot menjadi terlalu lemas, sehingga menyebabkan penyempitan pada saluran udara yang mengganggu pernapasan.

Nah, di kondisi ini oksigen akan turun drastis, sehingga membuat pengidapnya tersedak dan mengambil napas tiba-tiba. Bila ditelisik lewat gelombang tidurnya, pengidap sleep apnea terbangun singkat tanpa terjaga. 

Proses terbangun sepanjang malam ini (turun-naiknya oksigen), bisa memicu respons inflamasi yang bersifat merusak kesehatan jantung. Menurut studi dalam Journal of the American Heart Association (2016), pengidap sleep apnea yang mendengkur (salah satu gejala sleep apnea) memiliki risiko mengalami serangan pada pembuluh darah jantung otak. 

Nah, bila mengalami gangguan tidur seperti mendengkur atau hal lainnya, segeralah temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Bukan Cuma Sleep Apnea

Berbicara penyebab takikardia supraventrikular, berarti membicarakan banyak hal. Pasalnya, penyebab kondisi ini tak hanya disebabkan oleh faktor tunggal, ada sederet kondisi yang bisa memicunya. Namun dalam kebanyakan kasus, takikardia supraventrikular dipicu oleh penyakit jantung yang diidap.

Baca juga: Ini yang Dimaksud Penyakit Takikardia atau Palpitasi

Penyakit jantung ini bisa meliputi penyakit katup jantung, jantung koroner, hingga penyakit jantung bawaan. Selain jantung, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya takikardia supraventrikular, selain sleep apnea. Misalnya:

  • Menyalahgunakan NAPZA.

  • Kebiasaan merokok.

  • Kelelahan fisik.

  • Mengidap kondisi medis seperti gangguan hormon, sleep apnea, hingga diabetes.

  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol atau kafein.

  • Stres atau kegelisahan.

  • Efek obat-obatan atau suplemen, seperti digoxin untuk gagal jantung, hingga antialergi atau pilek seperti ephedrine atau phenylephrine.

  • Olahraga yang berlebihan.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Anemia.

Ingat, takikardia supraventrikular ini bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Bila tak segera ditangani kondisi ini bisa memicu beberapa komplikasi. Mulai dari penurunan kesadaran, melemahnya jantung, hingga gagal jantung. Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak dapat mensirkulasi darah pada organ-organ tubuh. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sleep apnea.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Supraventricular tachycardia.
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Obstructive Sleep Apnea - Induced Supraventricular Tachycardia.